RadarBangkalan.id - Pembagian kupon berkat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Tojolor, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jawa Timur, berujung kericuhan. Warga yang mengantre kupon sempat saling dorong hingga terjadi adu mulut dan aksi saling pukul.
Kericuhan terjadi di lapangan Dusun Tojolor pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan sekitar 300 kupon yang dapat ditukarkan dengan berkat berupa tumpeng dan telur rebus.
Baca Juga: Tradisi Lempar Uang Maulid Nabi di Kediri, Jemaah Selipkan Doa Bisa ke Baitullah
Panitia Peringatan Maulid Nabi Dusun Tojolor, Eko Nur Amin, mengatakan kericuhan bermula ketika sejumlah warga berebut kupon yang telah disediakan panitia. Warga kemudian berdesakan dan saling dorong saat menuju pintu masuk lokasi acara.
Situasi Memanas Setelah Anak Terhimpit
Di tengah kerumunan, seorang anak peserta diduga terhimpit. Anak tersebut juga disebut tidak sengaja terkena kibasan tangan peserta lain. Kejadian itu membuat suasana yang semula kondusif berubah menjadi tegang.
"Awalnya warga berebut kupon. Karena berdesakan dan saling dorong, ada salah satu anak peserta yang terhimpit. Dari situ situasi yang awalnya kondusif menjadi panas," ungkap Eko, Senin (24/8/2026).
Baca Juga: Tangis Mahasiswi ALSU Pecah Saat Minta Maaf ke Ibu di Polrestabes Surabaya
Ketegangan kemudian berkembang menjadi adu mulut antara sejumlah warga. Perselisihan tersebut akhirnya berujung pada aksi saling pukul.
Baca Juga: Dugaan Penyalahgunaan Dana PIP di Bangkalan, FPB Minta Polres Segera Beri Kepastian Hukum
Eko mengatakan, berdasarkan informasi awal, sejumlah warga yang terlibat dalam kericuhan diduga berasal dari desa tetangga. Keributan kemudian meluas dan melibatkan peserta lainnya.
"Awalnya adu mulut, kemudian terjadi aksi saling pukul. Warga yang terlibat itu informasi awalnya berasal dari desa tetangga," ujarnya.
Panitia Lerai Kericuhan
Panitia bersama sejumlah warga langsung berupaya melerai pihak-pihak yang terlibat. Kericuhan akhirnya berhasil diredam sehingga rangkaian kegiatan Maulid Nabi dapat kembali berjalan normal.
"Sudah kami lerai dan acara bisa berjalan normal. Memang saya mendapat informasi ada warga yang diduga terlibat kericuhan berniat melapor ke Polsek, tetapi sejauh ini belum ada informasi lanjutan," jelas Eko.
Baca Juga: Parkir Berlangganan Bangkalan Dipertanyakan, Warga Masih Diminta Bayar Meski Punya Stiker Gratis
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 300 kupon dibagikan kepada peserta. Kupon tersebut kemudian dapat ditukarkan dengan berkat berupa tumpeng dan telur rebus.
Tradisi Tumpeng dan Telur Berlangsung Turun-temurun
Pembagian berkat tersebut merupakan bagian dari tradisi peringatan Maulid Nabi yang telah berlangsung secara turun-temurun di Desa Temuguruh.
Baca Juga: RSUD Ruteng Rusak Akibat Gempa, Menkes Kerahkan Dokter Ortopedi dan Bangun RS Lapangan
Setiap tahun, masyarakat mengarak tumpeng dan telur sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tahun ini, panitia menyiapkan ribuan telur rebus dan sejumlah tumpeng untuk diarak keliling kampung.
Setelah prosesi arak-arakan selesai, tumpeng dan telur tersebut kemudian dibagikan kepada warga dalam bentuk berkat.
Tradisi tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi. Namun, pada pelaksanaan tahun ini, pembagian kupon sempat diwarnai kericuhan akibat warga berdesakan saat berebut mendapatkan kupon berkat.
Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai
Editor : Ubaidillah