RadarBangkalan.id - Keberadaan investasi di suatu daerah dinilai dapat memberikan efek berganda bagi masyarakat, termasuk melalui pembangunan fasilitas publik dan penguatan ekonomi lokal. Hal tersebut disebut terlihat di wilayah ring satu PT Bumi Suksesindo (PT BSI), operator tambang emas Gunung Tumpang Pitu di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur.
PT BSI yang merupakan anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk disebut memberikan dampak terhadap pembangunan dan aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Pesanggaran dan Siliragung. Dampak tersebut antara lain terlihat dari pembangunan infrastruktur serta berkembangnya usaha mikro berbasis potensi lokal.
Baca Juga: Warga Curhat Diminta Rp1 Juta untuk Surat Pengeluaran Kendaraan di Colombo Surabaya
Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi mengatakan keberadaan investor yang memiliki komitmen terhadap masyarakat turut membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan perekonomian warga.
"Keberadaan pelaku investasi PT BSI membawa dampak nyata terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan perekonomian masyarakat," kata Didik, Kamis (27/8/2026).
80 Persen Infrastruktur Jalan Disebut Sudah Mulus
Salah satu kontribusi yang disoroti adalah dukungan terhadap pembangunan fasilitas publik melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau yang umum dikenal sebagai program tanggung jawab sosial perusahaan.
Baca Juga: Karnaval Sound Horeg di Banyuwangi Dihentikan, Peserta Ambruk dan Meninggal Dunia
Menurut Didik, program tersebut turut mendukung pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Pesanggaran.
Baca Juga: Rebutan 300 Kupon Berkat Maulid Nabi di Banyuwangi Berujung Saling Pukul
"Bahkan, 80 persen infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Pesanggaran kini sudah berubah mulus. Dengan jalan mulus, tentunya mobilitas masyarakat makin lancar dan berimbas positif pada perekonomian," ujarnya.
Peningkatan kualitas infrastruktur dinilai dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Akses jalan yang lebih baik memudahkan distribusi barang dan mendukung aktivitas pelaku usaha di kawasan tersebut.
UMKM Emak-emak Didorong Naik Kelas
Selain pembangunan infrastruktur, program pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fokus PT BSI. Salah satunya melalui pendampingan kelompok perempuan pelaku usaha mikro yang tergabung dalam UMKM Center Kelompok Binaan PT BSI.
Kelompok tersebut mengembangkan berbagai produk olahan berbasis potensi pertanian dan perikanan lokal. Salah satu produk yang menjadi unggulan adalah aneka olahan buah naga yang banyak dikembangkan oleh pelaku UMKM di Pesanggaran.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha, para pelaku UMKM mendapatkan sejumlah bentuk pendampingan. Program tersebut antara lain pelatihan kompetensi, penguatan manajemen usaha, fasilitasi legalitas seperti PIRT dan sertifikasi halal, serta penyediaan tempat berjualan di sejumlah lokasi strategis.
Baca Juga: Tradisi Lempar Uang Maulid Nabi di Kediri, Jemaah Selipkan Doa Bisa ke Baitullah
Pelaku UMKM juga mendapatkan kesempatan untuk memperluas promosi melalui keikutsertaan dalam berbagai pameran.
Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan pembekalan Standard Operating Procedure (SOP) produksi. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan standar proses produksi, kemasan, mutu, dan higienitas produk rumahan.
Dengan adanya standardisasi tersebut, produk UMKM binaan diharapkan dapat memenuhi persyaratan pasar yang lebih luas, termasuk toko modern dan jaringan ritel nasional.
Baca Juga: Tangis Mahasiswi ALSU Pecah Saat Minta Maaf ke Ibu di Polrestabes Surabaya
PT BSI Jalankan Program PPM di Banyuwangi
PT BSI diketahui menjalankan kegiatan operasional pertambangan di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Wilayah Kecamatan Pesanggaran mencakup Desa Kandangan, Sarongan, Sumberagung, Sumbermulyo, dan Pesanggaran.
Perusahaan tersebut merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) Emas dan Mineral Pengikutnya Nomor 188/547/KEP/429.011/2012.
PT BSI juga telah ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) berdasarkan Kepmen ESDM Nomor 159.K/90/MEM/2020.
Baca Juga: Dugaan Penyalahgunaan Dana PIP di Bangkalan, FPB Minta Polres Segera Beri Kepastian Hukum
Sebagai perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN), PT BSI menyatakan komitmennya terhadap masyarakat melalui berbagai program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Baca Juga: Parkir Berlangganan Bangkalan Dipertanyakan, Warga Masih Diminta Bayar Meski Punya Stiker Gratis
Program PPM tersebut mencakup delapan bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, pembentukan lembaga komunitas, serta pembangunan infrastruktur.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional sekaligus mendorong pengembangan ekonomi lokal di Banyuwangi Selatan.
Editor : Ubaidillah