RadarBangkalan.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan bersama TNI dan Polri memasang pamflet peringatan di sejumlah kawasan rawan kebakaran untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan hutan jati.
Pemasangan pamflet dilakukan sebagai langkah mitigasi dan pencegahan dini menyusul kondisi cuaca panas serta banyaknya lahan yang mulai mengering. Pesan peringatan dipasang di sejumlah titik strategis agar mudah dibaca masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan lahan.
Baca Juga: KMP Perkasa Prima 5 Blackout di Selat Bali, Kapal Hanyut ke Arah Selatan
Personel kewilayahan TNI dan Polri, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kalaksa BPBD Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi mengatakan pemasangan pamflet bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi kebakaran.
"Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan sejak dini, terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Terlebih, peristiwa kebakaran lahan telah terjadi di sejumlah daerah lain sehingga perlu menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa dapat diantisipasi di Kabupaten Pamekasan," terang Dofir, Sabtu (29/8/2026).
Warga Diminta Tidak Sembarangan Membakar
Melalui pamflet tersebut, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Warga diminta tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan, terutama di kawasan hutan dan lahan yang kondisinya kering.
Baca Juga: Kejari Sampang Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Dana DAU-DAK Pendidikan Rp2,7 Miliar
Selain itu, masyarakat diingatkan tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di kawasan hutan, lahan kering, ataupun lokasi lain yang mudah terbakar.
Kapolres Pamekasan AKBP Wahyu Hidayat juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika cuaca panas dan kondisi lahan semakin kering.
Baca Juga: Warga Curhat Diminta Rp1 Juta untuk Surat Pengeluaran Kendaraan di Colombo Surabaya
Menurutnya, api kecil dapat dengan cepat membesar dan merambat apabila tertiup angin. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
"Apalagi ditambah ada angin kencang, bisa saja bisa makin meluas, bisa menjalar ke mana-mana, entar masyarakat yang rugi, jadi mohon agar untuk tidak main api di wilayah rawan kekeringan," ucap Wahyu.
Pemasangan Pamflet Diperluas ke 13 Kecamatan
Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko menilai pemasangan pamflet peringatan perlu diperluas. Menurutnya, sosialisasi pencegahan karhutla tidak cukup dilakukan hanya di satu kawasan.
"Kegiatan serupa dapat diperluas ke masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan. Sehingga masyarakat tahu dan bisa mengantisipasinya," terang Agus.
Pemasangan pamflet di 13 kecamatan diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari mitigasi bencana untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di Pamekasan.
Baca Juga: Rebutan 300 Kupon Berkat Maulid Nabi di Banyuwangi Berujung Saling Pukul
BPBD bersama TNI-Polri juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan. Kesadaran warga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran sekaligus mengurangi potensi kerugian apabila terjadi bencana.
Masyarakat diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pelaporan secara cepat diharapkan memungkinkan petugas melakukan penanganan sebelum api meluas.
Baca Juga: Karnaval Sound Horeg di Banyuwangi Dihentikan, Peserta Ambruk dan Meninggal Dunia
Editor : Ubaidillah