Kebakaran Hutan TNBTS Lumajang Ganggu Habitat Satwa, Rumput Malelo Hangus

Ubaidillah • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:41 WIB
Penampakan kepulan asap masih terlihat di kawasan TNBTS (Foto file: Nur Hadi Wicaksono/detik)
Penampakan kepulan asap masih terlihat di kawasan TNBTS (Foto file: Nur Hadi Wicaksono/detik)

 

RadarBangkalan.id - Kebakaran hutan melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan vegetasi endemik, tetapi juga mengganggu habitat sejumlah satwa liar yang berada di kawasan konservasi tersebut.

Kepala Seksi PTN Wilayah III TNBTS Agus Kusuma Negara mengatakan api membakar kawasan Ayek-Ayek dan Pangonan Cilik. Kebakaran menyebabkan sejumlah tumbuhan dan habitat satwa terdampak.

Baca Juga: Ribuan Jarum Suntik Bekas Dibuang di Sidoarjo, DLH Surabaya Dorong Proses Hukum

"Akibat kebakaran membuat rumput malelo terbakar, selain itu sejumlah satwa juga terganggu. Satwa yang terganggu dengan adanya kebakaran, bermigrasi ke hutan yang masih hijau," ujar Agus, Minggu (30/8/2026).

Rumput Malelo Hangus Terbakar

Salah satu dampak kebakaran terlihat pada vegetasi rumput malelo. Tumbuhan tersebut merupakan salah satu flora endemik yang terdapat di kawasan TNBTS dan sebagian areanya hangus akibat dilalap api.

Kebakaran vegetasi di kawasan taman nasional menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan habitat berbagai jenis flora dan fauna.

Baca Juga: BPBD Pamekasan Pasang Pamflet Cegah Karhutla di Hutan Jati, Warga Diminta Waspada

Tidak hanya tumbuhan, kebakaran juga mengganggu kehidupan satwa liar yang bergantung pada kawasan hutan untuk mencari makan dan berlindung.

Rusa hingga Macan Kumbang Terdampak

Sejumlah fauna yang habitatnya terdampak kebakaran antara lain burung puyuh, rusa, hingga macan kumbang.

Kepulan asap dan api membuat satwa yang berada di sekitar lokasi terdampak harus berpindah menuju kawasan hutan yang masih hijau dan belum terbakar.

Baca Juga: KMP Perkasa Prima 5 Blackout di Selat Bali, Kapal Hanyut ke Arah Selatan

Migrasi tersebut menjadi upaya satwa untuk menyelamatkan diri dari ancaman api dan asap. Perpindahan satwa juga menjadi salah satu dampak ekologis yang perlu diperhatikan dalam penanganan kebakaran kawasan konservasi.

Tim Gabungan Masih Berupaya Padamkan Api

Hingga Minggu (30/8/2026), tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan kebakaran.

Tim tersebut terdiri dari petugas TNBTS, BPBD Kabupaten Lumajang, TNI, dan Polri. Mereka berupaya memadamkan kobaran api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

Selain memadamkan api, penanganan juga diperlukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan terhadap vegetasi dan satwa liar yang berada di kawasan TNBTS.

Baca Juga: Kejari Sampang Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Dana DAU-DAK Pendidikan Rp2,7 Miliar

Petugas terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang masih berpotensi terbakar agar kebakaran tidak semakin meluas.

Editor : Ubaidillah
karhutla tnbts taman nasional bromo vegetasi endemik migrasi satwa