RadarBangkalan.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Begadung 2 di Kabupaten Nganjuk terpantau berhenti beroperasi setelah muncul kasus dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa dan seorang guru SMAN 3 Nganjuk usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 11.40 WIB, bangunan SPPG Begadung 2 yang berada di Jalan Widas, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, tampak tertutup rapat. Seorang petugas keamanan terlihat berjaga di pintu masuk.
Baca Juga: Ustaz di Pasuruan Diamankan, Diduga Cabuli Dua Murid Perempuan Usia 11 Tahun
Petugas keamanan bernama Wisnu menyampaikan bahwa awak media tidak diperbolehkan masuk ke area SPPG.
"Maaf Pak. Media dilarang masuk," ujar Wisnu.
SPPG Begadung 2 Mulai Tutup Hari Ini
Selain melarang awak media masuk, petugas keamanan juga tidak memperbolehkan pengambilan foto maupun rekaman dari bagian dalam bangunan.
Baca Juga: Nama Tak Muncul di Daftar Bansos? Begini Cara Cek Status dan Desil Pakai NIK
Wisnu mengatakan terdapat sejumlah pihak yang sedang berada di dalam lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Baca Juga: Ribuan Jarum Suntik Bekas Dibuang di Sidoarjo, DLH Surabaya Dorong Proses Hukum
"(SPPG) Tutup mulai hari ini tadi. Kalau sampai kapannya, saya kurang tahu. Saya hanya menjalankan tugas," katanya.
Dari luar bangunan, terlihat sejumlah orang masih beraktivitas di dalam area SPPG. Sebuah mobil berpelat merah dengan nomor polisi L 1767 CP juga terparkir di depan lokasi.
Petugas yang berada di dalam kendaraan tersebut mengaku berasal dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jawa Timur di Surabaya.
Kepala SPPG Disebut Dimintai Keterangan Polisi
Saat ditanya mengenai keberadaan Kepala SPPG Begadung 2, Zaidan, petugas keamanan awalnya menyebut yang bersangkutan berada di RSUD Nganjuk.
Namun, Wisnu kemudian menyampaikan bahwa Kepala SPPG tersebut sedang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Baca Juga: BPBD Pamekasan Pasang Pamflet Cegah Karhutla di Hutan Jati, Warga Diminta Waspada
Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap pihak-pihak terkait maupun berapa lama operasional SPPG Begadung 2 akan dihentikan.
49 Siswa dan Guru SMAN 3 Nganjuk Alami Gejala Keracunan
Sebelumnya, puluhan siswa dan seorang guru SMAN 3 Nganjuk mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (2/9/2026).
Kabag Prokopim Pemkab Nganjuk, Syamsudin, menyebut jumlah korban yang tercatat mencapai 49 orang, termasuk seorang guru perempuan.
Baca Juga: KMP Perkasa Prima 5 Blackout di Selat Bali, Kapal Hanyut ke Arah Selatan
Sebanyak 20 korban menjalani penanganan di Puskesmas Begadung. Kemudian, 17 orang mendapat perawatan di RSUD Nganjuk dan 12 lainnya ditangani di RS Bhayangkara.
"Untuk yang di Puskesmas Begadung ada 20, di RSUD 17 dan di RS Bhayangkara 12. Sementara jumlahnya 49 orang," kata Syamsudin.
Salah seorang guru SMAN 3 Nganjuk, Andi Joko Santoso, mengatakan menu MBG tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB dan kemudian dibagikan kepada para siswa.
Beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual, pusing, hingga muntah.
Para siswa dan guru yang mengalami gejala tersebut kemudian dilarikan ke Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk, serta RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Dokter Ungkap Hubungan Berat Badan dan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi
Kasus ini kini masih dalam penanganan dan pemeriksaan pihak terkait. Penghentian sementara operasional SPPG Begadung 2 dilakukan di tengah proses pemeriksaan menyusul dugaan keracunan yang dialami puluhan penerima manfaat program MBG tersebut.
Editor : Ubaidillah