RadarBangkalan.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat jumlah korban yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 664 orang. Dari jumlah tersebut, 77 pasien masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Kepala Dinkes Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, sebanyak 581 korban telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara enam pasien lainnya masih menjalani observasi.
Baca Juga: 54 Karhutla Terjadi di Ponorogo hingga Agustus 2026, Luas Lahan Terdampak 189 Hektare
"Total 664 pasien, MRS 77 pasien, KRS 581 pasien, observasi 6 pasien," ujar Lakhsmie, Kamis (3/9/2026).
Menurut Lakhsmie, kondisi para korban yang masih menjalani perawatan secara umum stabil. Meski demikian, mereka tetap membutuhkan pemantauan dan penanganan dari tenaga kesehatan.
"Secara umum kondisi pasien yang masih menjalani perawatan stabil," tuturnya.
Baca Juga: Usai 49 Siswa dan Guru Keracunan MBG, SPPG Begadung 2 Nganjuk Tutup
Dinkes Aktifkan Tim Krisis Kesehatan
Meskipun jumlah korban telah mencapai 664 orang, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo belum menetapkan kejadian tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Untuk memperkuat penanganan, Dinkes Sidoarjo mengaktifkan Tim Krisis Kesehatan. Tim tersebut diterjunkan untuk menangani korban baik di lokasi kejadian maupun di sejumlah rumah sakit.
Baca Juga: Ustaz di Pasuruan Diamankan, Diduga Cabuli Dua Murid Perempuan Usia 11 Tahun
Lakhsmie menjelaskan, penanganan dibagi menjadi dua bagian. Tim di lapangan dikoordinasikan oleh petugas dari puskesmas, sedangkan tenaga kesehatan disiagakan di rumah sakit yang merawat para korban.
"Kita aktifkan krisis kesehatan. Kemudian kita bagi dua, karena di sini perlu ada penanganan di lapangan, kita buka lapangan dengan korlapnya dari puskesmas. Kemudian untuk yang di rumah sakit-rumah sakit kita siagakan dengan tenaga kesehatan yang cukup," jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para korban mendapatkan pelayanan medis sesuai kondisi masing-masing sekaligus memantau perkembangan kasus.
Ratusan Santri dan Pelajar Alami Gejala Keracunan
Kasus tersebut sebelumnya terjadi setelah ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan pelajar dari sejumlah sekolah di Kecamatan Tanggulangin mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9/2026) siang.
Makanan tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Setelah mengonsumsi makanan, sejumlah penerima manfaat mengalami berbagai keluhan kesehatan, seperti mual, muntah, dan pusing.
Baca Juga: Nama Tak Muncul di Daftar Bansos? Begini Cara Cek Status dan Desil Pakai NIK
Menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, sayur buncis baby corn, serta buah apel.
Korban kemudian mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebagian pasien telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang, sedangkan puluhan lainnya masih menjalani perawatan dan observasi.
SPPG Kalitengah Disuspend
SPPG Kalitengah diketahui menjadi penyedia makanan MBG bagi 19 lembaga pendidikan di wilayah tersebut. Setelah kasus dugaan keracunan muncul, operasional SPPG Kalitengah kemudian disuspend.
Baca Juga: Ribuan Jarum Suntik Bekas Dibuang di Sidoarjo, DLH Surabaya Dorong Proses Hukum
Penghentian sementara tersebut dilakukan di tengah proses penanganan dan evaluasi untuk mengetahui penyebab munculnya gangguan kesehatan pada para penerima makanan.
Dinkes Sidoarjo bersama pihak terkait masih melakukan penanganan terhadap para korban. Pemeriksaan dan evaluasi juga diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian serta mencegah kasus serupa kembali terjadi.
Dengan jumlah korban yang terus diperbarui, Dinkes Sidoarjo masih melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien yang menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Cara Menjaga Berat Badan Tetap Stabil Setelah Diet, Dokter Ungkap 4 Kuncinya
Editor : Ubaidillah