RadarBangkalan.id - Sejumlah alumni SMKN 1 Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, mengeluhkan dana tabungan mereka yang hingga akhir Agustus 2026 disebut belum kunjung dicairkan. Para alumni mengaku telah menunggu pencairan sejak dijanjikan pada Juli, namun hingga memasuki akhir Agustus belum mendapatkan kepastian.
Pihak sekolah membenarkan adanya persoalan terkait pencairan tabungan tersebut. Namun, sekolah menegaskan tidak memiliki niat untuk mempersulit ataupun menahan dana milik alumni. Menurut pihak sekolah, persoalan tersebut diduga berkaitan dengan dampak program lama.
Baca Juga: Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Capai 664 Orang, 77 Masih Dirawat
Keluhan tersebut disampaikan sejumlah perwakilan alumni siswa angkatan 2026 SMKN 1 Kemlagi saat ditemui pada Sabtu (29/5/2026) malam.
Alumni Pertanyakan Pencairan Dana Tabungan
Persoalan pencairan tabungan disebut mulai menjadi perhatian alumni ketika mereka mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan dari alumni angkatan sebelumnya.
Informasi lowongan kerja tersebut disampaikan melalui seorang guru SMKN 1 Kemlagi dan kemudian diteruskan ke grup alumni angkatan 2026. Dalam lowongan tersebut, ijazah terakhir menjadi salah satu persyaratan administrasi untuk melamar pekerjaan.
Baca Juga: Mahfud MD Desak DPR Segera Sahkan UU Perampasan Aset, Tak Perlu Tunggu Aparat Sempurna
Para alumni kemudian berupaya memastikan proses penerbitan ijazah sekaligus menanyakan mengenai dana tabungan mereka yang masih berada di sekolah.
Salah seorang perwakilan alumni berinisial Z mengatakan, wali kelas sebelumnya menyampaikan bahwa ijazah dapat segera diberikan, sementara pencairan tabungan masih belum dapat dilakukan.
"Kami menanyakan sampai kapan bisa dibagikan. Jawaban dari wali kelas sekaligus disampaikan kepada wali murid melalui rapat bahwa di bulan Juli awal bisa keluar," ujar Z.
Baca Juga: 54 Karhutla Terjadi di Ponorogo hingga Agustus 2026, Luas Lahan Terdampak 189 Hektare
Namun, menurut Z, hingga pertengahan dan akhir Juli dana tersebut belum juga dicairkan. Alumni kemudian kembali mendapatkan informasi bahwa pencairan akan dilakukan pada awal Agustus.
"Janji lagi di bulan Agustus awal, sampai akhir belum juga ada kejelasan dan juga jawabannya masih sama saja, muter-muter saja katanya uang tabungan masih dibekukan sebab ada masalah di sekolah," katanya.
Sebagian Dana Tabungan Digunakan untuk Rekreasi
Menurut keterangan alumni, persoalan tabungan tersebut juga berkaitan dengan agenda rekreasi sekolah ke Pulau Dewata, Bali.
Biaya kegiatan tersebut disebut diambil dari dana tabungan siswa. Namun, tidak seluruh siswa angkatan 2026 mengikuti kegiatan tersebut.
Baca Juga: Usai 49 Siswa dan Guru Keracunan MBG, SPPG Begadung 2 Nganjuk Tutup
Dari sekitar 400 siswa dalam satu angkatan, disebut hanya sekitar 150 siswa yang mengikuti kegiatan rekreasi ke Bali.
Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang dipertanyakan oleh sejumlah alumni ketika mereka berusaha memastikan status dana tabungan masing-masing.
Baca Juga: Ustaz di Pasuruan Diamankan, Diduga Cabuli Dua Murid Perempuan Usia 11 Tahun
Sekolah Akui Ada Permasalahan
Untuk memperoleh informasi dari pihak sekolah, wartawan mendatangi SMKN 1 Kemlagi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kuswanto yang bertugas di bagian humas sekolah menerima kedatangan wartawan dan memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.
Kuswanto membenarkan adanya permasalahan terkait pencairan tabungan alumni. Namun, ia menegaskan pihak sekolah tidak memiliki niat untuk menahan atau mempersulit proses pencairan dana tersebut.
"Saya masih baru bertugas di sini. Memang diduga ada permasalahan tersebut, akan tetapi pihak sekolah juga tidak ada niatan untuk menahan pencairan tabungan alumni siswa. Masalah ini disinyalir muncul dari dampak program yang lama," jelas Kuswanto.
Ia mengaku belum dapat menjelaskan secara rinci pokok persoalan tersebut karena masih tergolong baru bertugas di sekolah tersebut.
Baca Juga: Nama Tak Muncul di Daftar Bansos? Begini Cara Cek Status dan Desil Pakai NIK
"Saya tidak berani menjabarkan, takut salah persepsi terus juga bisa ditegur sama atasan kalau informasinya salah," lanjutnya.
Alumni Berharap Tabungan Segera Dicairkan
Sejumlah perwakilan alumni berharap pihak sekolah segera memberikan kejelasan sekaligus menyelesaikan proses pencairan dana tabungan mereka.
Baca Juga: BPBD Pamekasan Pasang Pamflet Cegah Karhutla di Hutan Jati, Warga Diminta Waspada
Mereka menilai dana tersebut memiliki arti penting karena berasal dari uang yang disisihkan oleh orang tua selama anak-anak mereka masih berstatus sebagai pelajar.
"Kami berharap tabungan ini bisa segera cair. Sebab untuk bisa menabung teman-teman juga termasuk saya, uangnya berasal dari jerih payah orang tua kami yang bekerja tanpa lelah serta tak mengenal waktu agar cukup dan bisa memenuhi kebutuhan kami yang kala itu statusnya masih sebagai pelajar sekaligus belum bisa menghasilkan uang sendiri," ujar salah seorang perwakilan alumni yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Para alumni kini berharap adanya kejelasan mengenai status dana tabungan serta kepastian waktu pencairannya. Mereka juga berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga dana yang menjadi hak para siswa dapat diterima.
Baca Juga: Ribuan Jarum Suntik Bekas Dibuang di Sidoarjo, DLH Surabaya Dorong Proses Hukum
Editor : Ubaidillah