RadarBangkalan.id - Kebakaran hebat melanda dua bangunan semi permanen yang digunakan sebagai bengkel sepeda motor dan warung makan di Jalan Raya Sumenep-Kalianget, Desa Marengan Daya, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (7/9/2026) petang.
Dalam waktu sekitar 30 menit, api meludeskan kedua bangunan tersebut. Kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke bagian atap karena kondisi angin yang cukup kencang.
Baca Juga: Guru di Jombang Dilaporkan Diduga Perkosa Siswi hingga 13 Kali, Korban Trauma Berat
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, sesaat setelah azan Magrib. Saat kejadian, pemilik bengkel sepeda motor, Abdul Kifli (60), dan pemilik warung makan, Sulistiono, sudah meninggalkan lokasi untuk pulang.
Abdul Kifli mengaku baru mengetahui kebakaran setelah mendapat kabar bahwa warung tersebut terbakar. Ia kemudian langsung menuju lokasi dan mendapati kobaran api sudah membesar.
"Saya sudah di rumah. Tidak tahu, tiba-tiba dengar warung terbakar, langsung ke sini, api sudah besar," kata Abdul Kifli.
Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi. Petugas pemadam kebakaran bersama warga berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Baca Juga: Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Berakhir Setelah 25 Jam, Status Masih Siaga
Sekitar 30 menit setelah petugas melakukan pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan. Beruntung, kobaran api tidak sampai menjalar ke bangunan lain yang berada di sebelah lokasi kebakaran.
Meski demikian, sejumlah barang berharga di dalam bangunan tidak berhasil diselamatkan. Kompresor, kulkas, hingga uang tunai sekitar Rp10 juta yang disimpan di dalam warung ikut hangus terbakar.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, IDAI Ingatkan Orang Tua Lindungi Anak dari Abu Vulkanik
"Semua barang hangus, kompresor, kulkas dan uang Rp10 juta yang disimpan di dalam warung juga ikut terbakar," ungkap Abdul Kifli.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting atau arus pendek listrik.
Tidak ada korban jiwa maupun orang yang terjebak di dalam bangunan karena saat kebakaran terjadi kedua bangunan tersebut dalam keadaan kosong.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Baca Juga: Masker Dibasahi untuk Tangkal Abu Vulkanik? Dokter Paru Ungkap Risikonya
Kebakaran juga sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Raya Sumenep-Kalianget. Banyak warga dan pengendara berhenti di sekitar lokasi untuk menyaksikan proses pemadaman.
Kondisi tersebut menyebabkan lalu lintas di sekitar lokasi tersendat selama kurang lebih satu jam hingga proses pemadaman selesai.
Editor : Ubaidillah