Waduk Sumberkepuh Nganjuk Mengering, Warga Manfaatkan Lahannya untuk Bertani

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 06:40 WIB
Waduk Sumberkepuh Nganjuk Mengering. (Foto: Bakrie/detik)
Waduk Sumberkepuh Nganjuk Mengering. (Foto: Bakrie/detik)

 

RadarBangkalan.id - Waduk Sumberkepuh di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, mengering akibat musim kemarau panjang. Kondisi tersebut dimanfaatkan warga setempat untuk menggarap lahan di dalam waduk sebagai area pertanian.

Warga menanam berbagai jenis tanaman seperti ketimun, semangka hingga tembakau di lahan waduk yang mengering. Sisa air yang masih terdapat di beberapa bagian waduk digunakan petani untuk menyiram tanaman.

Pantauan di lokasi pada Senin (7/9/2026) menunjukkan permukaan Waduk Sumberkepuh sebagian besar telah berubah menjadi lahan pertanian. Sejumlah petani terlihat menggarap tanaman yang mereka tanam di area tersebut.

Baca Juga: Guru di Jombang Dilaporkan Diduga Perkosa Siswi hingga 13 Kali, Korban Trauma Berat

Salah seorang warga, Kaminem (51), mengatakan dirinya menanam ketimun di lahan yang sebelumnya terendam air waduk. Menurutnya, Waduk Sumberkepuh mulai mengering sejak Juni lalu.

"Kebetulan saya menanam timun. Sejak waduk airnya nggak ada. Sejak bulan enam kemarin sudah kering," ungkap Kaminem saat ditemui di lokasi, Senin (7/9/2026).

Menurut Kaminem, warga yang menggarap lahan di dalam waduk merupakan masyarakat sekitar. Mereka berasal dari Dusun Sumberkepuh, Kedungjowo dan Logawe, Desa Sumberkepuh.

Warga memanfaatkan kondisi waduk yang mengering untuk menanam tanaman yang dapat dipanen dalam waktu relatif singkat. Namun, kesempatan bercocok tanam tersebut hanya berlangsung sementara.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, IDAI Ingatkan Orang Tua Lindungi Anak dari Abu Vulkanik

"Paling bisanya panen sekali. Soalnya nanti bulan 12 kan biasanya airnya sudah penuh. Jadi tidak bisa ditanami lagi," tambah Kaminem.

Kondisi tanah di dalam Waduk Sumberkepuh juga terlihat berbeda antara lahan yang belum digarap dan area yang sudah ditanami.

Baca Juga: Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Berakhir Setelah 25 Jam, Status Masih Siaga

Lahan yang belum ditanami tampak kering dengan permukaan tanah yang pecah-pecah. Sementara tanah di sekitar tanaman terlihat lebih lembek karena rutin mendapat siraman dari petani.

Warga memanfaatkan sisa air yang masih tersedia di sejumlah titik waduk untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Di salah satu sudut waduk, terlihat cekungan kecil yang masih menampung air.

Cekungan tersebut juga menjadi sumber air bagi puluhan burung bangau yang terlihat berkumpul dan minum di lokasi. Sebuah mesin pompa air juga tampak digunakan di sekitar area yang masih memiliki genangan.

Selain lahan pertanian, kondisi Waduk Sumberkepuh yang mengering juga memperlihatkan sejumlah tanda lainnya. Banyak akar dan dahan pohon yang mati terlihat di dalam area waduk.

Dua perahu ayun yang biasanya berada di kawasan waduk juga tampak terdampar di atas lahan yang kini mengering.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Warga Blitar Antre Air Bersih hingga Bawa Jerigen

Fenomena Waduk Sumberkepuh mengering menjadi gambaran dampak musim kemarau panjang terhadap ketersediaan air. Di sisi lain, warga memanfaatkan kondisi tersebut untuk memperoleh tambahan lahan pertanian sebelum waduk kembali terisi air.

Editor : Ubaidillah
lahan kering waduk sumberkepuh nganjuk musim kemarau