Korban Love Scam di Madiun Bertambah, Polisi Temukan Video Tanpa Busana di Ponsel Pelaku

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 06:49 WIB
lustrasi love scam (Foto: Getty Images/Pla2na)
lustrasi love scam (Foto: Getty Images/Pla2na)

 

RadarBangkalan.id - Jumlah korban penipuan dengan modus kencan online di Madiun terus bertambah. Satreskrim Polres Madiun menemukan korban baru yang diduga terjerat pelaku yang sama, yakni AWN (28), warga Wonogiri, Jawa Tengah.

Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki mengatakan pengembangan kasus dilakukan setelah polisi menindaklanjuti laporan awal dari seorang warga Kecamatan Saradan. Dari penyelidikan tersebut, polisi menemukan korban lain yang diduga menjadi sasaran pelaku.

Baca Juga: Waduk Sumberkepuh Nganjuk Mengering, Warga Manfaatkan Lahannya untuk Bertani

"Korban hasil pengembangan memang bertambah selain gadis warga Kecamatan Saradan selaku pelapor. Pelaku sama asal Wonogiri," kata Ridwan saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Ridwan menjelaskan, para korban diketahui berasal dari empat wilayah berbeda. Selain mengalami kerugian secara materiil, salah satu korban disebut sempat mengirimkan video tanpa busana kepada pelaku.

"Infonya ada yang hingga kirim video tanpa busana," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agung Hartawan mengatakan informasi tersebut diketahui setelah penyidik memeriksa ponsel milik AWN.

"Kita ketahui dari file di ponsel pelaku bahwa ada video tanpa busana juga," tutur Agung.

Baca Juga: Guru di Jombang Dilaporkan Diduga Perkosa Siswi hingga 13 Kali, Korban Trauma Berat

Sebelum ditangkap, AWN diketahui sempat melarikan diri dan berpindah-pindah tempat tinggal. Polisi kemudian berhasil menangkapnya di Solo.

Selain mengamankan ponsel, penyidik juga menyita sisa uang yang diduga berasal dari hasil kejahatan sebesar Rp19,1 juta sebagai barang bukti.

Baca Juga: Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Berakhir Setelah 25 Jam, Status Masih Siaga

Kasus tersebut sebelumnya terungkap setelah seorang perempuan berinisial SH, warga Kecamatan Saradan, Madiun, melaporkan dirinya menjadi korban penipuan melalui aplikasi kencan Bumble.

SH yang merupakan pegawai bank BUMN mengalami kerugian lebih dari Rp31 juta. Pelaku AWN diduga memperdaya korban dengan mengaku sebagai pegawai bank BUMN yang bekerja di Solo.

Kapolres Madiun sebelumnya mengatakan korban terpengaruh bujuk rayu pelaku setelah keduanya berkenalan melalui aplikasi kencan online.

"Penangkapan tersangka berawal dari laporan korban asal Madiun yang mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Korban teperdaya oleh tipu muslihat pelaku yang berkenalan melalui aplikasi kencan Bumble," ujar Ridwan kepada detikJatim, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, IDAI Ingatkan Orang Tua Lindungi Anak dari Abu Vulkanik

Menurut Ridwan, pelaku mengaku bekerja sebagai pegawai IT di sebuah bank BUMN. Pelaku kemudian meminta uang kepada korban dengan alasan kehabisan tabungan.

Korban akhirnya mentransfer uang kepada pelaku secara bertahap setiap kali diminta.

"Uang total puluhan juta dari korban ditransfer bertahap saat pelaku butuh uang dengan alasan kehabisan tabungan. Pelaku mengaku pegawai IT Bank," ungkap Ridwan.

Dalam perkembangannya, polisi menemukan bahwa kasus tersebut tidak hanya melibatkan satu korban. Penyidik kini masih mendalami jumlah korban dan rangkaian aksi yang dilakukan AWN.

Baca Juga: Masker Dibasahi untuk Tangkal Abu Vulkanik? Dokter Paru Ungkap Risikonya

Polisi juga masih memeriksa barang bukti, termasuk isi ponsel tersangka, untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain dalam kasus penipuan berkedok hubungan atau kencan online tersebut.

Editor : Ubaidillah
love scam pegawai bumn aplikasi kencan penipuan madiun