RadarBangkalan.id - Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan ketiga bandara tersebut telah berstatus resumed operations berdasarkan Notice to Air Missions (Notam) dari AirNav Indonesia. Pembukaan kembali operasional dilakukan mulai Selasa, 8 September 2026 dini hari.
Baca Juga: Guru di Jombang Dilaporkan Diduga Perkosa Siswi hingga 13 Kali, Korban Trauma Berat
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan, status operasional Bandara Soekarno-Hatta kembali dibuka mulai pukul 00.30 WIB. Sementara Bandara Halim Perdanakusuma mulai beroperasi kembali pukul 00.40 WIB dan Bandara Husein Sastranegara pada pukul 00.42 WIB.
"Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap," kata Arie dalam keterangannya di Tangerang, Selasa.
Sebelum operasional penerbangan dibuka kembali, pihak bandara telah melakukan sejumlah prosedur keselamatan. Salah satunya adalah pembersihan abu vulkanik yang berada di seluruh area sisi udara, termasuk apron, taxiway, dan runway.
Baca Juga: Waduk Sumberkepuh Nganjuk Mengering, Warga Manfaatkan Lahannya untuk Bertani
Selain itu, dilakukan pula uji kekesatan runway untuk memastikan kondisi landasan memenuhi standar dan persyaratan keselamatan penerbangan.
"Selain itu, juga dilakukan uji kekesatan di runway, yang menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani operasional penerbangan," ujarnya.
Penerbangan Soekarno-Hatta Dipulihkan Bertahap
General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan, pembukaan kembali operasional penerbangan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Pada fase awal pemulihan atau recovery, Bandara Soekarno-Hatta menerapkan Air Traffic Flow Management (ATFM) untuk mengatur arus lalu lintas penerbangan.
Baca Juga: Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Berakhir Setelah 25 Jam, Status Masih Siaga
"Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM. Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap," jelas Heru.
Menurut dia, pengaturan arus penerbangan tersebut mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan. Salah satu tujuannya adalah mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak penutupan bandara sekaligus mengembalikan kapasitas apron secara bertahap.
Bandara Soekarno-Hatta juga berkoordinasi dengan seluruh operator transportasi publik untuk memastikan ketersediaan armada yang mendukung mobilitas penumpang dari dan menuju bandara.
Penumpang Diminta Cek Jadwal Penerbangan
Meski operasional penerbangan telah kembali dibuka, penumpang tetap diminta memperhatikan kemungkinan adanya penyesuaian jadwal penerbangan selama proses pemulihan.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, IDAI Ingatkan Orang Tua Lindungi Anak dari Abu Vulkanik
Calon penumpang diimbau memantau status penerbangan dan memastikan jadwal keberangkatan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.
Imbauan tersebut penting karena penerbangan yang sebelumnya terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat mengalami perubahan jadwal seiring proses pemulihan operasional bandara.
Baca Juga: Masker Dibasahi untuk Tangkal Abu Vulkanik? Dokter Paru Ungkap Risikonya
Dengan dibukanya kembali tiga bandara tersebut, layanan penerbangan di wilayah Jakarta dan Bandung mulai dipulihkan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kesiapan fasilitas penerbangan.
Editor : Ubaidillah