Kebakaran Hutan Gunung Prongos Ponorogo Hanguskan 5 Hektare Lahan

Ubaidillah • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 06:49 WIB
Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Prongos, Ponorogo. (Foto: Charolin Pebrianti/detik)
Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Prongos, Ponorogo. (Foto: Charolin Pebrianti/detik)

 

RadarBangkalan.id - Kebakaran melanda kawasan hutan Gunung Prongos di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Api membakar sekitar 5 hektare lahan di petak 117F yang masuk wilayah RPH Slahung dan berbatasan dengan Desa Koripan serta Desa Bekare, Kecamatan Bungkal.

Titik api mulai terdeteksi pada Kamis (10/9/2026) pagi saat petugas Perhutani melakukan patroli untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Petugas kemudian melaporkan temuan tersebut untuk segera dilakukan upaya pemadaman.

Baca Juga: Beritakan Proyek PUPR Konawe Rp8,1 Miliar, Pimpinan Redaksi Portal Terkini Mengaku Dapat Ancaman

"Personel kami saat patroli karhutla melihat titik api. Setelah itu dilaporkan ke KRPH, kemudian kami laporkan ke Asper dan segera ditindaklanjuti untuk pemadaman," kata Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Slahung Sudarto, Kamis (10/9/2026) malam.

Sudarto mengatakan titik api pertama kali terpantau sekitar pukul 10.00 WIB. Berdasarkan pengamatan awal, kobaran api berada di bagian tengah kawasan hutan yang terbakar.

"Untuk pengamatan awal titik api dari tengah," ujarnya.

Serasah dan Rumput Kering Terbakar

Kebakaran menghanguskan serasah serta rerumputan kering yang berada di kawasan hutan. Di area tersebut juga terdapat tanaman jati dan albasia.

Baca Juga: Proyek Rabat Beton Jalan Salak Sampang Dikeluhkan Warga, K3 dan Kualitas Pekerjaan Disorot

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber munculnya titik api.

"Tanamannya ada jati dan ada albasia. Untuk sementara waktu penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," jelas Sudarto.

Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Uang Palsu Sidoarjo-Karanganyar, 3 Tersangka Ditangkap

Petugas gabungan yang terdiri dari Perhutani, TNI, dan BPBD Ponorogo kemudian melakukan pemadaman secara manual. Kondisi medan membuat kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api.

"Pemadaman kami lakukan secara manual, dengan gepyok menggunakan ranting basah dan membuat ilaran," ungkapnya.

Medan Curam Menyulitkan Pemadaman

Koordinator Tim TRC-BPBD Ponorogo Hadi Susanto mengatakan kondisi medan di lokasi kebakaran cukup ekstrem. Kawasan tersebut memiliki medan berbatu dan terjal.

Proses pemadaman juga berlangsung pada malam hari sehingga petugas menghadapi tantangan tambahan dalam menjangkau titik-titik api.

Baca Juga: Guru di Jombang Dilaporkan Diduga Perkosa Siswi hingga 13 Kali, Korban Trauma Berat

"Medannya memang agak terjal karena bebatuan. Batas tanah desa dengan hutan ini curam sekali sehingga menyebabkan kami agak kesulitan, apalagi situasinya malam," kata Hadi.

Meski luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare, lokasi kebakaran disebut masih cukup jauh dari permukiman warga.

Petugas tetap melakukan penyekatan dan pemadaman untuk mencegah api meluas ke wilayah yang berpotensi mendekati permukiman.

Baca Juga: Benarkah Minum Susu Bikin Gemuk? Dokter Gizi Ungkap Faktanya

"Kalau dari pemukiman agak jauh. Tapi kalau ada api yang mendekat ke pemukiman langsung kami padamkan," pungkas Sudarto.

Editor : Ubaidillah
karhutla early warning gunung prongos ponorogo kebakaran hutan