RadarBangkalan.id - Kebakaran Sabana Blok Pengol yang berada di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, masih berlangsung hingga Jumat (11/9/2026) sore. Api terus merembet ke arah Bukit Watangan atau yang dikenal sebagai Bukit Teletubbies.
Tim gabungan dari sejumlah wilayah masih berjibaku melakukan pemadaman dan mencegah api meluas. Upaya tersebut dilakukan meski petugas menghadapi medan sulit, tebing terjal, angin kencang hingga kabut di kawasan pegunungan.
Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Pil Koplo di Nganjuk, 1.459 Butir Double L Disita
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan pemadaman dilakukan bersama sejumlah unsur, termasuk petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), TNI, Polri, BPBD dan relawan.
"Untuk saat ini tim tentunya TNBTS bersama TNI, Polri, BPBD dan juga BPBD sekitar, dalam hal ini ada dari Malang, dari Batu, masih melakukan upaya pemantauan dan pemadaman," ujar Oemar, Jumat (11/9/2026).
Medan Terjal dan Angin Kencang Hambat Pemadaman
Kebakaran Sabana Blok Pengol diketahui terjadi sejak Kamis sore. Hingga Jumat sore, api masih belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
Baca Juga: Beritakan Proyek PUPR Konawe Rp8,1 Miliar, Pimpinan Redaksi Portal Terkini Mengaku Dapat Ancaman
Oemar menjelaskan, salah satu kendala utama dalam proses pemadaman adalah kondisi medan. Kawasan yang terbakar berada di lokasi dengan ketinggian serta memiliki sejumlah tebing yang sulit didaki.
Selain itu, angin kencang membuat pengendalian api menjadi semakin sulit. Tim gabungan kemudian melakukan penyekatan di sejumlah titik untuk mencegah api menjalar ke wilayah yang lebih rendah.
Baca Juga: Proyek Rabat Beton Jalan Salak Sampang Dikeluhkan Warga, K3 dan Kualitas Pekerjaan Disorot
"Yang menjadi kendala adalah ketinggian, tebing yang sulit untuk didaki dan juga angin yang kencang. Sehingga hingga saat ini kami melakukan penyekatan-penyekatan supaya api tidak menjalar ke bawah," jelasnya.
Pemadaman Dilakukan Secara Manual dan Water Bombing
Untuk mencegah kebakaran semakin meluas di kawasan Bukit Pengol, tim gabungan menerapkan sejumlah metode pemadaman. Selain penanganan secara manual, petugas juga melakukan pemadaman dari udara menggunakan helikopter melalui operasi water bombing.
Upaya pemadaman dari udara tersebut dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur. Namun, operasi water bombing juga menghadapi kendala karena kabut yang muncul di kawasan pegunungan.
"Selain secara manual, upaya pemadaman juga dilakukan menggunakan heli atau water bombing yang dilakukan oleh Provinsi Jatim, dalam hal ini BPBD Provinsi," kata Oemar.
Menurut Oemar, kabut yang muncul sewaktu-waktu dapat menghambat penerbangan helikopter. Kondisi tersebut membuat operasi water bombing tidak selalu dapat dilakukan secara optimal.
Baca Juga: Dokter Ungkap 7 Makanan yang Bisa Mengganggu Kesehatan Usus
Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Uang Palsu Sidoarjo-Karanganyar, 3 Tersangka Ditangkap
Tim Gabungan Berharap Cuaca Mendukung
Tim gabungan masih terus berupaya mengendalikan kebakaran dengan mengandalkan pemadaman manual dan bantuan dari udara.
Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam proses pemadaman. Tim berharap cuaca tetap mendukung sehingga api di Sabana Blok Pengol dapat segera dipadamkan.
"Mudah-mudahan hingga hari ini semuanya cerah dan api bisa segera dapat dipadamkan, baik melalui manual ataupun melalui water bombing," pungkasnya.
Baca Juga: Guru di Jombang Dilaporkan Diduga Perkosa Siswi hingga 13 Kali, Korban Trauma Berat
Editor : Ubaidillah