Usai Percobaan Bunuh Diri Mahasiswa, UB Perketat Akses Gedung Tinggi

Ubaidillah • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 05:54 WIB
Kampus Universitas Brawijaya (Foto: Muhammad Aminudin)
Kampus Universitas Brawijaya (Foto: Muhammad Aminudin)

 

RadarBangkalan.id - Universitas Brawijaya (UB) akan memperketat akses menuju gedung-gedung tinggi di lingkungan kampus. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari evaluasi setelah seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran berinisial RR (19) melakukan percobaan bunuh diri di lingkungan kampus.

Sekretaris Universitas Brawijaya Tri Wahyu Nugroho mengatakan evaluasi terhadap gedung tinggi menjadi perhatian Rektor UB. Pengetatan akses diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang.

Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Pil Koplo di Nganjuk, 1.459 Butir Double L Disita

"Pak Rektor sudah memberikan catatan dan meminta ada evaluasi terkait gedung-gedung tinggi di lingkungan kampus kita," ujar Tri Wahyu kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).

Akses Gedung Tinggi Akan Diperketat

Tri Wahyu menyebut rektor telah meminta agar akses menuju area gedung tinggi diperketat. Langkah tersebut akan diterapkan sebagai bagian dari upaya pengamanan fasilitas kampus.

"Akses-akses gedung yang tinggi. Kita nanti akan sangat lebih strict (ketat). Karena kemarin terjadi hal itu," tuturnya.

Baca Juga: Beritakan Proyek PUPR Konawe Rp8,1 Miliar, Pimpinan Redaksi Portal Terkini Mengaku Dapat Ancaman

Menurut Tri Wahyu, pengetatan akses tersebut diperkirakan mulai direalisasikan melalui anggaran tahun 2027. Salah satu rencana pengamanan adalah mempersempit ruang pada jendela atau pintu yang mengarah langsung ke luar gedung.

"Mungkin bisa realisasinya tahun depan, seperti akses buka jendela akan dipersempit, agar tidak bisa dilewati orang," bebernya.

Baca Juga: Proyek Rabat Beton Jalan Salak Sampang Dikeluhkan Warga, K3 dan Kualitas Pekerjaan Disorot

Jendela Akan Difungsikan untuk Sirkulasi Udara

UB juga mempertimbangkan perubahan fungsi jendela pada gedung-gedung tinggi. Jendela nantinya akan lebih diarahkan sebagai bagian dari sistem sirkulasi udara dan tidak menjadi akses yang mudah dilewati.

"Jadi fungsinya hanya untuk sirkulasi udara saja. Ini upaya pengamanan kita terhadap gedung tinggi," pungkasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi keamanan fasilitas kampus setelah terjadinya percobaan bunuh diri yang melibatkan mahasiswa UB.

Polisi Masih Dalami Motif

RR tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran UB angkatan 2025. Sebelumnya, RR diketahui melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari lantai 6 gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan pada Kamis (11/9) pagi.

Baca Juga: Kebakaran Sabana Blok Pengol Merembet ke Bukit Teletubbies, Tim Gabungan Berjibaku

 

Berdasarkan pemeriksaan CCTV, RR masuk ke gedung Fakultas Pertanian sekitar pukul 08.26 WIB.

Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Uang Palsu Sidoarjo-Karanganyar, 3 Tersangka Ditangkap

Sekitar pukul 08.50 WIB, seorang staf Fakultas Pertanian berinisial DST (48) yang berada di lantai 1 mendengar suara benda jatuh dari arah luar gedung.

Saksi kemudian mengecek area parkiran dan menemukan seorang mahasiswa telah jatuh di lokasi tersebut. Setelah olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai, korban dibawa ke IGD RSSA Malang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Polisi masih mendalami motif dugaan percobaan bunuh diri tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan.

Dugaan sementara, RR sempat terlibat cekcok dengan teman wanitanya sebelum melakukan percobaan bunuh diri.

Baca Juga: Polresta Sidoarjo Ungkap Modus WNA China Rekrut Admin Binance, Rekening Korban Dikuasai

Editor : Ubaidillah
percobaan bunuh diri fakultas kedokteran ub mahasiswa ub universitas brawijaya malang