Karhutla Gunung Bromo Makin Sulit Dikendalikan, Api Merembet ke Bukit Teletubbies

Ubaidillah • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 06:18 WIB
Pertugas tengah berupaya memadamkan karhutla di kawasan TNBTS (Foto: M Rofiq/detik)
Pertugas tengah berupaya memadamkan karhutla di kawasan TNBTS (Foto: M Rofiq/detik)

 

RadarBangkalan.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo semakin sulit dikendalikan. Angin kencang dan kondisi vegetasi yang kering membuat api cepat meluas hingga membakar savana Lembah Watangan yang dikenal sebagai Bukit Teletubbies.

Kebakaran terjadi di kawasan Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (12/9/2026) sore. Besarnya kobaran api sempat membuat petugas gabungan yang bersiaga di lokasi panik.

Baca Juga: Serda Ahmad Sempat Ditawari Jabatan di Mabes TNI AU Sebelum Tewas

Api yang sebelumnya berada di bagian atas Lembah Watangan dengan cepat merembet turun akibat tiupan angin. Kobaran kemudian membakar kawasan savana di bawahnya dan terus bergerak ke arah Jemplang, wilayah Kabupaten Malang.

Kencangnya angin juga memicu terbentuknya pusaran debu atau dust devil. Asap kebakaran terlihat berputar dan bergerak cepat mengikuti arah angin.

Petugas Kesulitan Padamkan Api

Petugas gabungan telah berupaya memadamkan api menggunakan air. Namun, medan yang sulit dan angin kencang membuat petugas kesulitan menjangkau sejumlah titik api.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, membenarkan api telah membakar kawasan Lembah Watangan dan terus bergerak ke arah Malang.

Baca Juga: Kebakaran Berulang di TNBTS Diselidiki, Kemenhut Dalami Dugaan Pidana

"Benar, api sudah membakar Lembah Watangan, dan saat ini api mengarah ke Malang," ujar Oemar, Sabtu (12/9/2026)

Oemar menjelaskan, kencangnya angin membuat kobaran api menyebar dengan cepat. Bahkan, pergerakan api terjadi ke sejumlah arah.

Baca Juga: Kebakaran Sabana Blok Pengol Merembet ke Bukit Teletubbies, Tim Gabungan Berjibaku

"Angin kencang menyebabkan api menyebar sangat cepat ke dua arah, menuju Probolinggo dan Jombang," katanya.

Selain angin, kondisi medan dan kabut tebal juga menjadi kendala petugas dalam melakukan pemadaman. Kondisi tersebut turut menyulitkan upaya pemadaman dari udara menggunakan metode water bombing.

"Medan yang sulit serta kabut tebal menjadi kendala utama, termasuk untuk operasi water bombing," kata Oemar.

Tim Fire Rescue Fokus Lakukan Penyekatan

Saat ini, Tim Fire Rescue BPBD Kabupaten Probolinggo memfokuskan penanganan dengan melakukan penyekatan dan pemadaman pada titik-titik api yang masih dapat dijangkau.

"Tim Fire Rescue BPBD saat ini fokus pada penyekatan dan pemadaman di titik yang bisa dijangkau," ujarnya.

Baca Juga: iPhone 18 Pro Max Resmi Hadir, Ini Bedanya dengan iPhone 17 Pro Max

Sementara itu, luasan area yang terbakar belum dapat dipastikan. Data mengenai luas kawasan terdampak masih menunggu pendataan resmi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Hingga Sabtu sore menjelang malam, api masih terus menjalar ke arah wilayah Malang.

Baca Juga: Beritakan Proyek PUPR Konawe Rp8,1 Miliar, Pimpinan Redaksi Portal Terkini Mengaku Dapat Ancaman

TNBTS Tutup Total Pintu Masuk Wisata Bromo

Untuk mengantisipasi pergerakan api sekaligus memastikan keselamatan pengunjung, Balai Besar TNBTS menutup total seluruh pintu masuk kawasan wisata Bromo.

Penutupan dilakukan sebagai langkah pengamanan karena kebakaran masih belum terkendali dan pergerakan api dipengaruhi angin kencang.

Editor : Ubaidillah
kebakaran bromo karhutla kebakaran tnbts probolinggo