RadarBangkalan.id - Kru MV Mau Hau mengungkap detik-detik mencekam saat mengevakuasi korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Dalam proses pencarian, mereka menemukan korban satu per satu, mulai dari yang mengapung hingga berada di dalam life raft.
Kru MV Mau Hau berinisial Mr B mengatakan proses evakuasi bermula ketika kapalnya berlayar menuju Tuban. Saat bertugas sebagai perwira jaga, dia menerima sinyal distress dan EPIRB yang menunjukkan adanya kapal dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor, Camat Pesanggaran Perkuat Pencegahan
Terima Sinyal Kapal Tenggelam
Mr B kemudian melaporkan sinyal tersebut kepada kapten. Kru MV Mau Hau langsung bersiap melakukan pencarian dan evakuasi korban.
"Nah, dari situ second langsung kasih tahu ke kapten. 'Kep, ada kapal tenggelam, ada kapal tenggelam.' Itu di jam 02.00 WITA," kata Mr.B kepada detikJatim, Senin (14/9/2026).
Kapten kemudian meminta seluruh kru melakukan emergency evacuation. Seluruh kru dibangunkan dan pencarian korban dimulai sekitar pukul 02.00 WITA.
"Dari jam 02.00 lewat kita menyisir dari barat itu, yang kami dapat, kami selamatkan nakhodanya. Kata nakhodanya itu jam 01.00-an itu kapalnya langsung kebalik, nakhodanya ada di kapal kami," jelasnya.
Cari Korban di Tengah Angin Kencang
Proses pencarian berlangsung dalam kondisi yang cukup mencekam. Angin bertiup dengan kecepatan lebih dari 30 knot dan disertai gelombang tinggi.
Baca Juga: Karhutla di Tulungagung Bakar 3 Hektare Lahan, Api Dekati Permukiman
"Tapi pokoknya sangat mencekam, bayangin kencang angin, angin sampai 30 knot ke atas, goyang, berombak. Kita pun sebagai evakuasi pasti lebih hati-hati juga, kita tidak boleh lengah, mencari kiri-kanan, kami pertama menemukan itu dua life raft kosong, kami temukan pertama itu di jam 02.00 WIB lewat, karena kita tidak ada pikiran untuk memegang HP atau apa, kita pikirannya fokus ingat orang, manusia," ujarnya.
Setelah memastikan tidak ada korban di sekitar dua life raft kosong tersebut, kru MV Mau Hau kembali menyisir wilayah perairan.
Baca Juga: Mata Merah Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Dokter Ungkap Gejalanya
"Ya udah, kami pastikan setengah jam tidak ada orang, keliling dua kali di situ. Nah, tidak ada orang, cari lagi telusuri. Kami pertama dapatkan 1 orang, udah dapat dia di life raft. Yang kedua dia satu orang mengapung-ngapung pakai life jacket. Yang ketiga dapat 8, lalu beberapa orang itu ramailah segerombolan," imbuhnya.
MV Mau Hau Evakuasi 16 Korban
Menurut Mr B, total korban yang berhasil dievakuasi oleh MV Mau Hau mencapai 16 orang, sesuai data Basarnas.
Salah satu korban yang ditemukan dalam kondisi berkelompok mengalami luka parah pada bagian kaki. Kru kapal kemudian berusaha memberikan pertolongan sembari menunggu tim SAR gabungan tiba.
"Kakinya almarhum sangat prihatin dan sangat luka parahlah. Sampai saya juga udah konfirmasi tuh udah pagi hari ya, udah 08.00 WIB. Sampai saya konfirmasi ke Basarnas Palangkaraya, saya minta tolong ke kawan saya yang bertugas di Kalimantan, 'Tolong sampaikan Basarnas segerakan dikirimkan bantuan,' saya bilang. Secepatnya saya bilang gitu. Karena kalau tidak ditanganin dalam kurun 1 jam atau 2 jam bakalan meninggal," tuturnya.
Sembari menunggu bantuan SAR, Mr B bersama kru MV Mau Hau berupaya mengurangi pendarahan pada kaki korban.
"Kami lakukan penanganan, pertama kami balut lukanya kami biar mengurangi pendarahan lagi, kami perban, kami kasih alkohol, kami Betadine. Selama 2 jam dia kesakitan, meninggal jam 10.16 WIB," papar dia.
Baca Juga: Makan Wortel Bisa Cegah Mata Minus? Ini Penjelasan Dokter Mata
Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Pil Koplo di Nganjuk, 1.459 Butir Double L Disita
Korban Bukan ABK MV Mau Hau
Mr B memastikan korban yang meninggal dunia di kapal MV Mau Hau bukan merupakan anak buah kapal (ABK) mereka. Hal tersebut diketahui setelah kru mengonfirmasi identitas korban kepada nakhoda KM Virgo Transport 8.
"Yang meninggal di kapal kami itu bukan, penumpang itu, bukan ABK. Soalnya kami tanya langsung sama Kak Nakhoda, 'Ini kenal tidak? Abang-Abang kenal tidak? Bapak-Bapak kenal beliau tidak?', Tidak ada yang kenal katanya," beber dia.
Sebelum meninggal dunia, korban tersebut disebut mengalami kesakitan hebat hingga tidak mampu berbicara. Korban hanya berulang kali menyebut nama ibunya.
"Bisa bicaranya nyebut ibunya doang," ujarnya singkat.
Kru MV Mau Hau Minta Informasi Korban Segera Sampai ke Keluarga
Mr B mengatakan kronologi evakuasi tersebut baru disampaikannya kepada detikJatim. Dia berharap informasi mengenai para korban dapat segera diketahui keluarga masing-masing.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Max Resmi Hadir, Ini Bedanya dengan iPhone 17 Pro Max
"Soalnya ini kan ngeri. Itu saya cuma menyampaikan yang riilnya aja. Sebenarnya kan kami itu cuma ingin lebih cepat tahu aja korban keluarganya. Dan nakhoda saya juga memberitahu ke kami semua, 'Jangan ada yang menyebarluaskan ke sosial media,' saat di kemarin paginya kan, di waktu udah pagi hari. Biar 1 orang aja jalurnya (yang menyebarkan informasi secara objektif), gitu, cuma 1 orang aja. Jadi kami cuma membantu setiap ada kenalan, beri tahu biar cepat gitu," tutur dia.
Setelah mengevakuasi belasan korban, kru MV Mau Hau mengaku kelelahan. Meski demikian, Mr B merasa lega karena dapat membantu menemukan dan menyelamatkan korban.
Baca Juga: Kebakaran Berulang di TNBTS Diselidiki, Kemenhut Dalami Dugaan Pidana
"Masih kram ini betis saya ini, kaki semua. Tapi lillahi ta'ala kami semua ikhlas dengan melakukannya kami tidak harus disanjung atau enggak. Karena kami juga tahu, tidur kami di atas laut, di atas air kan, karena kami sebagai rasa kemanusiaan harus diwajibkan menolong itu," pungkasnya.
129 Orang Masih Belum Ditemukan
KM Virgo Transport 8 diketahui terbalik dan tenggelam dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/8). Kapal tersebut mengangkut 243 orang.
Baca Juga: Kebakaran Sabana Blok Pengol Merembet ke Bukit Teletubbies, Tim Gabungan Berjibaku
Berdasarkan data sementara, sebanyak 114 korban telah dievakuasi. Rinciannya, 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sementara itu, masih terdapat 129 orang lainnya yang belum ditemukan.
Editor : Ubaidillah