Tak Mau Bayar Pertalite, Pria di Tulungagung Bacok Penjaga Toko

Ubaidillah • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 06:40 WIB
Toko kelontong Madura di Kecamatan Boyolangu, Tulungagung TKP pembacokan (Foto: Dok. Istimewa)
Toko kelontong Madura di Kecamatan Boyolangu, Tulungagung TKP pembacokan (Foto: Dok. Istimewa)

 

RadarBangkalan.id - Seorang penjaga toko kelontong Madura di Desa Wajaklor, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, menjadi korban pembacokan. Korban diserang setelah menegur seorang pembeli yang diduga enggan membayar pertalite yang telah dibelinya.

Kapolsek Boyolangu AKP Retno Pujiarsih mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (15/9/2026) malam. Saat itu, pelaku berinisial MF (34), warga Desa Kepuh, datang ke toko milik korban berinisial ME untuk membeli pertalite.

Baca Juga: Nama Dicatut dalam Kasus Pasar Karangploso, Anggota DPRD Malang Adeng Lapor Polisi

"Pelaku datang ke toko sekitar pukul 23.00 WIB untuk membeli bensin dengan dilayani oleh saksi ME," kata AKP Retno, Rabu (16/9/2026).

Pembeli Enggan Bayar Pertalite

Setelah pertalite selesai diisi, MF diduga enggan membayar dan hendak meninggalkan toko. ME kemudian menegur pelaku terkait pembayaran tersebut.

Teguran itu justru memicu pertengkaran antara pelaku dan korban. Keduanya terlibat adu mulut hingga menimbulkan kegaduhan di sekitar toko.

Rekan ME berinisial TS yang mendengar keributan tersebut kemudian keluar untuk melerai. Namun, situasi justru semakin memanas.

Baca Juga: Pria di Bondowoso Ditangkap, Diduga Perkosa Anak Tiri Selama 4 Tahun

Pelaku diduga mengeluarkan golok dan menyerang TS. Akibat pembacokan tersebut, korban mengalami sejumlah luka pada tubuhnya.

Baca Juga: Pekerja Proyek Revitalisasi SDN Suko 1 Sidoarjo Diduga Abaikan Standar K3

Polisi Tangkap Pelaku di Rumah

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Boyolangu. Petugas Reskrim Polsek Boyolangu bersama Satreskrim Polres Tulungagung melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan pelaku.

Tidak lama kemudian, polisi berhasil mengamankan MF di rumahnya. Petugas juga menyita golok yang diduga digunakan dalam aksi pembacokan tersebut.

"Pelaku berhasil kami amankan di rumahnya, beserta barang bukti golok yang digunakan untuk membacok korban," ujarnya.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi memperoleh informasi dan melakukan penyelidikan terkait keberadaan MF.

Baca Juga: Kru MV Mau Hau Ungkap Detik-detik Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejiwaan

Dalam proses penyelidikan, polisi juga memperoleh informasi dari masyarakat sekitar rumah pelaku dan perangkat desa mengenai kondisi kejiwaan MF.

Retno mengatakan terdapat informasi bahwa MF pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Lawang. Namun, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dari instansi berwenang untuk memastikan kondisi tersebut.

"Info dari tetangga dan perangkat desa, pelaku ada gangguan jiwa namun sampai saat ini pihak keluarga pelaku belum bisa menunjukkan surat keterangan bahwa pelaku ODGJ," kata Retno.

Baca Juga: Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor, Camat Pesanggaran Perkuat Pencegahan

Polisi belum menyimpulkan kondisi kejiwaan MF sebelum hasil pemeriksaan resmi diperoleh. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi pelaku dalam proses hukum.

Sementara itu, saat dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas, MF mengakui telah melakukan pembacokan terhadap korban.

"Namun, saat kami lakukan kroscek, pelaku ditanya mengakui bahwa dia telah membacok korban," kata Retno.

Kasus tersebut kini masih ditangani polisi untuk proses penyidikan lebih lanjut, termasuk mendalami kronologi pembacokan dan kondisi korban.

Baca Juga: Karhutla di Tulungagung Bakar 3 Hektare Lahan, Api Dekati Permukiman

Editor : Ubaidillah
penjaga toko dibacok toko madura tulungagung pembacokan di tulungagung tulungagung