RadarBangkalan.id - Kekeringan di Kabupaten Ponorogo mulai meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat lima desa saat ini masuk dalam penanganan dampak kekeringan. Sementara satu desa lainnya, yakni Desa Caluk, Kecamatan Slahung, masih menjalani asesmen untuk menentukan kebutuhan air bersih warga.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun mengatakan lima desa yang terdampak tersebar di sejumlah kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Desa Karangpatihan dan Dungus di Kecamatan Pulung, Desa Munggu di Kecamatan Bungkal, Desa Sidoharjo dan Sidowayah di Kecamatan Jambon, serta Gelangkulon di Kecamatan Kroyan.
Baca Juga: Nama Dicatut dalam Kasus Pasar Karangploso, Anggota DPRD Malang Adeng Lapor Polisi
"Yang jelas kebutuhannya dirigen sama tandon," kata Masun saat menjelaskan kebutuhan penanganan kekeringan di wilayah Ponorogo, Rabu (16/9/2026).
Desa Caluk Masih Jalani Asesmen
Selain lima desa yang sudah masuk penanganan, BPBD Ponorogo mulai memetakan kondisi di Desa Caluk, Kecamatan Slahung. Namun, status penanganan di wilayah tersebut masih menunggu hasil asesmen lapangan.
Masun mengatakan asesmen dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga sekaligus menentukan bentuk bantuan yang diperlukan.
"Berarti lima. Tapi hari ini untuk Caluk masih asesmen, kebutuhannya apa? Yang jelas kebutuhannya jeriken sama tandon," ujarnya.
Baca Juga: Pria di Bondowoso Ditangkap, Diduga Perkosa Anak Tiri Selama 4 Tahun
Berdasarkan surat permohonan bantuan yang diterima BPBD Ponorogo, sekitar 10 kepala keluarga atau 30 jiwa di Desa Caluk terdampak kekeringan. Data tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut melalui asesmen di lapangan.
Baca Juga: Pekerja Proyek Revitalisasi SDN Suko 1 Sidoarjo Diduga Abaikan Standar K3
"Kalau dari surat kemarin yang terdampak sekitar 10 KK-an. 10 KK, 30 orang," jelas Masun.
Kekeringan Caluk Berulang
Masun menyebut kekeringan di Desa Caluk bukan kali pertama terjadi. Kondisi serupa juga pernah dialami warga di lokasi yang sama pada tahun sebelumnya.
Namun, penanganan kekeringan di Desa Caluk pada tahun lalu dilakukan oleh kelompok relawan Driver Ponorogo Selatan.
"Caluk tahun-tahun kemarin sudah. Sama, di lokasi yang sama. Cuma tahun kemarin Caluk itu menjadi ranahnya Driver Ponorogo Selatan," ungkapnya.
BPBD Ponorogo memastikan penanganan dampak kekeringan akan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk kelompok relawan dan mitra lainnya.
Bantuan untuk Desa Caluk nantinya akan dikoordinasikan berdasarkan hasil asesmen serta pembagian tugas dengan kelompok relawan yang terlibat.
Baca Juga: Kru MV Mau Hau Ungkap Detik-detik Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8
"Berapa pun BPBD Ponorogo mampu karena kan tidak sendiri, ada mitra-mitra lain," tegas Masun.
Baca Juga: Karhutla di Tulungagung Bakar 3 Hektare Lahan, Api Dekati Permukiman
BPBD Ponorogo Usulkan Tambahan Tangki Air
Meluasnya wilayah terdampak kekeringan juga membuat kebutuhan armada distribusi air bersih menjadi perhatian BPBD Ponorogo.
Saat ini BPBD Ponorogo memiliki tiga unit tangki air. Namun, satu unit di antaranya dinilai tidak lagi optimal digunakan karena kondisi kendaraan yang sudah tua dan mengalami kebocoran.
"Kita minta bantuan kalau ada sih satu tangki karena kita punya tiga, yang satu tidak maksimal kerjanya karena sudah bocor-bocor dan truknya tua," kata Masun.
BPBD Ponorogo berharap dapat memperoleh peremajaan satu unit armada tangki dengan kapasitas minimal 5.000 liter. Armada tersebut nantinya digunakan untuk menggantikan tangki lama yang kondisinya sudah tidak optimal.
"Kalau ada peremajaan kira-kira butuh satu saja untuk mengganti yang kapasitas 5.000 liter yang tidak layak," pungkasnya.
Dengan bertambahnya wilayah yang terdampak, BPBD Ponorogo terus melakukan pemantauan dan pemetaan kebutuhan air bersih. Penanganan juga akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah, relawan, serta mitra terkait.
Baca Juga: Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor, Camat Pesanggaran Perkuat Pencegahan
Editor : Ubaidillah