RadarBangkalan.id - PT Hersindo Logistic Indonesia di Surabaya akhirnya buka suara terkait viralnya unggahan perempuan yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual saat melamar kerja. Pihak perusahaan mengungkap oknum HRD yang disebut dalam laporan tersebut telah mengundurkan diri pada 14 September 2026.
Penasihat hukum PT Hersindo Logistic Indonesia, Amseki Tanaem, mengatakan pihaknya mengetahui bahwa HRD tersebut sudah tidak lagi bekerja di perusahaan. Pengunduran diri itu terjadi berdekatan dengan viralnya unggahan dugaan pelecehan di media sosial.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Pelamar Kerja, Disperinaker Surabaya Temukan Fakta soal Lowongan PT Hersindo
"HRD-nya diketahui sempat mengundurkan diri di tanggal 14 September yang lalu," kata Amseki kepada wartawan di kantor perusahaan, Jumat (18/9/2026).
Unggahan dugaan pelecehan tersebut muncul di Threads melalui akun @tikusgarong000 dan disebut viral sekitar lima hari sebelum pihak perusahaan memberikan keterangan.
Amseki mengaku belum mengetahui alasan HRD tersebut mengundurkan diri. Menurutnya, yang bersangkutan telah bekerja di perusahaan logistik tersebut selama kurang lebih satu tahun.
"Saya kurang tahu alasannya kenapa, karena saya belum membaca surat alasannya," ujarnya.
Baca Juga: 500 Personel Dikerahkan, Karhutla Gunung Wilis di Nganjuk Dipastikan Mereda
PT Hersindo Bantah Dugaan Pelecehan
Di tengah viralnya kasus tersebut, PT Hersindo Logistic Indonesia membantah adanya dugaan pelecehan seksual dalam proses wawancara kerja maupun pengisian formulir online yang disebut janggal oleh perempuan yang mengaku sebagai korban.
Baca Juga: Nama Dicatut dalam Kasus Pasar Karangploso, Anggota DPRD Malang Adeng Lapor Polisi
Pihak perusahaan menyatakan hingga kini belum menerima bukti terkait dugaan pelecehan tersebut.
"Iya, kami membantah adanya perbuatan tersebut," tegasnya.
Meski membantah, perusahaan tetap membuka ruang bagi perempuan yang mengaku menjadi korban untuk datang dan memberikan klarifikasi maupun bukti terkait dugaan yang disampaikan.
Amseki mengatakan perusahaan bersedia membantu apabila dugaan tersebut memang benar terjadi dan dilakukan oleh oknum yang terkait dengan perusahaan.
"Kami yakini itu dilakukan oleh oknum yang seharusnya dia bertanggung jawab melakukan perbuatan tersebut. Korban yang merasa dirugikan atas perbuatan tersebut, bisa datang kepada kami untuk memberikan klarifikasinya maupun menyampaikan bukti-bukti bahwasanya mereka diduga menjadi korban pelecehan seksual terhadap orang yang diduga HRD di perusahaan kami. Kami bersedia untuk membantu ketika hal tersebut memang benar adanya," pungkasnya.
Baca Juga: Pria di Bondowoso Ditangkap, Diduga Perkosa Anak Tiri Selama 4 Tahun
Baca Juga: Pekerja Proyek Revitalisasi SDN Suko 1 Sidoarjo Diduga Abaikan Standar K3
Kronologi Dugaan Pelecehan Saat Melamar Kerja
Sebelumnya, unggahan seorang perempuan yang mengaku mengalami pelecehan seksual ketika melamar pekerjaan di Surabaya viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut, pelaku disebut sebagai oknum Human Resource Development (HRD) sebuah perusahaan logistik.
Baca Juga: Kru MV Mau Hau Ungkap Detik-detik Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8
Unggahan tersebut dibuat melalui akun Threads @tikusgarong000. Perempuan tersebut mengingatkan para pencari kerja agar lebih berhati-hati ketika mengikuti proses rekrutmen, khususnya di perusahaan yang disebut dalam unggahannya.
Ia juga menyertakan bukti berupa data diri yang diisi melalui dua formulir online saat proses lamaran. Menurutnya, terdapat kejanggalan karena salah satu formulir meminta biodata dan foto sambil memegang KTP.
"Mulai dari proses rekrutmen tahap awalnya sedikit janggal. biasanya proses ke tahap interview cuma disuruh bawa dokumen, beda sama perusahaan ini dia suruh untuk mengisi terlebih dahulu 2 link, yang satu link untuk mengisi data diri tapi ini data dirinya yang sampai privasi banget bahkan sampai disuruh foto sambil pegang ktp sumpahh. Aku sertakan buktinya. Terus yang link 2 untuk tes online biasa," demikian unggahan yang dilihat detikJatim, Kamis (17/9/2026).
Kejanggalan lain, menurut pengakuan perempuan tersebut, terjadi ketika memasuki tahap wawancara. Ia menyebut proses interview berlangsung hingga sekitar dua jam dan menilai sikap HRD yang mewawancarainya terlalu ramah.
Dalam unggahannya, perempuan tersebut kemudian menuduh HRD melakukan pelecehan seksual dengan modus mempertanyakan orientasi seksual para pelamar perempuan.
Baca Juga: Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor, Camat Pesanggaran Perkuat Pencegahan
"Sumpah ini gak nyangka banget sihh, ternyata yang buat interview sampek 2 jam itu si oknum HRD ini melakukan pelecehan seksual kepada semua kandidat cewek. Modusnya beragam ada yang disuruh pijat paha dia bahkan dia mau lepas celana kek whatttt jnck banget, ada yang yang disuruh cium bibir untuk membuktikan kalo kandidat ini gak lesbi," terang unggahan tersebut.
Dugaan tersebut saat ini masih menjadi laporan dan tuduhan dari pihak yang mengaku sebagai korban. PT Hersindo Logistic Indonesia menyatakan belum menerima bukti terkait dugaan pelecehan dan membantah adanya tindakan tersebut.
Baca Juga: Karhutla di Tulungagung Bakar 3 Hektare Lahan, Api Dekati Permukiman
Di sisi lain, Disperinaker Surabaya juga telah mendatangi perusahaan untuk menindaklanjuti laporan terkait kasus tersebut. Pemerintah kota berencana menelusuri data pelamar yang mengikuti proses rekrutmen dan melakukan klarifikasi untuk mendapatkan kejelasan mengenai dugaan yang dilaporkan.
Editor : Ubaidillah