RadarBangkalan.id - Sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim) mulai melaksanakan Salat Istisqa' sebagai ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun di tengah musim kemarau. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim memfokuskan pelaksanaan Salat Istisqa' di 24 kabupaten/kota yang telah menetapkan status kedaruratan kekeringan.
Sekretaris MUI Jatim, Hasan Ubaidillah atau Gus Ubed, mengatakan laporan pelaksanaan Salat Istisqa' telah diterima dari sejumlah wilayah, termasuk kawasan Pantura dan Mataraman.
Baca Juga: Rp101 Miliar untuk 56 Ruas Jalan Bangkalan, FPB Minta Pengawasan Diperkuat
"Jadi kami harap fokusnya di 24 kabupaten/kota (yang masuk status darurat kekeringan). Laporan yang telah kami terima, di beberapa wilayah kawasan Pantura dan Mataraman itu sudah melaksanakan," kata Gus Ubed kepada detikJatim, Senin (21/9/2026).
MUI Jatim Gerakkan Salat Istisqa'
Gus Ubed menjelaskan Salat Istisqa' merupakan ikhtiar batin yang dilakukan masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT berupa hujan di tengah kondisi kekeringan.
"MUI Jatim mengeluarkan instruksi terkait dengan salat Istisqa' kepada MUI kabupaten/kota untuk memfasilitasi dan menggerakkan MUI-MUI daerah, jemaah-jemaah yang ada di masjid-masjid, musala-musala untuk melaksanakan salat Istisqa', terutama di 24 kabupaten/kota yang sudah menetapkan status kedaruratan kekeringan. Ini ikhtiar batin kita bersama," bebernya.
Sejumlah daerah telah melaksanakan Salat Istisqa' setelah instruksi tersebut disampaikan.
Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Kebakaran Lahan di Towuti, TNI-Polri dan Damkar Bergerak Cepat
"Terbaru kemarin laporan di Gresik juga melakukan itu, Lamongan juga, termasuk Sidoarjo," tambahnya.
Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Kebakaran Lahan di Towuti, TNI-Polri dan Damkar Bergerak Cepat
Madura Belum Gelar Salat Istisqa'
Untuk wilayah Madura yang turut mengalami kondisi kekeringan, pelaksanaan Salat Istisqa' belum dilakukan di sejumlah daerah karena masyarakat sedang memasuki masa panen tembakau.
Menurut Gus Ubed, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan karena hujan yang turun saat panen dikhawatirkan memengaruhi hasil tembakau.
"Cuma ada juga yang saat ini di di daerah Madura maupun di Tapal Kuda itu sedang panen tembakau. Sehingga kalau melaksanakan salat Istisqa dikhawatirkan tembakaunya itu panennya tidak maksimal. Jadi memang ada hal yang disampaikan seperti itu. Tapi di beberapa daerah sudah melaksanakan salat Istisqa dengan difasilitasi dan digerakkan oleh MUI masing-masing daerah," tegasnya.
Pemprov Jatim Gelar Salat Istisqa' di Mojokerto
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Salat Istisqa' bersama Pemerintah Kabupaten Mojokerto pada Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Pelamar Kerja, Disperinaker Surabaya Temukan Fakta soal Lowongan PT Hersindo
Salat Istisqa' tersebut dipimpin Syekh Assayyid Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jailani. Kegiatan menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah dan masyarakat setelah berbagai langkah teknis dilakukan untuk menangani dampak kekeringan.
Ratusan jamaah mengikuti pelaksanaan Salat Istisqa' tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Mojokerto, masyarakat, hingga para pelajar.
Para jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk dan memanjatkan munajat agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat, manfaat, dan keberkahan bagi masyarakat Jawa Timur.
Baca Juga: 500 Personel Dikerahkan, Karhutla Gunung Wilis di Nganjuk Dipastikan Mereda
Editor : Ubaidillah