Puluhan Siswa Keracunan, MBG di SDN Kauman 1 Malang Disetop Lebih dari Sebulan

Ubaidillah • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 06:27 WIB
Kasek SD Kauman 1 Kota Malang Sentot Hariyanto. (Foto: Muhammad Aminudin/detik)
Kasek SD Kauman 1 Kota Malang Sentot Hariyanto. (Foto: Muhammad Aminudin/detik)

 

RadarBangkalan.id - SD Negeri Kauman 1 Kota Malang sudah lebih dari sebulan tidak menerima distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyaluran program tersebut dihentikan setelah puluhan siswa mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG pada akhir Juli 2026.

Kepala SD Negeri Kauman 1 Sentot Hariyanto mengatakan distribusi MBG dihentikan sejak kejadian pada 21 Juli 2026. Penghentian tersebut terjadi setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo 1 yang selama ini memasok makanan MBG ke sekolah terkena suspend.

Baca Juga: 28 Siswa MI di Jember Keracunan Usai Santap MBG, Susu Kedelai Disorot

"Sejak kejadian (keracunan) tidak ada distribusi MBG. Karena informasinya SPPG-nya kena suspend," ungkap Sentot ditemui di kantornya, Selasa (22/9/2026).

Sekolah Belum Mendapat Kepastian Kelanjutan MBG

Sentot mengatakan pihak sekolah hingga kini belum memperoleh kepastian mengenai kapan program MBG kembali berjalan. Menurut dia, belum ada keterangan resmi dari SPPG maupun koordinator MBG Kota Malang mengenai keberlanjutan distribusi makanan tersebut.

"Belum ada tindaklanjut darI BGN maupun SPPG," kata Sentot.

Baca Juga: Terjerat Utang Rp100 Juta dan Kena PHK, Pria Ini Curi 10 Motor di Mojokerto

 

Sebelumnya, SDN Kauman 1 masih menerima MBG pada akhir Juli 2026. Namun, sehari setelah makanan tersebut dibagikan, sejumlah siswa tidak masuk sekolah karena mengeluhkan diare dan muntah.

Baca Juga: BGN Pecat Karyawan SPPG yang Diduga Ejek Korban Keracunan MBG dari Karo

Sekitar 35 siswa saat itu tidak masuk sekolah dan mengeluhkan gangguan kesehatan. Pihak sekolah kemudian bersurat kepada SPPG untuk meminta tindak lanjut terkait makanan MBG yang diberikan.

Berdasarkan penelusuran puskesmas, terdapat sekitar 50 siswa yang dilaporkan mengalami sakit, meski makanan yang dikonsumsi siswa tidak seluruhnya sama.

"Dulu itu akhir Juli menerima MBG, besoknya beberapa siswa tidak masuk katanya diare muntah-muntah. Kami bersurat ke SPPG untuk menindaklanjuti MBG yang diberikan," ungkapnya.

Kondisi para siswa kemudian berangsur membaik. Pada hari berikutnya, mayoritas siswa sudah kembali masuk sekolah dan hanya dua siswa yang masih menjalani perawatan.

20 Persen Orang Tua Belum Setuju MBG Dilanjutkan

Selama distribusi MBG dihentikan, sekolah juga menerima berbagai pandangan dari orang tua siswa terkait kelanjutan program tersebut.

Baca Juga: Pemuda Gresik Histeris Saat Digerebek Polisi, 15 Paket Sabu Ditemukan di Kos Surabaya

SDN Kauman 1 memiliki sekitar 500 penerima manfaat. Untuk mengetahui sikap wali murid, sekolah mulai menyebarkan formulir melalui Google Form pada Senin (21/9/2026) malam.

"Komunikasi pro kontra ada. Akhirnya dibuat pertanyaan siapa yang bersedia dan siapa yang enggak," ungkapnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Teka-teki, Ini 7 Aktivitas yang Sering Disukai Orang Ber-IQ Tinggi

Hasil sementara menunjukkan sekitar 20 persen wali murid belum menyetujui program MBG dilanjutkan. Namun, pengisian kuesioner masih berlangsung sehingga angka tersebut belum menjadi keputusan akhir.

"Sekitar 20 persen menyatakan tidak setuju, dari google form yang kita bagikan kepada wali murid," tegasnya.

Sentot mengatakan sekolah tidak dapat mengambil keputusan secara mandiri karena SDN Kauman 1 merupakan sekolah negeri. Aspirasi dari wali murid nantinya akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan satuan tugas MBG.

"Untuk keputusan mutlak, kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan karena kami sekolah negeri," jelasnya.

Sebelumnya, sekolah juga sempat menunggu informasi dari Satgas MBG terkait kelanjutan program. Karena belum mendapat tindak lanjut, pihak sekolah kembali berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.

Sekolah Siap Terima MBG Lagi

Meski sempat terjadi kasus gangguan kesehatan pada siswa, SDN Kauman 1 pada prinsipnya tetap siap menerima kembali program MBG.

Baca Juga: Rp101 Miliar untuk 56 Ruas Jalan Bangkalan, FPB Minta Pengawasan Diperkuat

Sekolah bahkan telah menyiapkan ruangan yang nantinya dapat digunakan sebagai tempat penyaluran makanan apabila program kembali berjalan.

Baca Juga: Dugaan Pelecehan Pelamar Kerja, Disperinaker Surabaya Temukan Fakta soal Lowongan PT Hersindo

"Kami menerima MBG dan kami siapkan ruangannya juga untuk dikirim (MBG), katanya mulai besok lagi. Harapannya pertama supaya dapur memperbaiki kualitas. Tata kelola MBG mohon diperbaiki," harapnya.

Sekolah juga berharap ada pembenahan menyeluruh terhadap kualitas makanan, tata kelola distribusi, serta komunikasi antara dapur penyedia dan pihak sekolah.

Sekolah Tak Terima Laporan Tertulis Penanganan Kasus

Sentot mengaku pihak sekolah tidak pernah menerima laporan tertulis secara langsung mengenai hasil penanganan kasus yang terjadi pada akhir Juli 2026.

Informasi mengenai penanganan kasus tersebut lebih banyak diterima sekolah melalui pertemuan. Meski demikian, sekolah tetap mengikuti arahan dari pihak terkait.

"Secara tertulis kami tidak menerima laporan itu, hanya menerima informasi saat pertemuan. Tetap kami terima, tunduk patuh dengan arahan," bebernya.

Baca Juga: Kemarau Panjang Picu Kebakaran Lahan di Towuti, TNI-Polri dan Damkar Bergerak Cepat

Pihak sekolah berharap jika program MBG kembali dijalankan, kualitas makanan benar-benar dipastikan dan komunikasi dengan sekolah diperbaiki untuk mencegah kejadian serupa.

"Kita harap kualitas dapur terpenuhi dan komunikasi dengan sekolah," pungkasnya.

Satgas Sebut Bakteri E. coli pada Olahan Telur

Sebelumnya, Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Malang mengungkap dugaan penyebab puluhan siswa SDN Kauman 1 mengalami keracunan. Berdasarkan informasi Satgas, kejadian tersebut disebabkan bakteri E. coli pada olahan telur.

Baca Juga: Bukan Cuma Teka-teki, Ini 7 Aktivitas yang Sering Disukai Orang Ber-IQ Tinggi

Satgas kemudian memutuskan distribusi MBG dari SPPG tersebut dihentikan. SPPG Sukoharjo 1 di Kecamatan Klojen, Kota Malang, merupakan penyedia makanan MBG untuk SDN Kauman 1.

Berdasarkan data Satgas MBG Kota Malang, jumlah penerima manfaat di SDN Kauman 1 mencapai 538 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 siswa dilaporkan mengalami keracunan.

Editor : Ubaidillah
sd negeri kauman 1 bakteri e-coli Makan Bergizi Gratis malang keracunan mbg