RadarBangkalan.id - Akses kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya disegel mahasiswa selama dua hari. Setelah penyegelan dibuka, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA memastikan gerakan mahasiswa tetap berlanjut dengan sejumlah aksi lanjutan yang telah disiapkan.
Wakil Presiden DEMA UINSA Fadlurrahman Fazle mengatakan penyegelan kampus merupakan keputusan bersama mahasiswa setelah sejumlah aksi sebelumnya dinilai belum mendapat respons dari pihak rektorat.
Baca Juga: Terjerat Utang Rp100 Juta dan Kena PHK, Pria Ini Curi 10 Motor di Mojokerto
Menurut Fazle, keputusan tersebut diambil setelah mahasiswa melakukan kajian terhadap tuntutan yang disampaikan. Mahasiswa juga mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa lain yang masih harus mengakses kampus untuk kegiatan akademik.
"Itu memang menjadi keputusan teman-teman DEMA dan SEMA dengan tanpa alasan. Teman-teman juga mempunyai kajian yang mendalam mengenai tuntutan atau poin yang tentunya krusial, yang kemudian bisa memahamkan kawan-kawan yang ada di rumah atas alasan menyegel kampus, tetapi tidak melumpuhtotalkan kampus," kata Fazle, Selasa (22/9/2026).
Penyegelan Jadi Bentuk Eskalasi Aksi
Penyegelan dilakukan mahasiswa sebagai salah satu bentuk tekanan kepada pihak rektorat agar aspirasi mereka mendapat respons. DEMA menyebut sebelumnya mahasiswa telah melakukan sejumlah aksi, tetapi belum memperoleh respons yang diharapkan dari Rektor UINSA Akhmad Muzakki.
Baca Juga: 28 Siswa MI di Jember Keracunan Usai Santap MBG, Susu Kedelai Disorot
"Kita sudah mendiskusikan beberapa upaya, hingga kita akhirnya sepakat untuk menyegel rektorat. Kita tunggu beberapa hari hanya untuk menunggu rektor Muzakki menemui massa aksi" lanjutnya.
Fazle mengatakan penyegelan merupakan bentuk eskalasi setelah aksi-aksi sebelumnya dinilai belum menghasilkan respons dari rektorat. Namun, aksi tersebut sejak awal tidak direncanakan berlangsung dalam waktu lama.
Baca Juga: BGN Pecat Karyawan SPPG yang Diduga Ejek Korban Keracunan MBG dari Karo
"Kita sebelumnya sudah melalukan aksi lain sebelum menyegel kampus, tapi ya, itu tidak ada upaya, tidak ada efek, tidak ada iktikad baik dari rektor, maka amarah mahasiswa memuncak, maka kita coba untuk menyegel rektorat dan kampus selama 2 hari atau 3 hari gitu," jelasnya.
DEMA Pertimbangkan Mahasiswa yang Tetap Butuh Kampus
DEMA UINSA menegaskan penyegelan tidak dimaksudkan berlangsung tanpa batas waktu. Mahasiswa mempertimbangkan adanya mahasiswa lain yang tetap membutuhkan akses kampus untuk mengikuti perkuliahan maupun kegiatan lainnya.
"Kampus tidak segel dalam jangka waktu yang lama atau sampai Pak Muzakki datang. Sebab masih banyak teman-teman yang ingin ke kampus untuk mengikuti perkuliahan atau lainya. Ya itu pertimbangan dari mahasiswa lain," katanya.
Baca Juga: Pemuda Gresik Histeris Saat Digerebek Polisi, 15 Paket Sabu Ditemukan di Kos Surabaya
Dengan pertimbangan tersebut, penyegelan hanya dilakukan dalam waktu terbatas. Setelah akses kampus dibuka, DEMA memastikan gerakan mahasiswa masih akan berlanjut.
DEMA Siapkan Aksi Lanjutan
Fazle mengatakan mahasiswa masih menyiapkan sejumlah aksi setelah penyegelan kampus berakhir. Namun, dia belum merinci bentuk aksi lanjutan yang akan dilakukan.
"Tetap, akan ada upaya upaya aksi lanjutan," ucapnya singkat.
Baca Juga: Petani Bojonegoro Ambil 2 Kayu Jati, Upaya Restorative Justice Ditolak Perhutani
Pada hari kedua penyegelan, mahasiswa juga menggelar salat hajat sebagai bagian dari aksi simbolik.
"Salat hajat sebagai aksi simbolik," katanya singkat.
Ada Pro Kontra di Kalangan Mahasiswa
Penyegelan akses kampus juga memunculkan perbedaan sikap di kalangan mahasiswa. Sebagian mahasiswa mendukung aksi, sementara lainnya keberatan karena akses kampus ikut berdampak pada kegiatan perkuliahan.
DEMA UINSA menyebut perbedaan pendapat tersebut merupakan hal yang wajar. Menurut Fazle, sebagian mahasiswa tetap memiliki kebutuhan untuk mengikuti perkuliahan secara langsung di kampus.
Baca Juga: Rp101 Miliar untuk 56 Ruas Jalan Bangkalan, FPB Minta Pengawasan Diperkuat
"Itu wajar lah, wajar jika ada pro kontra sebab mereka juga butuh mengikuti perkuliahan, makanya kita menyegel kampus rencananya dalam 3 hari tidak terlalu lama. Kita juga mendengarkan dari mereka yang kontra atas penyegelan ini," pungkasnya.
Editor : Ubaidillah