Santri Difabel di Gresik Diduga Disetrika Senior hingga 2 Kali, Kini Trauma ke Ponpes

Ubaidillah • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 08:32 WIB
Kondisi punggung dan tangan D (15), santri di Dukun, Gresik disetrika para senior yang malah dilindungi ponpes (Foto: Dok.
Istimewa)
Kondisi punggung dan tangan D (15), santri di Dukun, Gresik disetrika para senior yang malah dilindungi ponpes (Foto: Dok. Istimewa)

 

RadarBangkalan.id - Seorang santri difabel berinisial D (15) di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya di pondok pesantren (ponpes). Korban disebut mengalami luka bakar di bagian punggung dan tangan setelah diduga disetrika.

Akibat kejadian tersebut, korban disebut mengalami trauma dan enggan kembali ke pondok pesantren. Bahkan, korban disebut menangis ketika berada di sekitar lingkungan ponpes.

Baca Juga: Mantan Kepsek SMPN 18 Malang Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Kekerasan Siswa

"Korban trauma pol. Di depan pondok aja dia nangis," kata tetangga korban yang enggan disebutkan namanya kepada detikJatim, Sabtu (26/9/2026).

Tetangga korban juga menyebut para senior yang diduga menjadi pelaku masih berada di lingkungan ponpes. Menurut dia, korban dan keluarganya merasa kecewa dengan penanganan kasus tersebut.

"Iya, pelaku bebas gak ada hukuman apa-apa, tetap mondok juga. Waktu saya datangi korban itu bener-bener kasian, wes bener-bener gak mau mondon anaknya," terangnya.

Diduga Mengalami Perundungan Berulang

Kasus tersebut diduga bukan pertama kali dialami korban. Tetangga korban menyebut perundungan terhadap D diduga telah terjadi beberapa kali sebelum puncaknya korban mengalami luka akibat disetrika.

Baca Juga: Muzakki Dicopot, Mahasiswa UINSA Tetap Segel Kampus hingga Rektor Definitif Ditetapkan

"Itu kayaknya beberapa kali. Yang pertama itu katanya kena pelipis telinga. Korban juga tak pernah menceritakan apa yang dialaminya kepada pihak keluarga," tuturnya.

Baca Juga: Ambulans BPJS Watch Bawa Jenazah ke Sampang Diduga Dihalangi Oknum Satpol PP Surabaya

Sebelumnya, foto yang memperlihatkan kondisi D setelah diduga menjadi korban perundungan dan penganiayaan seniornya beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Dalam foto yang beredar, korban tampak mengalami luka bakar di bagian punggung dan tangan. Selain itu, terdapat lebam di bagian leher dan sejumlah bagian tubuh lainnya.

Informasi yang beredar juga menyebut korban merupakan anak difabel dan mengalami keterbatasan dalam berbicara serta berjalan.

"Warga IG mau berbagi kisah pembulian nih di salah satu pondok yang ada di Kota Gresik. Nah korbannya ini anak disabilitas, eh pihak pondok disamperin sama keluarga malah pelakunya dilindungi," demikian keterangan yang dikutip detikJatim dan telah diizinkan dari pengunggah.

"Secara si korban ini pendiam terus jalannya aja agak gak jangkep, terus ngomongnya juga terbatas mana bisa menyetrika diri sendiri itu," imbuh keterangan selanjutnya.

Keluarga Sebut Korban Diduga Disetrika Dua Kali

Unggahan tersebut kemudian mendapat berbagai komentar dari warganet yang mengaku memiliki hubungan keluarga dengan korban. Salah satunya akun bernama Ziya yang mengaku sebagai saudara D.

Baca Juga: Diabetes Tak Selalu Harus Minum Obat Seumur Hidup, Dokter Ungkap Peluang Remisinya

Ziya menyebut korban telah dua kali mengalami tindakan serupa. Menurut keterangannya, kejadian pertama menyebabkan luka di sekitar telinga dan pelipis, sedangkan kejadian kedua menyebabkan luka seperti yang terlihat dalam foto yang beredar.

Baca Juga: Terjerat Utang Rp100 Juta dan Kena PHK, Pria Ini Curi 10 Motor di Mojokerto

"Kebetulan itu saudaraku, kata korban sudah 2x dia disetrika. Pertama kena kuping pelipis. Kedua kaya yg difoto itu," demikian keterangan Ziya.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap santri difabel tersebut kini menjadi perhatian karena korban disebut mengalami trauma dan tidak ingin kembali ke lingkungan pondok pesantren.

Editor : Ubaidillah
santri disetrika senior santri difabel santri di gresik perundungan santri penganiyaan di gresik