DEMA UINSA Buka Segel 2 Kampus, Gedung Rektorat Tetap Diblokade

Ubaidillah • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 06:14 WIB
Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA Surabaya, Fadlurrakhman Fazle Purwardana. (Foto: Esti Widiyana/detik)
Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA Surabaya, Fadlurrakhman Fazle Purwardana. (Foto: Esti Widiyana/detik)

 

RadarBangkalan.id - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berencana membuka segel di dua area kampus pada Senin (28/9/2026). Namun, aksi penyegelan tetap berlanjut dengan fokus dialihkan ke Gedung Rektorat UINSA di Jalan Ahmad Yani.

Sebelumnya, mahasiswa menyegel akses Kampus 1 UINSA di Jalan Ahmad Yani dan Kampus 2 di Jalan Gunung Anyar. Mulai Senin, dua area tersebut akan kembali dibuka agar aktivitas akademik dapat berjalan.

Baca Juga: Balita 3 Tahun di Pamekasan Meninggal di ICU, Keluarga Ceritakan 5 Hari Menanti Rujukan

Sementara itu, Gedung Rektorat akan tetap ditutup secara penuh. DEMA UINSA menyebut pengalihan titik penyegelan tersebut ditujukan untuk mendesak Senat Universitas dan Kementerian Agama (Kemenag) segera menetapkan rektor definitif.

Gedung Rektorat UINSA Jadi Fokus Aksi

Wakil Presiden DEMA UINSA Surabaya, Fadlurrakhman Fazle Purwardana alias Ale, mengatakan pemblokiran Gedung Rektorat akan dilakukan dengan menutup seluruh akses.

"Iya, blokade rektorat ini untuk tetap mengawal. Ini kami akan tutup semua akses," ujar Ale saat ditemui wartawan di Kampus 1 UINSA, Minggu (27/9/2026).

Menurut Ale, sebelumnya mahasiswa masih memberikan akses terbatas ke Gedung Rektorat karena terdapat sejumlah tanggung jawab yang harus diselesaikan.

Baca Juga: Muzakki Dicopot, Mahasiswa UINSA Tetap Segel Kampus hingga Rektor Definitif Ditetapkan

Namun, DEMA UINSA kini memutuskan untuk memusatkan aksi di gedung tersebut sebagai bentuk tekanan agar proses penetapan rektor definitif segera dilakukan.

Baca Juga: Remaja 16 Tahun Ini Bisa Ingat Detail Hidup Sejak Usia 3 Bulan, Kok Bisa?

"Kemarin kan yang kita tutup hanya sebagian akses karena masih harus ada tanggung jawab yang harus diselesaikan. Tapi sekarang kami akan fokus ke gedung rektorat ini sehingga itu menjadi titik untuk pressure bagi Senat dan Kemenag segera menentukan rektor definitif," tegasnya.

Segel Dua Kampus Dibuka untuk Aktivitas Akademik

Keputusan membuka segel di Kampus 1 dan Kampus 2 UINSA dilakukan dengan mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas akademik mahasiswa.

Salah satunya berkaitan dengan kegiatan praktikum di Fakultas Kedokteran, Teknik, dan Psikologi. Sejumlah kegiatan di laboratorium membutuhkan pengawasan rutin terhadap bahan-bahan kimia yang digunakan dalam praktikum.

"Kami akan membuka segel itu besok, mungkin mulai pagi sudah kami buka dan akan dialihkan ke Gedung Rektorat. Dua kampus sekaligus," lanjut Ale.

Dengan pembukaan dua area kampus tersebut, kegiatan perkuliahan dan praktikum mahasiswa diharapkan dapat kembali berjalan seperti biasa.

Baca Juga: Pria Bratang Gede Surabaya Ditangkap, Pesan Sabu dari Bangkalan untuk Dijual

Baca Juga: Santri Difabel di Gresik Diduga Disetrika Senior hingga 2 Kali, Kini Trauma ke Ponpes

Aksi Penyegelan Sudah Berlangsung Sepekan

Aksi penyegelan yang dilakukan DEMA UINSA telah berlangsung selama sepekan sejak Senin (21/9/2026).

Sebelumnya, mahasiswa sempat memblokir akses utama di Kampus 1 dan Kampus 2 UINSA. Meski demikian, aktivitas perkuliahan tetap berlangsung karena mahasiswa dan tenaga pendidik masih dapat menggunakan akses alternatif.

Baca Juga: Ambulans BPJS Watch Bawa Jenazah ke Sampang Diduga Dihalangi Oknum Satpol PP Surabaya

Mulai Senin (28/9/2026), titik utama aksi akan dipusatkan di Gedung Rektorat.

DEMA UINSA menyatakan blokade Gedung Rektorat akan terus dilakukan sebagai bentuk pengawalan terhadap tuntutan mahasiswa mengenai penetapan rektor definitif.

Sementara itu, dua area kampus lainnya akan kembali dibuka sehingga aktivitas akademik dan praktikum mahasiswa dapat berlangsung.

Editor : Ubaidillah
uinsa rektor uinsa penyegelan kampus surabaya