RadarBangkalan.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama akademisi dan sejumlah pihak terkait tengah menyusun kamus resmi Boso Walikan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga bahasa khas Malang tersebut agar tidak semakin tergerus, terutama di kalangan generasi muda.
Rencana pembakuan Boso Walikan disampaikan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat usai menghadiri Gerakan Sosial Budaya 'Ngalam Hebak 2026' di Sasana Krida Budaya Celaket, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga: Balita 3 Tahun di Pamekasan Meninggal di ICU, Keluarga Ceritakan 5 Hari Menanti Rujukan
Wahyu mengatakan penyusunan kamus Boso Walikan penting sebagai dokumen historis sekaligus akademis. Pemkot Malang saat ini juga telah bekerja sama dengan perguruan tinggi swasta di Kota Malang dalam proses penyusunannya.
"Ya, ini sudah ada kamusnya, kita sedang susun dan kita sudah kerja sama dengan perguruan tinggi swasta yang ada di Kota Malang," kata Wahyu kepada awak media, Minggu (27/9/2026).
Boso Walikan dan Sejarah Perjuangan di Malang
Upaya pembakuan Boso Walikan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya lokal. Bahasa khas Malang tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.
Boso Walikan disebut pertama kali dicetuskan oleh pahlawan lokal Mayor Hamid Rusdi. Bahasa terbalik tersebut digunakan sebagai salah satu strategi komunikasi dan bahasa sandi para pejuang untuk mengelabui mata-mata musuh.
Baca Juga: Pria Bratang Gede Surabaya Ditangkap, Pesan Sabu dari Bangkalan untuk Dijual
Karena memiliki nilai sejarah tersebut, kajian akademis mengenai Boso Walikan juga disiapkan untuk mendukung upaya Pemkot Malang melengkapi dokumen pengusulan Mayor Hamid Rusdi sebagai Pahlawan Nasional kepada Kementerian Sosial.
Baca Juga: Santri Difabel di Gresik Diduga Disetrika Senior hingga 2 Kali, Kini Trauma ke Ponpes
Pemkot Malang Lengkapi Kajian Mayor Hamid Rusdi
Wahyu mengatakan perjuangan Mayor Hamid Rusdi menjadi salah satu alasan Pemkot Malang serius mengembangkan kajian akademis terkait sejarah Boso Walikan dan tokoh tersebut.
"Latar belakangnya karena Mayor Hamid Rusdi ini sudah berjuang mempertaruhkan nyawanya. Ceritanya ada dan monumennya ada di Kelurahan Wonokoyo. Makanya kita serius melengkapi kajian akademis ini untuk mengusulkan beliau menjadi Pahlawan Nasional," tegas Wahyu.
Dengan penyusunan kamus, Boso Walikan diharapkan memiliki dokumentasi yang lebih terstruktur sehingga sejarah dan kosakatanya dapat dipelajari serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Baca Juga: Tulungagung Jadi Lokasi Uji Coba Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan Kemenkes
Editor : Ubaidillah