Transaksi SPKLU di Jawa Timur Tembus Rp14,8 Miliar hingga Agustus 2026

Ubaidillah • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 06:07 WIB
General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Timur Eric Rossi Priyo Nugroho (Foto: Esti Widiyana/detik)
General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Timur Eric Rossi Priyo Nugroho (Foto: Esti Widiyana/detik)

 

RadarBangkalan.id - Transaksi pengisian kendaraan listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Jawa Timur mencapai Rp14,8 miliar hingga Agustus 2026. Nilai tersebut meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Berdasarkan catatan PT PLN (Persero) UID Jawa Timur, transaksi pengisian listrik kendaraan pada Januari-Agustus 2026 mencapai Rp14.827.328.638 dengan konsumsi listrik sebanyak 5.590.585 kWh. Pada periode yang sama 2025, transaksi tercatat Rp7.184.599.983 dengan konsumsi 2.712.139 kWh.

Baca Juga: Gudang Produk Impor Ilegal Dibongkar BPOM di Tangerang, 287 Item Disita

Peningkatan transaksi tersebut terjadi seiring bertambahnya penggunaan kendaraan listrik di Jawa Timur. Untuk mendukung kebutuhan pengisian daya, PLN juga terus menambah jumlah SPKLU di berbagai wilayah.

General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Timur Eric Rossi Priyo Nugroho mengatakan PLN menambah 75 unit SPKLU pada 2026.

"Sekarang 60-an (unit). Sampai 2026 total 327 unit di 185 lokasi (SPKLU)," kata Eric kepada wartawan usai meresmikan SPKLU di Kantor PLN ULP 3 Surabaya Barat, Kamis (1/10/2026).

PLN Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik

Eric menjelaskan, penambahan SPKLU di Jawa Timur merupakan bagian dari upaya PLN mendukung masyarakat yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar konvensional ke kendaraan listrik.

Baca Juga: Demi Biayai Judi Online, 2 Pemuda Tuban Bobol 13 Sekolah di Jatim-Jateng

"Saat ini dengan kondisi bahan bakar minyak yang sudah semakin langka didapat dan kalaupun mudah didapatkan harganya tinggi atau naik terus," jelasnya.

Baca Juga: Jatanras Polda Jatim Bekuk 4 Maling Motor Matik, Total Beraksi 11 Kali

Menurut Eric, ketersediaan SPKLU masih perlu ditingkatkan seiring dengan pertumbuhan kendaraan listrik di Jawa Timur.

Saat ini, rasio ketersediaan SPKLU dibandingkan kendaraan listrik di Jawa Timur berada di angka sekitar 1:18. Artinya, satu SPKLU melayani sekitar 18 kendaraan listrik.

PLN menargetkan rasio tersebut dapat semakin mendekati angka ideal yang ditetapkan perusahaan, yakni 1:10 hingga 1:12 pada akhir 2026.

"Untuk targetnya memang kami menuju ke 1:10 atau 1:12 ya (akhir tahun 2026)," ujarnya.

PLN Masih Evaluasi Kebutuhan SPKLU 2027

Untuk penambahan SPKLU pada 2027, PLN UID Jawa Timur belum menetapkan proyeksi jumlah unit yang akan dibangun.

Eric mengatakan PLN masih akan melihat tingkat penggunaan energi serta masukan dari pengguna kendaraan listrik untuk menentukan lokasi dan kapasitas SPKLU yang dibutuhkan.

Baca Juga: Mantan Kepsek SMPN 18 Malang Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Kekerasan Siswa

"Sebenarnya tahun depan belum. Ini kita mau melihat dulu penggunaan energinya, kemudian masukan dari para pengguna kendaraan listrik. Jadi, di mana lagi yang dibutuhkan, kemudian harapannya kapasitas berapa?," pungkasnya.

Editor : Ubaidillah
transaksi pengisian spklu pln jawa timur kendaraan listrik