RadarBangkalan.id - Penanganan genangan di kawasan Simo Pomahan dan Simo Kalangan, Surabaya, dilakukan dengan sejumlah pekerjaan pada sistem drainase. Selain pengerukan sedimentasi sungai, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSABM) Kota Surabaya melakukan pelebaran saluran untuk membagi aliran air menuju beberapa jalur pembuangan.
Kepala Rayon Tandes Bidang Drainase DSABM Surabaya, Marvin Novinto, mengatakan sistem aliran air di kawasan Simo saling berkaitan. Karena itu, penanganan genangan dilakukan berdasarkan sistem saluran yang ada di kawasan tersebut.
Baca Juga: Gudang Produk Impor Ilegal Dibongkar BPOM di Tangerang, 287 Item Disita
"Jadi untuk penuntasan genangan, itu dijadikan kita by system, Di Simo ini kan ada sistem pintu air ke Greges sama ke Balongsari. Nah ini kedua sistem itu kita ada perlakuan," kata Marvin pada (1/10/2026).
Dua Sistem Drainase Simo Ditangani
Marvin menjelaskan terdapat dua sistem yang menjadi bagian dari penanganan drainase di kawasan Simo. Salah satu sistem ditangani melalui pengerukan sedimentasi, sedangkan sistem lainnya mendapat pekerjaan pelebaran saluran.
Pelebaran saluran dilakukan untuk membagi aliran air yang sebelumnya lebih terkonsentrasi di kawasan Simo Kalangan. Air nantinya diarahkan melalui beberapa jalur sehingga beban pada satu saluran dapat berkurang.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir yang berdampak pada kawasan Banyuurip dan Simo.
Baca Juga: Demi Biayai Judi Online, 2 Pemuda Tuban Bobol 13 Sekolah di Jatim-Jateng
"Makannya, pengerukan sendimentasi ini penting, karena belum dikeruk sejak tahun 2013an dan sudah 2 Meter sendimentasinya yang terendap," katanya.
Kondisi Saluran Jalan Raya Berpengaruh
Menurut Marvin, persoalan genangan di kawasan Simo juga berkaitan dengan kondisi saluran di sekitar jalan raya. Ketika saluran di jalan belum mampu menampung aliran air, limpasan dapat bergerak menuju kawasan permukiman.
Baca Juga: Mantan Kepsek SMPN 18 Malang Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Kekerasan Siswa
"Kalau jalan rayanya sudah aman, otomatis jadi kampung juga aman. Karena untuk yang di kampung itu kan lebih terpengaruh dari aliran sungai dekat jalan raya," ujarnya.
Karena itu, penanganan genangan tidak hanya berfokus pada saluran di permukiman, tetapi juga mempertimbangkan keterhubungan antara saluran di jalan raya dan sistem sungai di kawasan Simo.
Pengerukan Simo Pomahan Dilakukan dari Dua Arah
Sementara itu, pengerukan sedimentasi di Simo Pomahan dilakukan hingga bagian dasar saluran. Pekerjaan tersebut menggunakan excavator mini dan dikerjakan dari dua arah untuk mempercepat proses pengerukan.
"Jadi ada 2 tim yang dibagi, tim satu mulai menguruk dari ujung dekat jembatan, dan satunya lagi dekat daerah Kalangan sana, masing masing pakai excavator, dan nanti mereka bakal bertemu di titik tengah," terangnya.
Baca Juga: 11 Siswa Keracunan MBG, SPPG Gowa Pattallassang Kembali Beroperasi
Material sedimentasi berupa lumpur yang dikeruk kemudian diangkat secara bertahap menggunakan excavator mini ke excavator lain yang berada di bagian atas.
Baca Juga: Balita 3 Tahun di Pamekasan Meninggal di ICU, Keluarga Ceritakan 5 Hari Menanti Rujukan
Selanjutnya, material tersebut diangkut menggunakan truk menuju tempat pembuangan di Osowilangon.
"Kotoran kotoran sendimentasi lumpur ini nanti biasanya kalau ga dibuang ke area Osowilangon ya biasanya diminta ke Dinas Lingkungan Hidup buat pupuk taman," pungkasnya.
Editor : Ubaidillah