Radarbangkalan.id - Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur berinisial KA mengungkap informasi mengenai dugaan ucapan dosen mata kuliah Bela Negara yang dinilai mengandung unsur seksis saat proses perkuliahan. Informasi tersebut kini masih didalami dan diadvokasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UPN Veteran Jatim.
KA mengatakan informasi awal mengenai dugaan tersebut beredar melalui sebuah menfess di media sosial. Dalam unggahan itu, seorang dosen Bela Negara disebut kerap membahas hal-hal yang dianggap seksis saat mengajar di kelas.
Baca Juga: Wanita di Gresik Diduga Bacok Tunangan hingga Tewas, Lalu Telepon 110
"Awal mula informasi ini beredar adalah ketika ada seseorang yang mengirimkan menfess yang salah satu isinya menceritakan mengenai dosen Bela Negara yang kerap membahas hal-hal yang dianggap seksis di dalam kelas," kata KA saat dihubungi detikJatim, Sabtu (3/10/2026).
Setelah menfess tersebut tersebar, KA mengaku menerima informasi dari sejumlah mahasiswa lain yang menyampaikan keresahan maupun pengalaman serupa. Beberapa menfess lain kemudian muncul dan berisi cerita mengenai ucapan serta perilaku dosen yang dinilai tidak pantas dalam proses pembelajaran.
Dugaan Ucapan Bernuansa Seksual di Kelas
Salah satu informasi yang diterima KA berkaitan dengan pembahasan materi empat sehat lima sempurna. Menurut keterangan informan, pembahasan dalam kelas kemudian mengarah pada susu.
Dosen tersebut disebut mengatakan bahwa laki-laki pasti menyukai susu.
Baca Juga: 3 Anggota DPRD Gerindra Jatim Terseret Kasus Narkoba, Pengamat Desak Dipecat
"Pembahasan kemudian diarahkan kepada keberadaan mahasiswa perempuan di kelas dengan ucapan, 'yang punya susu juga ada di sini'," tuturnya.
KA mengatakan salah seorang mahasiswi kemudian menyampaikan bahwa ucapan tersebut tidak lucu. Berdasarkan informasi yang diterimanya, dosen tersebut kemudian mempertanyakan apakah mahasiswi itu memiliki 'susu' atau tidak.
Baca Juga: Residivis di Surabaya Ditangkap Bawa 17 Paket Sabu, Pemasok Jadi DPO
Mahasiswi tersebut disebut dipersilakan keluar dari kelas apabila merasa tidak memiliki 'susu'. Karena merasa tidak nyaman, mahasiswi itu kemudian memilih meninggalkan ruang kelas.
"Setelah mahasiswi tersebut keluar, beliau juga sempat mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud menyinggung," ujar KA.
Selain cerita tersebut, KA mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai sejumlah ucapan lain yang dinilai bernuansa seksis.
"Termasuk pembahasan mengenai 'dimadu' dan beberapa pernyataan lain yang saat ini juga sedang kami dalami dari para informan," bebernya.
BEM FISIP UPN Jatim Kumpulkan Informasi
KA menegaskan informasi mengenai ucapan maupun perilaku dosen tersebut masih dalam tahap pendalaman. BEM FISIP UPN Veteran Jatim saat ini mengumpulkan keterangan dari para informan untuk memastikan kronologi dan informasi dari pihak-pihak terkait.
Baca Juga: Demi Biayai Judi Online, 2 Pemuda Tuban Bobol 13 Sekolah di Jatim-Jateng
"Untuk saat ini, kami dari BEM FISIP masih dalam proses advokasi dan pengumpulan informasi untuk memastikan kronologi serta keterangan dari para pihak yang terlibat," jelasnya.
Menurut KA, proses advokasi dilakukan dengan tetap memperhatikan hak dan keamanan mahasiswa yang memberikan informasi.
Baca Juga: Residivis di Surabaya Ditangkap Bawa 17 Paket Sabu, Pemasok Jadi DPO
"Kami juga berupaya agar hak dan keamanan para korban maupun informan tetap diperhatikan selama proses ini berjalan," imbuhnya.
BEM FISIP selanjutnya akan berkoordinasi dan menempuh mekanisme yang sesuai untuk menindaklanjuti informasi tersebut.
"Untuk tindak lanjutnya, kami akan berkoordinasi dan menempuh mekanisme yang sesuai agar dugaan pelanggaran ini dapat diproses secara semestinya dan pihak yang diduga melakukan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pungkasnya.
Satgas PPKS UPN Jatim Panggil Dosen
Sebelumnya, unggahan Instagram Story yang menyoroti seorang dosen pria UPN Veteran Jawa Timur viral di media sosial. Dosen tersebut disebut melontarkan sejumlah kalimat bernuansa seksual saat mengajar mata kuliah Bela Negara.
Dalam unggahan yang beredar, dosen tersebut disebut melontarkan sejumlah pernyataan, di antaranya 'yang punya susu mesem-mesem', kemudian 'suka susu gak', hingga 'perempuan sekarang kalau gak aneh-aneh gak akan laku'.
Baca Juga: Bilik di Pamekasan Diduga Jadi Tempat Transaksi Sabu, Polisi Temukan 15 Bong
Dosen yang disebut dalam unggahan tersebut diduga berinisial HP dari Prodi Manajemen UPN Veteran Jatim dan mengampu Mata Kuliah Umum (MKU) Bela Negara.
Baca Juga: Gudang Produk Impor Ilegal Dibongkar BPOM di Tangerang, 287 Item Disita
Pihak UPN Veteran Jatim telah menindaklanjuti informasi tersebut. Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) memanggil dosen yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.
Humas UPN Veteran Jatim Nizwan Amin mengatakan pemanggilan dilakukan meski pihak kampus belum menerima laporan resmi dari mahasiswa yang merasa dirugikan.
"Hari ini tim Satgas PPKS sambil menunggu laporan resmi dari mahasiswa yang merasa dirugikan itu sudah melakukan penelusuran, pengumpulan bukti-bukti, sama memanggil dosen yang bersangkutan," ujarnya, Jumat (2/10/2026).
Proses penelusuran oleh BEM FISIP dan Satgas PPKS UPN Veteran Jatim masih berlangsung. Dugaan ucapan maupun perilaku tersebut belum menjadi kesimpulan pelanggaran karena pihak kampus masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan dari pihak terkait.
Baca Juga: Kementerian Transmigrasi Tawarkan 3,1 Juta Hektare Lahan untuk Dikelola Pesantren
Editor : Ubaidillah