RadarBangkalan.id - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mencatat sederet prestasi nasional hingga internasional selama sembilan bulan 2026. Capaian tersebut datang dari mahasiswa dan dosen, sekaligus menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat mutu pendidikan dan daya saing hingga tingkat internasional.
Rektor Untag Surabaya Harjo Seputro mengatakan prestasi mahasiswa tidak hanya berasal dari bidang akademik, tetapi juga nonakademik. Sejumlah mahasiswa berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi olahraga, kreativitas, inovasi, hingga ajang internasional.
Baca Juga: Kronologi Mahasiswi di Malang Diduga Nyaris Dilecehkan, Kirim Lokasi ke 3 Teman
Pada bidang nonakademik, mahasiswa Untag Surabaya meraih gelar Winner Putri Duta Indonesia Juara Batch III 2026. UKM Jiu-Jitsu juga membawa pulang 12 medali dari PBJI Jakarta Open 2026.
Sementara itu, UKM PSHT meraih 18 medali pada Jakarta National Championship 4 Tahun 2026 dan 13 medali pada Bogor Championship 2 Tahun 2026. Tim Taekwondo Untag Surabaya juga mencatatkan 20 medali dalam Kejuaraan Provinsi Taekwondo Antar Club Jatim 2026.
"Di kancah internasional, mahasiswa Untag Surabaya turut menyumbangkan medali perunggu pada Polish Indoor Hockey Superliga Network di Polandia," kata Harjo, Selasa (6/10/2026).
Prestasi Akademik hingga Kompetisi Internasional
Di bidang akademik dan inovasi, mahasiswa Untag Surabaya juga menunjukkan kemampuan melalui berbagai kompetisi.
Mahasiswa meraih Bronze Medal dalam Mandalika Essay Competition (MEC) 8 tingkat nasional. Prestasi internasional juga diraih melalui 2nd International Student Summit 2026 di Universiti Sains Islam Malaysia dengan perolehan Bronze Medal dan Favorite Poster.
Baca Juga: Sudah Divonis 1,5 Tahun, Ernawati Kembali Diadili karena Tipu Biduan di Mojokerto
Karya mahasiswa Untag Surabaya juga berhasil meraih tiga Gold Medal dalam Toba Creative Competition tingkat nasional. Sementara itu, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi meraih Juara 2 tingkat nasional dalam Digital Leadership Challenge: A Brief Case Analysis.
Baca Juga: Dampak Ledakan San Antonio Surabaya, 42 Ruko dan 16 Rumah Terdampak
Tak hanya mengejar prestasi kompetitif, mahasiswa juga terlibat dalam program yang memberikan dampak kepada masyarakat.
Dalam Program Mahasiswa Berdampak 2026, tim Untag Surabaya meraih dua penghargaan nasional, yakni Silver Award kategori Pelaksanaan Program dan Bronze Award kategori Poster.
Program tersebut berfokus pada penguatan ekonomi melalui ketahanan pangan dan mitigasi bencana di Desa Gunung Penanggungan, Mojokerto.
Dosen Raih Rekognisi Nasional dan ASEAN
Prestasi juga datang dari kalangan dosen. Rekognisi diperoleh melalui bidang kepemimpinan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Dari kalangan dosen, pengakuan hadir melalui bidang kepemimpinan, penelitian, inovasi, dan pengabdian. Sejumlah dosen memperoleh hibah penelitian dan pengabdian, penghargaan ilmiah, hak kekayaan intelektual, serta menghasilkan karya inovasi dan buku. Rekognisi kepemimpinan juga diraih di tingkat nasional dan ASEAN," jelas Harjo.
Kontribusi civitas akademika Untag Surabaya juga terlihat dalam sejumlah kegiatan kemanusiaan.
Baca Juga: Daftar Bansos Cair Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg
Pada Mudik Lebaran 2026, sebanyak 17 mahasiswa dari berbagai program studi menjadi relawan untuk membantu dan mengarahkan pemudik di sejumlah stasiun dan terminal.
Sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai UKM juga terlibat dalam Relawan Tanggap Bencana dan Kemanusiaan NTT 2026.
Baca Juga: Berawal dari Tilang Motor Protolan, Polisi di Batu Kejar Pengedar Narkoba
"Kontribusi civitas akademika Untag Surabaya juga menjangkau lingkup internasional melalui Satgas Port Visit 2026. Lima relawan yang terdiri atas dua dosen dan tiga mahasiswa diberangkatkan menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 untuk mengikuti misi ke empat negara di kawasan Asia Pasifik dan Oseania," ujarnya.
Lebih dari 800 Prestasi Mahasiswa
Untag Surabaya saat ini memiliki sembilan fakultas dan 35 program studi. Lebih dari 50 persen program studi di kampus tersebut telah meraih akreditasi Unggul.
Pengembangan mutu pendidikan juga tercermin dari sejumlah pengakuan nasional dan internasional.
"Untag Surabaya tercatat dalam Top 250 QS South-Eastern Accredited Asia University Ranking 2025. Sejumlah program studi juga telah memperoleh sertifikasi AUN-QA (ASEAN University Network-Quality Assurance), yang memperkuat upaya menghadirkan standar pendidikan yang diakui di kawasan ASEAN," urainya.
Sepanjang periode 2025-2026, mahasiswa Untag Surabaya mencatat lebih dari 800 prestasi di bidang akademik dan nonakademik. Prestasi tersebut mencakup berbagai bidang dan menjadi bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan.
Baca Juga: Motor Jatuh Saat Salip Truk dari Kiri, Gadis 19 Tahun Tewas di Porong
Kampus juga memperoleh sejumlah penghargaan, di antaranya Anugerah Inovasi Kampus Terpuji kategori Integrasi Teknologi dengan Nasionalisme, Penghargaan Akselerator Inovasi menuju World Class University, serta Anugerah Kampus Unggulan di Wilayah VII Jawa Timur kategori Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Baca Juga: Wanita di Gresik Diduga Bacok Tunangan hingga Tewas, Lalu Telepon 110
Untag Surabaya juga meraih peringkat pertama dalam peningkatan implementasi terbaik terkait upaya pencegahan intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual di Jawa Timur.
15.483 Mahasiswa dan Ratusan Mitra
"Dengan jumlah mahasiswa mencapai 15.483 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Untag Surabaya juga terus memperluas jejaring kemitraan. Saat ini terdapat lebih dari 200 mitra internasional dan 430 mitra nasional yang mendukung berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Sementara itu, alumni Untag Surabaya telah tersebar di 6 benua dan 50 negara, membawa pengalaman dan kontribusi di berbagai bidang," kata Harjo.
Pengembangan kampus juga diarahkan pada aspek lingkungan berkelanjutan melalui program Eco Campus.
Dalam UI GreenMetric World University Rankings 2026, Untag Surabaya menempati peringkat 751 secara global. Posisi tersebut meningkat 102 peringkat dibandingkan 2025 yang berada di posisi 853.
Di tingkat nasional, Untag Surabaya berada di peringkat 82, naik tujuh posisi dari peringkat 89 pada tahun sebelumnya.
"Berbagai rekam jejak tersebut mencerminkan perjalanan Untag Surabaya dalam mengembangkan pendidikan, prestasi mahasiswa, jejaring kemitraan, inovasi, serta kepedulian terhadap lingkungan. Setelah lebih dari enam dekade berdiri, Kampus Merah Putih terus bergerak memperkuat daya saing perguruan tinggi sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan yang menjadi bagian dari identitasnya," pungkasnya.
Baca Juga: 3 Anggota DPRD Gerindra Jatim Terseret Kasus Narkoba, Pengamat Desak Dipecat
Editor : Ubaidillah