44 Siswa SMPN 1 Mojoanyar Sakit Usai Makan MBG, Ada yang Muntah 4 Kali

Ubaidillah • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 06:28 WIB
Pengakuan Siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar, Mojokerto dirawat di Puskesmas karena diduga keracunan MBG. (Foto: Enggran
Eko Budianto/detik)
Pengakuan Siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar, Mojokerto dirawat di Puskesmas karena diduga keracunan MBG. (Foto: Enggran Eko Budianto/detik)

RadarBangkalan.id - Sebanyak 44 siswa SMPN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, mengalami sejumlah gejala seperti sakit perut, pusing, mual, muntah dan diare setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Salah satu siswa bahkan mengalami muntah hingga empat kali dan diare beberapa kali.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mencatat dari 44 siswa yang mengalami gejala, sebanyak 16 siswa dievakuasi ke Puskesmas Gayaman dan 1 siswa dibawa ke RS Gatoel. Sementara 27 siswa lainnya mendapat penanganan di sekolah karena mengalami gejala ringan.

Baca Juga: Kronologi Mahasiswi di Malang Diduga Nyaris Dilecehkan, Kirim Lokasi ke 3 Teman

Dugaan keracunan tersebut muncul setelah para siswa menyantap MBG yang dibagikan pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Siswa Alami Diare hingga 5 Kali

Siswi kelas 8A SMPN 1 Mojoanyar, Azahra Safira (14), menjadi salah satu siswa yang mengalami gejala tersebut. Ia mengatakan menu MBG yang dibagikan berupa sate ayam, saus kacang, nasi, acar timun dan wortel, serta anggur muscat.

MBG tersebut dipasok SPPG Jabon Mojoanyar, Yayasan Kajian Fiqih Aswaja di Perumahan Graha Kahuripan, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto.

Di SMPN 1 Mojoanyar, terdapat 702 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru dan karyawan sekolah.

Azahra mengaku menyantap menu MBG tersebut, kecuali saus kacang. Gejala mulai dirasakan setelah magrib pada hari yang sama.

Baca Juga: Sudah Divonis 1,5 Tahun, Ernawati Kembali Diadili karena Tipu Biduan di Mojokerto

"Kemarin sekitar habis magrib mules dan diare, pusing, mual. Diare sampai 5 kali. Pulang sekolah tidak makan apa-apa," terangnya kepada detikJatim di Puskesmas Gayaman, Rabu (7/10/2026).

Meski mengalami gejala, Azahra tetap berangkat sekolah pada Rabu pagi. Ia juga tidak sarapan karena kondisi perutnya masih sakit.

Baca Juga: Dampak Ledakan San Antonio Surabaya, 42 Ruko dan 16 Rumah Terdampak

Sekitar pukul 09.30 WIB, kondisi Azahra kembali memburuk. Ia mengalami sakit perut, mual, pusing, muntah empat kali dan diare satu kali.

"Tadi di sekolah pusing, mual, muntah dan sakit perut, muntah 4 kali, diare 1 kali. Dibawa ke UKS dulu, lalu dibawa ke sini (Puskesmas Gayaman) dengan ambulans," jelasnya.

Siswi Lain Alami Gejala Serupa

Gejala serupa dialami Alvina (14), siswi kelas 8G SMPN 1 Mojoanyar. Ia masih menjalani perawatan di Puskesmas Gayaman saat menceritakan kondisinya.

"Keluhannya perut sakit dan diare sekitar jam 3 dini hari tadi. Jam 9 di sekolah tadi juga perut sakit dan muntah satu kali," tandasnya.

Dugaan keracunan MBG di SMPN 1 Mojoanyar mulai diketahui pada Rabu sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, sejumlah siswa terlihat mengantre di toilet karena mengalami diare.

Baca Juga: Kisah Xu Ziting, Blogger 25 Tahun yang Berjuang Melawan Kanker Lambung

Selain diare, sejumlah siswa mengeluhkan sakit perut, pusing, mual dan muntah. Pihak sekolah kemudian menghubungi Puskesmas Gayaman untuk mendapatkan penanganan.

Dinkes Mojokerto Masih Selidiki Penyebab

Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab munculnya gejala pada puluhan siswa tersebut.

Berdasarkan keterangan sejumlah korban, mereka mengalami gejala setelah menyantap MBG yang dibagikan pada Selasa (6/10/2026).

Namun, hingga Rabu (7/10/2026), Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto belum menyimpulkan bahwa MBG tersebut menjadi penyebab keracunan.

Pemeriksaan masih dilakukan untuk memastikan apakah keluhan yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan MBG atau disebabkan faktor lain.

Baca Juga: Daftar Bansos Cair Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg 

Editor : Ubaidillah
keracunan keracunan mbg Mbg mojokerto Siswa Keracunan MBG