RadarBangkalan.id - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jabon Mojoanyar, Yayasan Kajian Fiqih Aswaja, Mojokerto, dihentikan sementara setelah 45 siswa SMPN 1 Mojoanyar mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain penghentian operasional atau suspend, Kepala SPPG Jabon Mojoanyar, Yanse Young Pribadi, juga dicopot dari jabatannya.
Sanksi tersebut disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Kusmayanti, pada Kamis (8/10/2026). Dapur MBG tersebut berlokasi di Perumahan Graha Kahuripan, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Baca Juga: Kronologi Mahasiswi di Malang Diduga Nyaris Dilecehkan, Kirim Lokasi ke 3 Teman
"Sudah kami suspend dapurnya. Sampai SPPG dapat memenuhi persyaratan untuk operasional kembali," terangnya ketika dikonfirmasi detikJatim, Kamis (8/10/2026).
Kepala SPPG Jabon Mojoanyar Dicopot
Selain menghentikan sementara operasional dapur, pihak berwenang juga mencopot kepala SPPG tersebut.
"Mereka (Kepala SPPG) dicopot kan," tegas Kusmayanti.
Baca Juga: Sudah Divonis 1,5 Tahun, Ernawati Kembali Diadili karena Tipu Biduan di Mojokerto
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati, membenarkan bahwa SPPG Jabon Mojoanyar telah dikenai sanksi suspend.
Menurut Dyan, dapur MBG tersebut sebenarnya sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Namun, operasionalnya tetap dihentikan sementara menyusul kejadian yang dialami puluhan siswa.
"Sudah mempunyai SLHS dan saat ini sudah disuspend," tandasnya.
Baca Juga: Dampak Ledakan San Antonio Surabaya, 42 Ruko dan 16 Rumah Terdampak
45 Siswa Mengalami Gejala, 18 Dibawa ke Fasilitas Kesehatan
Dugaan keracunan MBG di SMPN 1 Mojoanyar terungkap pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, banyak siswa mengantre di toilet karena mengalami diare.
Sejumlah siswa juga mengeluhkan sakit perut, pusing, mual, dan muntah. Pihak sekolah kemudian menghubungi Puskesmas Gayaman untuk mendapatkan penanganan.
Hingga laporan tersebut disusun, total 45 siswa mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.
Dari jumlah tersebut, 18 siswa dibawa ke fasilitas kesehatan karena mengalami keluhan seperti sakit perut, pusing, mual, muntah, dan diare. Sementara itu, 27 siswa lainnya mendapatkan penanganan di sekolah karena mengalami gejala yang dinilai lebih ringan.
Baca Juga: Daftar Bansos Cair Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg
Baca Juga: Berawal dari Tilang Motor Protolan, Polisi di Batu Kejar Pengedar Narkoba
Sate Ayam MBG Diduga Beraroma Tak Sedap
Berdasarkan pengakuan para siswa, gejala muncul setelah mereka menyantap MBG yang dibagikan pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Menu yang disajikan saat itu terdiri dari nasi, sate ayam, saus kacang, acar timun dan wortel, serta anggur muscat.
Baca Juga: Motor Jatuh Saat Salip Truk dari Kiri, Gadis 19 Tahun Tewas di Porong
Sate ayam dalam menu tersebut diduga menjadi salah satu sumber masalah. Para korban mengaku sate beraroma tidak sedap dan memiliki rasa asam seperti makanan basi.
Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Belum dapat dipastikan apakah gejala yang dialami para siswa disebabkan oleh MBG atau faktor lainnya.
SPPG Jabon Mojoanyar Pasok 2.919 Porsi MBG per Hari
SPPG Jabon Mojoanyar, Yayasan Kajian Fiqih Aswaja, selama ini menyediakan 2.919 porsi MBG setiap hari untuk 15 sekolah.
Salah satu penerimanya adalah SMPN 1 Mojoanyar, yang mendapatkan 702 porsi untuk siswa, guru, dan karyawan sekolah.
Baca Juga: Wanita di Gresik Diduga Bacok Tunangan hingga Tewas, Lalu Telepon 110
Setelah kejadian tersebut, operasional dapur dihentikan sementara hingga persyaratan untuk kembali beroperasi dapat dipenuhi.
Penyelidikan terhadap dugaan penyebab gangguan kesehatan para siswa masih diperlukan untuk memastikan sumber kejadian tersebut.
Editor : Ubaidillah