Maba Unair Diduga Jadi Target Modus Pelecehan Berkedok Tes Kesehatan, Begini Caranya

Ubaidillah • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:08 WIB
Tangkapan layar chat dugaan pelecehan yang dialami maba Unair. (Foto: Istimewa)
Tangkapan layar chat dugaan pelecehan yang dialami maba Unair. (Foto: Istimewa)

 

RadarBangkalan.id - Media sosial dihebohkan dengan dugaan penipuan dan pelecehan seksual yang menyasar mahasiswa baru (maba) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Pelaku diduga menyamar sebagai staf kampus dan meminta mahasiswa mengisi data pemeriksaan kesehatan, sebelum mengarahkan korban kepada seseorang yang mengaku sebagai dokter dan meminta foto tanpa busana.

Kasus tersebut viral setelah diunggah melalui akun Instagram menfess perguruan tinggi @unermenfess pada Selasa (13/10/2026). Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang dibagikan, sasaran dugaan modus ini adalah mahasiswa baru angkatan 2026 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair.

Baca Juga: Kantor Notaris di Ngagel Surabaya Terbakar, 6 Mobil Damkar Dikerahkan

Pelaku Diduga Mengaku sebagai Staf Kemahasiswaan FEB

Dalam percakapan yang beredar, pelaku menggunakan akun Telegram bernama 'Nurist Surayya Ulfa' dan mengaku sebagai pihak Kemahasiswaan FEB. Pelaku menghubungi mahasiswa untuk menanyakan status pengisian pre-check kesehatan.

Untuk meyakinkan korban, pelaku diduga menyebut pengisian data kesehatan sebagai prosedur wajib. Korban juga diancam tidak dapat mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) semester berikutnya apabila data akademiknya dianggap belum lengkap.

Baca Juga: Polda Jatim Gerebek Sarang Narkoba Jalan Kunti Surabaya, Belasan Orang Diamankan

"Datamu tidak ada. Jika tidak lengkap maka tidak bisa mengisi KRS semester berikutnya. Menghubungi untuk menjalankan prosedurnya," demikian isi pesan pelaku kepada korban.

Ancaman tersebut diduga digunakan untuk membuat mahasiswa merasa harus mengikuti instruksi yang diberikan.

Korban Diduga Diminta Mengirim Foto Tanpa Busana

Setelah menghubungi korban, pelaku kemudian memberikan kontak seseorang yang diklaim sebagai tenaga medis bernama 'Dokter Ardi' dengan akun Telegram @ardipurwanto1988.

Dalam percakapan yang diunggah, orang yang mengaku sebagai dokter tersebut disebut meminta pemeriksaan dilakukan di rumah dengan alasan agar situasi lebih kondusif.

Baca Juga: 5 Penemuan Harta Karun di Jawa Timur, dari Emas Kerajaan hingga Ribuan Koin China

Setelah menanyakan riwayat kesehatan umum, orang tersebut diduga melontarkan permintaan yang tidak pantas. Korban diminta mengirim foto setengah badan tanpa mengenakan baju dan berpose memperlihatkan otot bisep dalam batas waktu yang sangat singkat.

Berdasarkan keterangan pengirim unggahan di media sosial, korban mulai curiga dan sempat menolak permintaan tersebut. Namun, pelaku disebut terus mendesak sebelum akhirnya pesan percakapan dihapus oleh pihak pelaku.

Hingga kini, informasi mengenai kronologi tersebut bersumber dari unggahan media sosial dan tangkapan layar percakapan. Identitas serta hubungan pihak-pihak yang terlibat belum terkonfirmasi secara resmi.

Humas Unair Belum Menerima Laporan Resmi

Menanggapi kasus yang beredar, Humas Unair, Erika, menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan penipuan dan pelecehan tersebut.

"Kami belum menerima laporan resmi terkait kejadian itu Mba. Jadi untuk komentar belum bisa, Mba," kata Humas Unair, Erika, saat dihubungi Media.

Dengan belum adanya laporan resmi yang diterima pihak kampus, dugaan kasus tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Mahasiswa diimbau untuk tidak langsung memercayai pesan dari akun yang mengaku sebagai staf kampus atau tenaga medis. Informasi mengenai pemeriksaan kesehatan maupun persyaratan akademik sebaiknya dikonfirmasi melalui kanal resmi universitas atau fakultas.

Baca Juga: Pengantin Perempuan Hendak Masuk Kamar, Ini Awal Mula Penghulu Baharudin Naik Pitam

Mahasiswa juga tidak perlu mengirimkan foto intim atau informasi pribadi sebagai syarat pemeriksaan yang belum terverifikasi. Jika menerima permintaan mencurigakan, simpan bukti percakapan dan laporkan melalui saluran resmi kampus atau pihak berwenang.

Baca Juga: Dugaan Uang Pelicin Rp 200 Juta di Polres Sampang, Anggota DPRD M Ikut Buka Suara

Editor : Ubaidillah
pelecehan unair maba unair fakultas ekonomi dan bisnis foto tanpa busana universitas airlangga