Pertalite Langka di Surabaya, Blitar, Malang, dan Jember, Pertamina Ungkap Penyebabnya

Ubaidillah • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:42 WIB
Antrean BBM di SPBU Jember.Foto: Fima Purwanti/detik
Antrean BBM di SPBU Jember.Foto: Fima Purwanti/detik

 

RadarBangkalan.id - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, mulai Surabaya, Blitar, Malang Raya, hingga Jember. Warga harus mengantre berjam-jam, bahkan sebagian pengendara tidak kebagian BBM karena stok di SPBU habis.

Kondisi tersebut juga mengganggu arus lalu lintas karena antrean kendaraan mengular hingga jalan raya. Menanggapi situasi ini, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengakui adanya penyesuaian pola distribusi BBM. Perusahaan menyebut dinamika geopolitik global memengaruhi jadwal kedatangan kapal tanker, tetapi menegaskan tidak ada pengurangan pengiriman.

Baca Juga: Wanita Inggris Akui Berhubungan Seks dengan 100 Pria Beristri, Ini Alasannya

1. Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

Sejumlah SPBU di Surabaya mengalami kekosongan Pertalite pada Kamis (15/10/2026). Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi tersebut ditemukan di SPBU Jalan Arjuno dan Jalan Tidar.

Petugas SPBU Jalan Arjuno, Rizky, mengatakan stok Pertalite telah kosong sejak Rabu (14/10) siang. Pemberitahuan bahwa pasokan masih dalam pengiriman juga terpasang di lokasi.

"Ini Arjuno, di daerah sini informasinya kosong (Pertalite). Dari kemarin siang," kata Rizky.

Baca Juga: Modus Sopir Gadungan, Sindikat Gelapkan 185 Ton Gula Senilai Rp 3 Miliar

Kondisi serupa terjadi di SPBU Jalan Tidar. Sejumlah pengendara sepeda motor bahkan memilih putar balik untuk mencari SPBU lain karena Pertalite tidak tersedia.

Sementara itu, Pertalite masih tersedia di SPBU Jalan Diponegoro meski antrean kendaraan cukup panjang. SPBU di kawasan Manyar dan Kertajaya juga terpantau beroperasi normal.

Warga Surabaya, Eni (42), mengaku keberatan jika harus beralih ke Pertamax karena jumlah BBM yang diperoleh lebih sedikit dengan uang yang sama.

Baca Juga: Karhutla Bromo Tewaskan 4 Relawan, 2 Korban Luka Bakar di Atas 50 Persen

"Soalnya sekarang kalau isi Pertamax Rp30 ribu dapatnya cuma hampir 2 liter. Kalau Pertalite bisa dapat 3 liter," ungkapnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan peningkatan kebutuhan masyarakat turut memengaruhi kondisi pasokan Pertalite. Salah satu faktor yang disebut adalah peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.

"Kondisi ini dipengaruhi peningkatan kebutuhan masyarakat, termasuk peralihan penggunaan dari BBM jenis bahan bakar khusus (BBK) ke BBM subsidi," ujar Ahad dalam keterangannya, Kamis (15/10).

Pertamina menyatakan pasokan di Surabaya mulai memasuki tahap pemulihan. Perusahaan juga mengoptimalkan pasokan dari depot penyangga lain dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang mengalami peningkatan konsumsi.

Berdasarkan pemantauan per 15 Oktober 2026, sebanyak 92 SPBU melayani Pertalite dan 73 SPBU melayani Biosolar di Kota Surabaya.

Baca Juga: Puluhan Ribu Kendaraan di Tulungagung Nunggak Pajak, 199 di Antaranya Plat Merah

Baca Juga: Maba Unair Diduga Jadi Target Modus Pelecehan Berkedok Tes Kesehatan, Begini Caranya

2. Antrean Pertalite Mengular di Blitar

Antrean panjang juga terjadi di sejumlah SPBU di Kota dan Kabupaten Blitar. Pada Kamis (15/10), pengendara sepeda motor terlihat mengantre di antaranya di SPBU Sambong, Kecamatan Kanigoro, dan SPBU Garum.

Seorang pengendara bernama Anisa mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite di sejumlah SPBU yang dilaluinya. Antrean panjang bahkan ditemuinya sejak wilayah Wlingi hingga Garum.

"Setiap hari seperti ini, saya dari kecamatan Wlingi tapi tadi dari Wlingi, Talun, sampai di sini di Garum tetap seperti ini (antre) mengular semua. Kalau ada Pertalite milih ikut antri, kalau mendesak sekali baru beli yang Pertamax," katanya kepada wartawan, Kamis (15/10).

Baca Juga: Maba Unair Diduga Jadi Target Modus Pelecehan Berkedok Tes Kesehatan, Begini Caranya

Kepala SPBU Garum, Yulianto, membenarkan antrean terjadi pada kendaraan roda dua maupun roda empat. Pihaknya menerapkan pembatasan pembelian agar distribusi BBM dapat lebih merata.

Menurut Yulianto, SPBU Garum menerima pasokan Pertalite sekitar 8.000 liter per hari. Namun, jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan selama tiga hari terakhir.

3. Antrean Pertalite dan Biosolar Terjadi di Malang Raya

Antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM bersubsidi juga terjadi di Kota dan Kabupaten Malang. Pada Kamis (15/10), antrean kendaraan roda empat yang hendak mengisi Biosolar di SPBU Jalan Mayjen M Wiyono, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mengular hingga jalan raya.

Kepadatan lalu lintas turut terjadi di jalur menuju pintu keluar Tol Madyopuro. Antrean sepeda motor yang hendak mengisi Pertalite juga terlihat di SPBU tersebut dan SPBU Jalan Bandung.

Di Kabupaten Malang, antrean masih terjadi di SPBU Talok dan Sedayu, Kecamatan Turen. Kondisi ini dikeluhkan warga yang harus menunggu lama untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

"Masih harus mengantre panjang, untuk mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU Talok maupun SPBU Sedayu, Turen sampai hari ini," ungkap Ahmad Zaini, warga Turen, kepada detikJatim, Kamis (15/10).

Warga Kota Malang, Hanif, juga mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite. Ia batal mengisi BBM di SPBU kawasan Sukun pada Rabu (14/10) malam karena antrean terlalu panjang.

Baca Juga: Kantor Notaris di Ngagel Surabaya Terbakar, 6 Mobil Damkar Dikerahkan

Hanif kembali mencoba mengisi BBM pada Kamis sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, antrean masih panjang sehingga ia terpaksa membeli bensin eceran agar bisa beraktivitas.

"Ketika sampai, masih antreannya panjang. Karena harus bekerja, terpaksa saya membeli bensin eceran," keluhnya.

Sehari sebelumnya, sejumlah SPBU di Kabupaten Malang juga dilaporkan berhenti beroperasi karena kehabisan stok. Salah satunya SPBU di wilayah Dilem, Kecamatan Kepanjen, yang disebut belum menerima pasokan BBM.

4. Antrean Pertalite di Jember hingga Bahu Jalan

Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Jember dilaporkan terjadi dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, antrean mengular hingga bahu jalan dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Baca Juga: 5 Penemuan Harta Karun di Jawa Timur, dari Emas Kerajaan hingga Ribuan Koin China

Warga bernama Firman mengatakan kepadatan antrean mulai terasa sekitar sepekan terakhir. Situasi semakin parah pada jam sibuk, terutama pagi dan sore hari.

"Antrean kembali padat sepertinya sudah satu mingguan. Apalagi saat jam aktif pagi atau sore, itu juga kadang menyebabkan jalanan terganggu," katanya, Kamis (15/10/2026).

Firman mengaku pernah mengantre sekitar satu jam, tetapi tidak mendapatkan Pertalite karena stok di SPBU telah habis.

"Kapan hari saya ikut antre, sekitar 1 jam an. Tapi saya nggak kebagian karena stok di SPBU sudah habis," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, menilai persoalan antrean BBM tidak hanya terjadi di Jember. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dilihat sebagai persoalan yang lebih luas daripada sekadar kendala teknis pengiriman dari Banyuwangi.

"Sederhananya kami membaca bahwa ini bukan persoalan hanya proses pengiriman yang dari Banyuwangi, jadi ini problem mungkin bahkan nasional," ungkapnya.

Widarto juga mengkritik komunikasi Pertamina yang dinilai lambat. Ia menilai mitigasi dan sosialisasi seharusnya dilakukan sebelum perubahan pola distribusi atau penyesuaian kuota berdampak langsung terhadap masyarakat.

"Harusnya Pertamina melakukan mitigasi dan melakukan sosialisasi sebelum terjadinya kejadian yang menyebabkan antrean panjang di SPBU itu," paparnya.

Ia mendorong Pertamina menyampaikan informasi mengenai kondisi pasokan BBM secara lebih terbuka kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar warga dapat memahami situasi serta mengantisipasi dampaknya.

"Sehingga masyarakat tahu kondisi yang sebenarnya dan kemudian bisa mengantisipasinya," tambahnya.

Pertamina Sebut Distribusi BBM Sedang Disesuaikan

Antrean Pertalite di sejumlah daerah Jawa Timur menimbulkan keluhan masyarakat karena menghambat aktivitas dan membuat sebagian pengendara harus mencari SPBU lain. Di sisi lain, Pertamina menyebut peningkatan kebutuhan serta penyesuaian pola distribusi menjadi faktor yang memengaruhi ketersediaan BBM di sejumlah lokasi.

Pertamina menyatakan tidak ada pengurangan pengiriman dan tengah mengoptimalkan pasokan untuk memulihkan kondisi. Namun, pemerataan distribusi dan kejelasan informasi kepada masyarakat menjadi perhatian penting di tengah antrean yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Editor : Ubaidillah
antrean pertalite spbu jatim pertamina pertalite bbm bersubsidi