RadarBangkalan.id - Pisang adalah buah yang populer di Indonesia karena rasanya yang manis dan kandungan nutrisinya yang tinggi.
Pisang mengandung serat, vitamin C, potasium, magnesium, folat, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Namun, apakah aman makan pisang setiap hari? Berapa banyak pisang yang sebaiknya dikonsumsi per hari? Apa saja dampak buruk jika makan pisang terlalu banyak?
Manfaat Pisang bagi Kesehatan
Pisang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain:
- Membantu melancarkan pencernaan
Pisang kaya akan serat larut dan tidak larut yang berperan penting dalam kesehatan pencernaan.
Serat larut akan membantu mengontrol kadar gula darah sekaligus dapat menurunkan kadar kolesterol.
Sementara serat yang tidak larut berguna untuk melunakkan feses dan mengatur pergerakan usus.
- Membantu mengontrol tekanan darah
Pisang merupakan sumber potasium yang baik, yang dapat membantu mengelola tekanan darah dan mengurangi ketegangan pada sistem kardiovaskular.
Asosiasi Jantung Amerika atau The American Heart Association (AHA) telah mendorong untuk menurunkan asupan garam/natrium, dan meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung potasium.
- Menjaga kekebalan tubuh
Vitamin C (asam askorbat) merupakan nutrisi yang membantu tubuh menyerap zat besi, yang juga bisa meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit.
Dikutip dari Cleveland Clinic, orang dewasa setidaknya membutuhkan 75-90 mg per hari vitamin C. Dalam hal ini, pisang memberikan sekitar 10 mg vitamin C.
- Meningkatkan kesehatan jantung
Pisang juga mengandung magnesium, yang dapat membantu menjaga ritme jantung normal dan mencegah kram otot. Magnesium juga berperan dalam relaksasi otot dan pembentukan energi.
- Membantu mencegah sel leukemia
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cancer Research menemukan bahwa anak-anak yang mengonsumsi pisang minimal empat kali seminggu memiliki risiko lebih rendah untuk mengembangkan leukemia akut.
Hal ini mungkin karena kandungan folat pada pisang, yang merupakan vitamin B yang penting untuk pembentukan sel darah merah dan DNA.
- Menurunkan kadar gula darah
Pisang memiliki indeks glikemik rendah, yang berarti tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang tiba-tiba. Pisang juga mengandung senyawa yang disebut amilopektin, yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengatur kadar gula darah.
- Mengatur mood dan mempertahankan memori
Pisang mengandung triptofan, yaitu asam amino yang dapat dikonversi menjadi serotonin, yaitu neurotransmiter yang berhubungan dengan perasaan bahagia dan tenang.
Pisang juga mengandung vitamin B6, yang dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif dan memori.
- Mengurangi risiko pembentukan batu ginjal
Pisang dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal karena kandungan sitratnya, yang dapat menghambat kristalisasi kalsium oksalat, yaitu salah satu jenis batu ginjal yang paling umum.
Pisang juga dapat membantu mengurangi ekskresi kalsium melalui urine, yang merupakan faktor risiko lain untuk pembentukan batu ginjal².
- Membantu menurunkan berat badan
Pisang memiliki kandungan kalori yang rendah, namun memberikan rasa kenyang yang lama karena kandungan serat dan karbohidratnya.
Pisang juga dapat membantu mengurangi nafsu makan dengan meningkatkan produksi hormon leptin, yang dapat mengirimkan sinyal ke otak bahwa perut sudah penuh.
Apakah Pisang Baik Dikonsumsi Setiap Hari?
Berdasarkan artikel yang telah ditinjau secara medis oleh Amy Richter, RD dan Ansley Hill, RD, LD, pisang baik dikonsumsi satu sampai dua buah setiap hari.
Namun, beberapa orang juga harus berhati-hati dalam mengkonsumsi pisang, seperti:
- Orang yang alergi terhadap pisang
Gejala alergi terhadap pisang dapat meliputi gatal-gatal, ruam, pembengkakan, sesak napas, dan syok anafilaksis.
Alergi terhadap pisang biasanya disebabkan oleh reaksi silang dengan serbuk sari pohon birch atau lateks.
- Orang yang memiliki gangguan ginjal
Orang yang memiliki gangguan ginjal harus membatasi asupan potasium, karena ginjal yang tidak berfungsi dengan baik tidak dapat mengeluarkan kelebihan potasium dari tubuh.
Kelebihan potasium dapat menyebabkan hiperkalemia, yaitu kondisi yang ditandai dengan detak jantung tidak teratur, lemahnya otot, tekanan darah rendah, dan lumpuh sementara.
- Orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu
Beberapa obat dapat meningkatkan kadar potasium dalam tubuh, seperti inhibitor ACE, diuretik hemat kalium, dan antiinflamasi nonsteroid. Mengonsumsi pisang bersamaan dengan obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko hiperkalemia.
Dampak Buruk Jika Makan Pisang Terlalu Banyak
Mengonsumsi pisang terlalu banyak dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, antara lain:
- Migrain
Mengonsumsi pisang lebih dari dua buah per hari dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, yang dapat memicu sakit kepala sebelah atau migrain.
- Ngantuk terus-menerus
Pisang mengandung triptofan, karbohidrat, dan magnesium, yang dapat membuat tubuh menjadi sangat rileks dan mengantuk. Jika mengonsumsi pisang terlalu banyak, efek ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Kadar gula darah naik
Pisang mengandung gula alami yang tinggi, yaitu glukosa. Jika mengonsumsi pisang terlalu banyak, kandungan gula dalam darah bisa saja terjadi lonjakan yang akibatnya dapat menyebabkan diabetes.
- Gangguan enamel gigi
Gula yang terdapat dalam pisang juga dapat merusak enamel gigi, yaitu lapisan pelindung gigi yang berfungsi untuk mencegah gigi berlubang.
Jika enamel gigi rusak, gigi akan menjadi sensitif dan mudah terinfeksi.
- Ketidakseimbangan hormon
Pisang mengandung senyawa yang disebut xeniobiotik, yang dapat mempengaruhi hormon androgen pada pria dan hormon estrogen pada wanita.
Ketidakseimbangan hormon ini dapat menyebabkan haid tidak teratur, kelelahan, dan gangguan reproduksi.
Kesimpulan
Pisang adalah buah yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti melancarkan pencernaan, mengontrol tekanan darah, menjaga kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan jantung, dan menurunkan berat badan.
Namun, mengonsumsi pisang terlalu banyak juga dapat menimbulkan dampak buruk, seperti migrain, ngantuk, diabetes, kerusakan gigi, dan ketidakseimbangan hormon.
Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi pisang dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Jika memiliki alergi, gangguan ginjal, atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi pisang. ***