News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Awas Serangan Jantung saat Liburan! Langkah Pencegahan Serangan Jantung melalui Pola Makan Sehat

Ubaidillah • Senin, 25 Desember 2023 | 02:09 WIB
Ilustrasi kolesterol tinggi dapat mengganggu aktivitas. (Freepik)
Ilustrasi kolesterol tinggi dapat mengganggu aktivitas. (Freepik)

RadarBangkalan.id - Musim liburan, terutama Natal dan Tahun Baru, seringkali disambut dengan hidangan lezat dan berbagai camilan menggiurkan. Meskipun begitu, dr. Wirawan Hambali, seorang spesialis penyakit dalam di RS Pondok Indah, menekankan betapa pentingnya menjaga kesehatan jantung dengan mengelola kadar kolesterol, bahkan di tengah euforia liburan.

Menurut dr. Wirawan Hambali, peningkatan aktivitas fisik dapat menjadi kunci dalam mencegah dan mengelola gangguan kolesterol. Selain itu, menghindari alkohol dan menghentikan kebiasaan merokok juga merupakan langkah penting, tambahnya.

Kolesterol, lemak yang beredar dalam tubuh, sebenarnya diperlukan untuk membangun sel-sel baru, memproduksi vitamin D, hormon, dan asam empedu. Namun, jika kadar kolesterol terlalu tinggi, dapat menyebabkan berbagai penyakit dan komplikasi. Gangguan kolesterol terjadi jika nilai kolesterol total berada di atas 200 mg/dL, kolesterol LDL di atas 100 mg/dL, trigliserida di atas 150 mg/dL, dan kolesterol HDL di bawah 40 mg/dL pada pria dan 50 mg/dL pada wanita.

dr. Wirawan menjelaskan bahwa kadar kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala, namun dapat mengarah pada pembentukan plak di dalam pembuluh arteri. Plak ini dapat menyebabkan penyempitan arteri, mengurangi aliran darah ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya, meningkatkan risiko aterosklerosis, stroke, dan serangan jantung.

Pola makan tidak sehat sering dianggap sebagai faktor risiko utama untuk kadar kolesterol tinggi. Menyambut liburan akhir tahun, ada baiknya Anda tetap sadar dalam memilih jenis makanan dan minuman yang akan dikonsumsi, ingatkan dr. Wirawan. Hindari makanan tinggi lemak jenuh dan gula, karena dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Faktor risiko lainnya meliputi kurangnya aktivitas fisik, riwayat keluarga dengan gangguan kolesterol, faktor usia, dan kebiasaan merokok. Oleh karena itu, selain memilih pola makan sehat, penting juga untuk aktif secara fisik dan menghindari kebiasaan merokok.

Sebagai langkah pencegahan, dr. Wirawan mendorong masyarakat untuk melakukan skrining dan berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam jika memiliki kadar kolesterol tinggi. Jika perubahan gaya hidup tidak cukup efektif, dokter dapat meresepkan obat-obatan, seperti jenis statin, yang perlu digunakan dengan pertimbangan khusus pada wanita usia produktif.

Menurut WHO, kadar kolesterol tinggi adalah faktor risiko utama untuk penyakit pembuluh darah jantung dan stroke, yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2018 menunjukkan bahwa sekitar 21,2 persen penduduk Indonesia berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan kolesterol.

Dengan disiplin menerapkan pola hidup sehat, kita dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung dan stroke akibat kadar kolesterol tinggi. Mari cegah lebih dini agar dapat menikmati masa tua dengan sehat, pungkas dr. Wirawan Hambali.

Editor : Ubaidillah
#tubuh #jantung #liburan