News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

4 Penyakit Tidak Menular yang Mengancam Kesehatan dan Ekonomi Indonesia

Azril Arham • Kamis, 4 Januari 2024 | 04:08 WIB

 

Ilustrasi Penyakit Tidak Menular di Indonesia
Ilustrasi Penyakit Tidak Menular di Indonesia

RadarBangkalan.id - Indonesia sedang berjuang melawan pandemi Covid-19 yang telah menelan banyak korban jiwa dan merusak perekonomian.

Namun, di tengah krisis ini, ada ancaman lain yang tidak kalah serius, yaitu penyakit tidak menular (PTM).

PTM adalah penyakit yang tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain, tetapi bersifat kronis dan membutuhkan penanganan jangka panjang.

PTM dapat disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan, atau gaya hidup yang tidak sehat.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), PTM menyebabkan 41 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia, atau 74% dari total kematian.

Di Indonesia, PTM menjadi penyebab 60% kematian, dan diprioritaskan pada 4 penyakit utama, yaitu:

- Penyakit kardiovaskular, seperti stroke, sakit jantung, dan aterosklerosis

Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan atau penyumbatan pada pembuluh darah yang mengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Faktor risiko utama penyakit ini adalah merokok, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan tekanan darah tinggi.

- Diabetes mellitus

Penyakit ini adalah kondisi ketika kadar gula darah melebihi batas normal akibat gangguan produksi atau penggunaan hormon insulin.

Diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti gagal ginjal, kebutaan, luka yang sulit sembuh, dan amputasi.

Faktor risiko utama penyakit ini adalah obesitas, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan riwayat keluarga.

Baca Juga: Ingin Hidup Sehat di Tahun 2024? Lakukan 3 Aktivitas Harian Sederhana Ini!

- Kanker

Penyakit ini adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkontrol dan dapat menyebar ke jaringan atau organ lain.

Kanker dapat menyerang berbagai bagian tubuh, tetapi yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia adalah kanker payudara.

Faktor risiko utama penyakit ini adalah merokok, polusi udara, paparan sinar matahari, infeksi virus, dan riwayat keluarga.

- Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Yaitu peradangan dan penyempitan pada saluran napas yang menyebabkan kesulitan bernapas. PPOK dapat menyebabkan sesak napas, batuk kronis, infeksi paru, dan gagal napas.

Faktor risiko utama penyakit ini adalah merokok, polusi udara, asap rokok, dan paparan zat kimia.

PTM tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan, tetapi juga pada ekonomi. PTM dapat menurunkan produktivitas, meningkatkan biaya pengobatan, dan menimbulkan kemiskinan.

Menurut studi Bank Dunia, PTM dapat menyebabkan kerugian ekonomi sebesar 4,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2030.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan PTM dengan cara:

- Mengubah pola makan menjadi lebih sehat, dengan mengonsumsi lebih banyak buah, sayur, dan biji-bijian, serta mengurangi garam, gula, dan lemak jenuh.

- Meningkatkan aktivitas fisik, dengan berolahraga secara teratur minimal 30 menit sehari, 5 kali seminggu, atau melakukan aktivitas fisik lain yang menyenangkan, seperti bersepeda, berjalan, atau menari.

- Berhenti merokok, atau menghindari paparan asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif. Merokok tidak hanya merugikan kesehatan perokok, tetapi juga orang di sekitarnya.

Itulah faktor penyakit tidak menular yang mengancam masyarakat di Indonesia. Tetap jaga kesehatan dengan mengatur pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit tidak menular tersebut. ***

Editor : Azril Arham
#penyakit tidak menular #penyakit kronis #stroke #diabetes #kesehatan #ekonomi