News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

4 Destinasi Wisata di Planet Mars Masa Depan yang dapat Dikunjungi

Ubaidillah • Kamis, 21 Maret 2024 | 13:36 WIB
Planet Mars (NASA).
Planet Mars (NASA).

Radarbangkalan.id - Impian menjelajahi Mars bukanlah sekadar khayalan. Seiring dengan kemajuan teknologi antariksa, perjalanan wisata ke planet merah semakin mendekati kenyataan.

Berbagai perusahaan dan badan antariksa mulai menawarkan paket wisata ke Mars, meskipun masih dalam tahap awal pengembangan.

Ilmuwan telah memetakan planet Mars dan membuatnya menjadi tujuan wisata menarik di planet tersebut.

Menurut laman Space pada Rabu (20/03/2024), berikut adalah beberapa destinasi wisata di planet Mars di masa depan.

1. Pegunungan Tharsis

Wilayah Tharsis dipenuhi dengan gunung berapi tinggi. Tharsis memiliki 12 gunung berapi raksasa dalam area seluas sekitar 4.000 km.

Gunung berapi di Mars cenderung lebih besar daripada yang ada di Bumi. Ini karena Mars memiliki gravitasi yang lebih lemah, memungkinkan gunung berapi tumbuh lebih tinggi.

Gunung-gunung ini diyakini meletus sekitar dua miliar tahun yang lalu, setengah dari sejarah Mars.

2. Olympus Mons

Mars memiliki gunung tertinggi di tata surya, yaitu Olympus Mons.

Tingginya mencapai 25 kilometer, hampir tiga kali lebih tinggi dari Gunung Everest. Gunung ini terletak di wilayah vulkanik Tharsis.

Luasnya hampir sama dengan negara bagian Arizona di Amerika Serikat. Olympus Mons bukan hanya gunung tertinggi di tata surya,

tetapi juga merupakan gunung berapi perisai raksasa yang terbentuk ketika lava perlahan merayap ke bawah.

Di puncak gunung ini, terdapat depresi spektakuler berdiameter sekitar 85 kilometer, yang terbentuk oleh lava yang terkumpul dan runtuh.

Gunung ini mungkin menjadi salah satu destinasi wisata di Mars karena strukturnya. Olympus Mons memiliki kemiringan rata-rata hanya sekitar 5 persen, membuatnya mudah didaki oleh penjelajah masa depan.

3. Kawah Gale dan Gunung Sharp (Aeolis Mons)

Kawah Gale merupakan tempat pendaratan penjelajah Curiosity NASA pada 2012. Di masa depan, Kawah Gale dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Mars.

Tim Curiosity NASA berhasil mencapai dasar kawah beberapa minggu setelah mendarat dan menemukan bukti air yang luas di sepanjang lantai kawah.

Saat ini, Curiosity sedang menjelajahi Gunung Sharp (Aeolis Mons) dan mempelajari fitur geologis di setiap stratanya.

Salah satu temuan menarik Curiosity adalah penemuan molekul organik kompleks dan konsentrasi metana di dalam batuan berusia 3,5 miliar tahun.

4. Garis Lereng Berulang di Kawah Hale

Garis lereng berulang di Kawah Hale mungkin menjadi daya tarik wisata di Mars di masa depan. Garis ini terlihat di sisi kawah curam selama cuaca hangat.

Gambar-gambar dari Kawah Hale menunjukkan tanda-tanda hidrasi di titik-titik tertentu. NASA pada awalnya menyimpulkan bahwa garam terhidrasi menunjukkan tanda-tanda air mengalir di permukaan.

Namun, penelitian selanjutnya menyebutkan bahwa garis lereng berulang ini bisa terbentuk dari air atmosfer atau aliran pasir kering. Untuk memahami lebih lanjut tentang sifat sebenarnya dari garis ini, mungkin diperlukan penjelajahan lebih mendalam.

SIAP HUNI: Ketua Gerindra Bali Made Muliawan Arya atau De Gadjah (kiri) bersama pemenang hadiah rumah jalan sehat Prabowo-Gibran. (DPD Gerindra Bali For Radar Bali)
SIAP HUNI: Ketua Gerindra Bali Made Muliawan Arya atau De Gadjah (kiri) bersama pemenang hadiah rumah jalan sehat Prabowo-Gibran. (DPD Gerindra Bali For Radar Bali)
Pemenang hadiah mobil jalan sehat Gerindra Bali
Pemenang hadiah mobil jalan sehat Gerindra Bali
Foto 3 EDUKASI DINI: Tim mahasiswi Prodi S-1 Gizi dan DIV TLM Stikes saat terjun ke lapangan untuk melakukan uji makanan yang dijual pedagang selama Ramadan.
Foto 3 EDUKASI DINI: Tim mahasiswi Prodi S-1 Gizi dan DIV TLM Stikes saat terjun ke lapangan untuk melakukan uji makanan yang dijual pedagang selama Ramadan.
Editor : Ubaidillah
#teknologi antariksa #mars #perjalanan wisata #wisata ke Mars #planet mars