Radarbangkalan.id - Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, kondisi fisik yang prima dan konsumsi makanan bergizi sangatlah penting.
Namun, masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam menjalankan ibadah puasa karena menderita penyakit tertentu, seperti penyakit Maag.
Maag atau Dispepsia adalah kondisi dimana seseorang merasakan nyeri pada lambung akibat berbagai faktor, seperti telat makan,
kelebihan makan, infeksi bakteri Helicobacter pylori, serta mengonsumsi makanan berlemak, berminyak, dan pedas.
Baca Juga: Manfaat Sayur Bayam untuk Hidangan Sahur, Ternyata Bagus untuk Kesehatan Mata
Penyakit Maag seringkali menjadi masalah yang sering dialami selama bulan suci Ramadan. Ketika menjalani puasa,
gejala Maag seperti nyeri perut, mual, kembung, dan perih pada lambung seringkali muncul secara tiba-tiba.
Dr. Puspitasari Whardani, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik,
menjelaskan bahwa penderita Maag sebaiknya memperhatikan gejala awal yang muncul sebelum serangan Maag.
Tips yang diberikan oleh Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia untuk penderita Maag selama bulan Ramadan antara lain:
1. Makan sahur dan berbuka secukupnya: Hindari makan berlebihan dan pastikan asupan makanan dan minuman cukup untuk menjaga kondisi tubuh.
2. Perbanyak Minum air putih: Konsumsi air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
3. Konsumsi buah dan sayur: Saat sahur dan berbuka, prioritaskan makanan yang sehat seperti buah dan sayur.
4. Hindari makanan yang dapat memperburuk gejala Maag: Termasuk makanan berlemak, kubis, nangka, pisang ambon, minuman berkarbonasi, kopi, jus jeruk, susu full krim, keju, makanan pedas, dan merica.
Baca Juga: Jangan Dibuang Sia-Sia, 4 Biji Buah Ini Punya Manfaat Kesehatan
5. Pastikan waktu istirahat yang cukup: Penderita Maag juga perlu memastikan waktu istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan lambung.
Jika ada obat yang harus dikonsumsi untuk mengatasi Maag, pastikan obat tersebut dikonsumsi sesuai dengan anjuran dan disesuaikan dengan waktu makan.
Editor : Ubaidillah