News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Program Membuka Lentera Bawean: Eyelink Foundation Beraksi Berantas Kebutaan

Ubaidillah • Minggu, 7 April 2024 | 21:20 WIB
Direktur Eyelink Grop Uyik Unari saat melakukan Launching program Membuka Lentera Bawean (Foto  Chofifahgresiksatu.com)
Direktur Eyelink Grop Uyik Unari saat melakukan Launching program Membuka Lentera Bawean (Foto Chofifahgresiksatu.com)

Radarbangkalan.id - Eyelink Foundation telah meluncurkan program membuka lentera Bawean sebagai bagian dari aksi sosial kesehatan mata untuk mengatasi masalah kebutaan di Indonesia.

Peluncuran program ini berlangsung di Hotel Horison GKB Gresik pada Kamis (12/1/2023).

Program membuka lentera Bawean tidak hanya menyediakan pemeriksaan mata gratis, tetapi juga memberikan bantuan alat bantu penglihatan, seperti 1300 kacamata,

Baca Juga: Ibu Hamil Berisiko Alami ini Jika Menahan Buang Air Kecil Selama Perjalanan Mudik Lebaran

serta melakukan 300 operasi bagi penderita katarak dan 90 lansia penderita pterygium pada tahun 2023.

Perhatian Eyelink terhadap perbaikan penglihatan di Pulau Bawean sangat besar mengingat penduduk Bawean mengalami kesulitan akses dan belum memiliki dokter spesialis mata di pulau tersebut.

Kegiatan bakti sosial kesehatan mata ini didukung oleh beberapa pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Gresik,

Perdami Jatim, IKA UNAIR Gresik, IDI Gresik, RSUD Umar Mas'ud Bawean, KODIM 0817 Gresik, Klinik Mata KMU, dan Optik Natamata Eyewear.

Direktur Operasional & Pelayanan Medis Eyelink Group, Uyik Unari, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Eyelink pada tahun 2022 adalah untuk mengatasi gangguan penglihatan.

"Masyarakat yang menderita katarak, pterygium, dan kelainan refraksi membutuhkan penanganan segera untuk memperbaiki kondisi mereka agar tidak menghambat produktivitas.

Baca Juga: Manfaat Sayur Bayam untuk Hidangan Sahur, Ternyata Bagus untuk Kesehatan Mata

Kita akan memberikan operasi gratis secara bertahap pada bulan Februari mendatang," katanya.

"Selain itu, untuk pelajar akan diberikan alat bantu penglihatan yang sesuai. Namun, tindakan Lasik hanya dapat dilakukan pada usia 18 tahun ke atas," tambahnya.

Dia juga menjelaskan bahwa penyebab katarak tidak hanya karena faktor usia, tetapi juga karena paparan sinar UV langsung, penggunaan obat-obatan steroid dalam jangka panjang, dan kelainan infeksi selama kehamilan.

"Masalah kebutaan, terutama katarak, merupakan masalah yang serius. Sebanyak 4,4 persen populasi Indonesia menderita katarak.

Ini sangat mengkhawatirkan karena katarak tidak hanya dialami oleh lansia tetapi juga dapat terjadi pada semua kalangan. Hal ini tidak dapat dihindari, tetapi dapat diperlambat," katanya.

Selain itu, Dewan Penasihat Eyelink Group sekaligus Mantan Menteri Kesehatan 2014-2019, Nila F. Moeloek,

Baca Juga: Jangan Dibuang Sia-Sia, 4 Biji Buah Ini Punya Manfaat Kesehatan

menyatakan bahwa tindakan ini memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Masyarakat akan menjadi lebih produktif dan meningkatkan kualitas hidupnya. Saya berharap tidak ada lagi penduduk Bawean yang menderita gangguan penglihatan seperti katarak," katanya.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik menyatakan apresiasi besar terhadap program bakti sosial yang dilakukan oleh Eyelink.

"Ini adalah kegiatan luar biasa yang pantas diapresiasi. Pemerintah Kabupaten Gresik akan membuat regulasi insentif bagi dokter yang berdedikasi di Pulau Bawean Gresik. Semoga kegiatan semacam ini dapat berlanjut," ujarnya.

Editor : Ubaidillah
#Eyelink #masalah kebutaan #sosial kesehatan mata