Radarbangkalan.id - Skizofrenia katatonik merupakan salah satu jenis gangguan kesehatan mental yang serius karena dapat menyebabkan penderitanya kehilangan pemahaman antara realitas dan imajinasi,
serta menimbulkan perilaku atau gerakan tubuh yang tidak wajar. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami lebih dalam mengenai skizofrenia katatonik.
Baca Juga: Ibu Hamil Berisiko Alami ini Jika Menahan Buang Air Kecil Selama Perjalanan Mudik Lebaran
Apa itu Skizofrenia Katatonik?
Skizofrenia katatonik adalah varian dari skizofrenia yang ditandai dengan kehadiran gejala katatonia.
Katatonia adalah sekumpulan gejala yang mencakup perilaku tidak normal seperti gerakan tubuh yang berulang atau kaku.
Skizofrenia, di sisi lain, adalah gangguan mental yang ditandai oleh halusinasi, delusi, dan perubahan perilaku.
Penyebab Skizofrenia Katatonik
Penyebab pasti dari skizofrenia katatonik belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli telah menemukan bahwa individu dengan kondisi ini seringkali menunjukkan aktivitas otak yang tidak normal, terutama di bagian otak seperti forebrain dan hipotalamus yang berperan dalam mengatur gerakan tubuh.
Selain itu, ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak dan gangguan komunikasi antar area otak juga dapat berkontribusi terhadap timbulnya skizofrenia dengan gejala katatonik.
Beberapa faktor lain yang diduga dapat memicu kondisi ini meliputi riwayat keluarga dengan skizofrenia,
Baca Juga: Manfaat Sayur Bayam untuk Hidangan Sahur, Ternyata Bagus untuk Kesehatan Mata
penyalahgunaan zat dan alkohol, kelainan kongenital pada otak, dan penggunaan obat-obatan tertentu seperti antipsikotik.
Gejala Skizofrenia Katatonik
Skizofrenia katatonik seringkali menunjukkan gejala khas skizofrenia yang disertai dengan katatonia.
Gejala utama skizofrenia meliputi halusinasi, delusi, kesulitan berbicara dengan jelas, perilaku yang tidak terkontrol, serta gejala negatif seperti kehilangan emosi atau minat pada aktivitas sehari-hari.
Di samping itu, gejala katatonia dapat mencakup agitasi, katalepsi, echolalia, echopraxia, grimacing,
mannerism, mutism, negativism, posturing, stereotypy, stupor, dan waxy flexibility. Gejala-gejala ini seringkali menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Pengobatan Skizofrenia Katatonik
Tujuan utama pengobatan skizofrenia katatonik adalah untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Baca Juga: Jangan Dibuang Sia-Sia, 4 Biji Buah Ini Punya Manfaat Kesehatan
Pengobatan dapat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan gejala. Pasien dengan gejala yang parah mungkin perlu menjalani perawatan inap di rumah sakit.
Selama perawatan inap, dokter akan memantau kondisi pasien dan memberikan perawatan yang dibutuhkan,
termasuk pemberian obat-obatan seperti benzodiazepin suntik, alprazolam, diazepam, atau clorazepate.
Terapi psikologis juga dapat membantu pasien dalam menghadapi dan mengelola gejala mereka. Beberapa pasien mungkin juga memerlukan terapi elektrokonvulsif (ECT) atau stimulasi magnet transkranial (TMS) untuk mengatasi gejala yang persisten.
Editor : Ubaidillah