Radarbangkalan.id - Kondisi anemia, atau kekurangan darah, tidak selalu disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi.
Salah satu kelainan yang bisa menjadi penyebabnya adalah anemia aplastik. Anemia aplastik terjadi ketika sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah baru dengan cukup.
Beberapa orang mungkin sulit membedakan anemia aplastik dengan anemia biasa. Oleh karena itu,
Baca Juga: Ibu Hamil Berisiko Alami ini Jika Menahan Buang Air Kecil Selama Perjalanan Mudik Lebaran
penting untuk mengenali gejalanya dengan baik. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang penyakit anemia aplastik:
Apa itu Anemia Aplastik?
Anemia aplastik adalah kondisi kurang darah karena sumsum tulang tidak dapat menghasilkan jumlah sel darah yang memadai,
termasuk trombosit, leukosit, dan eritrosit. Meskipun jarang terjadi, anemia aplastik perlu diwaspadai karena bisa dialami oleh siapa saja.
Anemia aplastik dibagi menjadi dua jenis, yaitu inherited aplastic anemia dan acquired aplastic anemia.
Inherited aplastic anemia disebabkan oleh kerusakan gen, sedangkan acquired aplastic anemia terjadi selama hidup seseorang, seringkali terkait dengan penyakit autoimun.
Penyebab Anemia Aplastik
Anemia aplastik bisa disebabkan oleh faktor genetik atau kondisi kesehatan selama hidup. Beberapa gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan anemia aplastik meliputi:
Baca Juga: Manfaat Sayur Bayam untuk Hidangan Sahur, Ternyata Bagus untuk Kesehatan Mata
- Penyakit autoimun yang menyerang sel sehat pada sumsum tulang.
- Perawatan radioterapi atau kemoterapi untuk kanker.
- Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antibiotik tertentu atau obat rheumatoid arthritis.
- Infeksi virus tertentu, seperti HIV, hepatitis, dan lain-lain.
- Paparan bahan kimia berbahaya secara terus-menerus, seperti pestisida atau benzene.
- Kehamilan, yang bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh ibu menyerang sel sumsum tulang.
Gejala Anemia Aplastik
Anemia aplastik memengaruhi fungsi sel darah, termasuk leukosit, trombosit, dan eritrosit, yang bisa menyebabkan gejala yang bervariasi tergantung pada jenis sel darah yang terpengaruh.
Gejala umum meliputi demam, lemas, pucat, sakit kepala, jantung berdebar, sesak napas, memar, perdarahan, dan mudah terkena infeksi.
Baca Juga: Jangan Dibuang Sia-Sia, 4 Biji Buah Ini Punya Manfaat Kesehatan
Pengobatan Anemia Aplastik
Pengobatan anemia aplastik disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi. Dokter mungkin akan meresepkan terapi antibiotik atau antivirus untuk mengatasi infeksi,
imunosupresan untuk mencegah kerusakan sumsum tulang akibat penyakit autoimun, transfusi darah untuk menggantikan sel darah yang hilang, atau bahkan transplantasi sumsum tulang.
Editor : Ubaidillah