Radarbangkalan.id - Scopophobia adalah jenis fobia spesifik yang membuat penderitanya merasa cemas dan takut berlebihan saat ditatap oleh orang lain.
Kondisi ini sering dikaitkan dengan fobia sosial dan dapat mengakibatkan penderita menghindari interaksi sosial, bahkan dapat memengaruhi performa kerja atau sekolah mereka.
Baca Juga: Ibu Hamil Berisiko Alami ini Jika Menahan Buang Air Kecil Selama Perjalanan Mudik Lebaran
Penyebab Scopophobia
Penyebab pasti scopophobia belum diketahui dengan pasti, tetapi beberapa faktor yang mungkin memainkan peran termasuk trauma psikologis,
seperti pengalaman bullying atau kecelakaan yang mengubah penampilan. Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan genetik dalam perkembangan fobia spesifik,
dan perbedaan dalam aktivasi otak dapat mempengaruhi sensitivitas terhadap rasa takut.
Beberapa faktor risiko untuk mengalami scopophobia termasuk jenis kelamin wanita, epilepsi, dan sindrom Tourette.
Gejala Scopophobia
Gejala utama scopophobia adalah rasa takut dan cemas yang berlebihan saat ditatap oleh orang lain.
Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam situasi di mana penderita menjadi pusat perhatian, seperti presentasi di depan umum.
Baca Juga: Manfaat Sayur Bayam untuk Hidangan Sahur, Ternyata Bagus untuk Kesehatan Mata
Panic attack juga bisa terjadi, dengan gejala fisik seperti gelisah, gemetar, berkeringat berlebihan, dan sulit berkonsentrasi.
Pengobatan Scopophobia
Pengobatan scopophobia meliputi psikoterapi, terapi relaksasi, dan penggunaan obat-obatan.
Psikoterapi, seperti terapi paparan dan terapi perilaku kognitif, dapat membantu pasien menghadapi dan mengatasi ketakutan mereka secara bertahap.
Baca Juga: Jangan Dibuang Sia-Sia, 4 Biji Buah Ini Punya Manfaat Kesehatan
Terapi relaksasi, seperti teknik pernapasan dan meditasi, juga dapat membantu mengurangi kecemasan.
Dokter juga dapat meresepkan obat penenang atau antidepresan untuk membantu mengelola gejala scopophobia.
Dengan pendekatan yang tepat, penderita scopophobia dapat belajar mengatasi ketakutannya dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Editor : Ubaidillah