Radarbangkalan.id - Haphephobia adalah rasa takut berlebih (fobia) terhadap sentuhan orang lain, yang merupakan kondisi yang cukup jarang terjadi.
Orang yang mengalaminya perlu segera mendapatkan penanganan dari psikolog atau psikiater agar kualitas hidup mereka tidak terganggu atau menurun.
Baca Juga: Ibu Hamil Berisiko Alami ini Jika Menahan Buang Air Kecil Selama Perjalanan Mudik Lebaran
Mengalami haphephobia bisa membuat seseorang kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari secara normal,
terutama karena sentuhan fisik sulit dihindari, terutama jika tinggal bersama orang lain. Lalu, bagaimana cara mengatasi haphephobia? Mari simak pembahasannya di bawah ini.
Apa itu Haphephobia?
Haphephobia adalah salah satu jenis fobia spesifik yang membuat penderitanya merasa takut berlebih terhadap sentuhan orang lain.
Sentuhan fisik, yang sering menjadi ekspresi cinta dan kasih sayang, justru menjadi sumber ketakutan bagi orang yang mengidap haphephobia.
Dalam kehidupan sehari-hari, bahkan sentuhan fisik ringan seperti bersalaman dapat dianggap mengerikan bagi penderita haphephobia.
Fobia terhadap sentuhan juga dikenal dengan sebutan aphenphosmphobia, chiraptophobia, atau thixophobia.
Penyebab Haphephobia
Meskipun belum diketahui dengan pasti, beberapa faktor yang diyakini dapat menyebabkan seseorang mengalami haphephobia antara lain adalah pengalaman traumatis di masa lalu,
Baca Juga: Manfaat Sayur Bayam untuk Hidangan Sahur, Ternyata Bagus untuk Kesehatan Mata
seperti kekerasan fisik atau seksual. Faktor lain yang berpotensi terkait dengan haphephobia meliputi:
- Adanya riwayat haphephobia dalam keluarga.
- Tipe kepribadian yang cenderung sulit dan memiliki kepercayaan diri rendah untuk bertingkah normal dan menyatakan perasaan.
- Gangguan fungsi otak, seperti akibat penuaan atau cedera.
- Adanya gangguan mental lain seperti PTSD, fobia kuman (mysophobia), atau gangguan kecemasan sosial.
Ciri-Ciri Haphephobia
Ciri utama haphephobia adalah reaksi panik, cemas, marah, dan takut berlebih saat disentuh atau akan disentuh oleh orang lain,
Baca Juga: Jangan Dibuang Sia-Sia, 4 Biji Buah Ini Punya Manfaat Kesehatan
termasuk teman, pasangan, atau anggota keluarga. Gejala ini sering disertai dengan reaksi fisik seperti:
- Tremor atau gemetar.
- Keringat dingin.
- Mual.
- Pusing.
- Sesak napas atau napas cepat.
- Jantung berdebar (palpitasi).
- Menangis.
- Sinkop (pingsan).
- Gatal-gatal atau biduran (urtikaria).
- Kulit memerah dan terasa panas.
Orang dengan haphephobia juga dapat mengalami serangan panik atau bahkan agoraphobia ketika merasakan sentuhan dari orang lain.
Meskipun menyadari ketidakrationalan ketakutannya, mereka tidak mampu mengendalikan reaksi yang timbul secara tiba-tiba.
Fobia dapat dikatakan jika gejalanya sudah berlangsung selama 6 bulan atau lebih, timbul hampir setiap kali disentuh, dan mengganggu kehidupan sehari-hari serta hubungan sosial.
Cara Mengatasi Haphephobia
Haphephobia dapat menyebabkan penderita menjadi tertutup dan enggan berinteraksi dengan orang lain jika tidak diatasi dengan baik. Beberapa metode yang dapat membantu mengatasi haphephobia antara lain:
Terapi paparan (exposure therapy): Pasien secara bertahap terbiasa dengan sentuhan melalui terapi ini, mulai dari membayangkan menerima sentuhan hingga menerima sentuhan langsung dari orang lain.
Eye movement desensitization and reprocessing (EMDR): Terapi ini efektif untuk mereka yang mengalami trauma di masa lalu. Pasien fokus pada memori traumatis sambil dirangsang dengan gerakan mata tertentu.
Baca Juga: Manfaat Sayur Bayam untuk Hidangan Sahur, Ternyata Bagus untuk Kesehatan Mata
Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy atau CBT): Terapi ini bertujuan mengubah pikiran negatif terhadap sentuhan menjadi lebih positif dan rasional.
Hipnoterapi: Dalam hipnoterapi, terapis membantu pasien untuk lebih terbuka terhadap gagasan baru atau saran.
Pemberian obat-obatan: Obat-obatan tertentu dapat membantu mengatasi gejala kecemasan atau fobia, seperti alprazolam atau diazepam.
Editor : Ubaidillah