News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

WHO Temukan Jajanan Mengandung Lemak Trans Tinggi Beredar di Indonesia, Ini Daftarnya

Azril Arham • Rabu, 8 Mei 2024 | 23:40 WIB
Ilustrasi Jajanan Mengandung Lemak Trans Tinggi
Ilustrasi Jajanan Mengandung Lemak Trans Tinggi

RadarBangkalan.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2023, melakukan penelitian di Jakarta dan Bogor, mengukur kandungan lemak trans di makanan-makanan (berbasis lemak/minyak) yang banyak dikonsumsi di Indonesia.

Penelitian ini merupakan dukungan bagi pemerintah Indonesia untuk mengeliminasi lemak trans industrial. Sebanyak 130 produk makanan dari empat kategori diuji.

Kategori tersebut di antaranya minyak dan lemak, margarin dan olesan, makanan kemasan yang terbuat dari lemak (seperti biskuit, kue kering, wafer, kue, dan roti), serta makanan siap saji seperti mi goreng, nasi goreng, ayam goreng, kentang goreng, dan roti.

Metodologi uji lemak trans didasarkan pada WHO Global Protocol for Measuring Fatty Acid Profiles of Foods, with Emphasis on Monitoring Trans-Fatty Acids Originating from Partially Hydrogenated Oils.

Pengaturan kromatografi gas untuk analisis lemak trans ini mengikuti metode SEAFAST Center.

Lemak trans atau asam lemak trans adalah asam lemak tak jenuh yang berasal dari sumber alami atau industri.

Konsumsi lemak trans secara signifikan dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan berkontribusi terhadap sekitar 500.000 kematian akibat penyakit jantung koroner secara global setiap tahunnya.

Dari penelitian WHO tersebut ditemukan 11 dari 130 sampel atau sekitar 8,46 persen mengandung lemak trans lebih dari dua persen total lemak, melebihi rekomendasi WHO yakni 2 gram/100 gram lemak total.

Team Lead NCDs and Healthier Population, WHO Indonesia, dr Lubna Bhatti mengatakan kadar lemak trans yang tinggi banyak ditemukan pada jajanan yang banyak dikonsumsi, seperti biskuit, wafer, produk roti, dan jajanan kaki lima seperti martabak dan roti maryam.

Banyak dari makanan ini yang populer di kalangan anak-anak, sehingga membuat generasi mendatang berisiko mengalami kesehatan yang buruk.

Hingga saat ini, 53 Negara Anggota WHO secara global telah mengadopsi kebijakan praktik terbaik dalam penghapusan lemak trans, yang melindungi hampir separuh populasi dunia, sejalan dengan pendekatan WHO REPLACE yang diluncurkan pada tahun 2018.

Daftar Jajanan yang Mengandung Lemak Tinggi

Berikut adalah daftar makanan dengan kandungan lemak trans tinggi melebihi standar WHO 2 persen atau 2 gram per 100 gram total lemak:

Kategori Lemak dan Minyak

1. Mentega putih/shortening produk dalam negeri: 4,21 gram per 100 gram lemak

2. Mentega putih (desa): 2,40 gram per 100 gram lemak

3. Campuran margarin dan mentega: 22,68 gram per 100 gram lemak

Kategori Makanan Kemasan

1. Biskuit pai polos dalam negeri: 9,34 gram per 100 gram lemak

2. Wafer salut cokelat dengan isian cokelat impor: 2,38 gram per 100 gram lemak

3. Keik Red Velvet dalam negeri: 2,33 gram per 100 gram lemak

Kategori Makanan Siap Saji Panggang

1. Roti maryam cokelat (kota): 4,50 gram per 100 gram lemak

2. Roti maryam cokelat (desa): 6,48 gram per 100 gram lemak

3. Martabak cokelat (kota): 4,19 gram per 100 gram lemak

4. Kroisan (toko): 2,09 gram per 100 gram lemak

5. Kroisan dengan isian cokelat (kemasan pabrikan): 5,34 gram per 100 gram lemak

Dampak Konsumsi Lemak Trans

Selain berdampak pada organ jantung, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dr Eva Susanti mengatakan lemak trans juga memiliki kaitan dengan penyakit tidak menular lainnya, seperti kanker hingga diabetes.

Kementerian Kesehatan RI berencana menerapkan regulasi pembatasan lemak trans dalam industri makanan dan jajanan yang beredar di Indonesia.

Regulasi tersebut bertujuan untuk mengurangi angka kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia, khususnya penyakit jantung.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyebut regulasi tersebut sudah diterapkan di Denmark sejak 2003.

Negara tersebut, kata Dante, berhasil menurunkan angka kematian akibat penyakit jantung sebesar 20 persen yang sebelumnya sempat mencatat tingginya angka kematian akibat penyakit jantung. ***

Editor : Azril Arham
#tinggi #who #lemak trans #jajanan #mengandung #kesehatan