Radarbangkalan.id - Pantai Army Dock terletak sangat dekat dengan pusat Kota Morotai. Sesuai dengan namanya,
pantai ini dulunya merupakan bekas pelabuhan bagi armada laut pasukan sekutu Amerika Serikat. Selain menikmati liburan ala pantai,
kamu juga bisa belajar banyak tentang sejarah di sini. Pantai ini menjadi salah satu destinasi wisata yang unik dan wajib dikunjungi saat berada di Halmahera.
Harga: tiket masuk gratis
Jam & hari buka: setiap hari, pukul 09.00-17.00 WIT
Alamat: Darame, Kec. Morotai Sel., Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (Cek di Google Maps)
Mengunjungi Pantai Army Dock tidak hanya menawarkan pemandangan laut yang indah, tetapi juga mengajak wisatawan menyusuri jejak sejarah Perang Dunia II.
Di sini, kamu bisa melihat sisa-sisa peninggalan perang seperti reruntuhan dermaga dan artefak yang ditemukan di sekitar pantai.
Hal ini menjadikan Pantai Army Dock sebagai destinasi yang menggabungkan keindahan alam dan nilai sejarah yang tinggi.
Selain menikmati keindahan pantai dan belajar sejarah, pengunjung juga dapat melakukan berbagai aktivitas menyenangkan seperti snorkeling dan diving.
Perairan di sekitar Pantai Army Dock terkenal dengan kejernihannya dan memiliki terumbu karang yang indah.
Baca Juga: Kue Ogura Oma Opa: Oleh-Oleh Jogja Kekinian yang Menggemaskan
Bagi para penggemar fotografi, pantai ini juga menawarkan pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan, menjadikannya spot yang sempurna untuk mengabadikan momen indah.
Pantai Army Dock juga memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk wisatawan. Terdapat area parkir yang luas,
beberapa warung makanan dan minuman, serta tempat penyewaan peralatan snorkeling dan diving.
Dengan segala fasilitas yang ada, pengunjung dapat menikmati liburan dengan nyaman dan menyenangkan.
Mengunjungi Pantai Army Dock di Morotai tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi yang menyegarkan tetapi juga kesempatan untuk menghargai dan memahami lebih dalam tentang sejarah perjuangan di masa Perang Dunia II.
Pastikan untuk menyempatkan diri menjelajahi destinasi bersejarah ini saat berada di Halmahera.
Editor : Ubaidillah