Radarbangkalan.id - Kue ku, salah satu kudapan yang juga turut hadir memeriahkan meja makan di malam perayaan Imlek.
Kue yang sering disebut kue thok di Jawa ini, memiliki makna penting bagi masyarakat Tionghoa.
Kue yang biasanya dicetak dalam bentuk tempurung kura-kura ini mengartikan umur panjang bagi siapapun yang memakannya di tahun baru.
Jika Anda berada di Jakarta, Anda bisa mendapatkan kue ku di berbagai toko kue tradisional dan pasar seperti Pasar Santa atau Pasar Mayestik.
Harga satu kue ku berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 tergantung ukuran dan isiannya.
Selain bentuk dan rasanya yang lezat, kue ku juga memiliki filosofi yang mendalam. Bentuk tempurung kura-kura melambangkan panjang umur dan ketahanan.
Dengan memakan kue ini saat Imlek, masyarakat Tionghoa berharap untuk diberkati dengan umur panjang dan kehidupan yang stabil.
Kue ku juga biasanya diisi dengan kacang hijau atau pasta kacang merah yang manis. Isian ini melambangkan kebahagiaan dan kesejahteraan.
Selain sebagai hidangan untuk keluarga, kue ku juga sering dijadikan sebagai oleh-oleh untuk teman dan kerabat, menambah keceriaan dan kebersamaan di tahun baru Imlek.
Editor : Ubaidillah