Radarbangkalan.id - Sebuah kawasan permukiman bersejarah yang telah ada sejak zaman kolonial pada abad ke-13, kini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Malang.
Berbeda dari kesan kumuh yang sering melekat pada permukiman lama, Kampoeng Heritage Kajoetangan justru tampil dengan keindahan yang artistik dan rapi, menarik perhatian para wisatawan.
Setiap bangunan tua dan bersejarah di Kampoeng Heritage Kajoetangan dirawat dengan baik, menjadikan kawasan ini sebagai cagar budaya yang bernilai tinggi.
Tak mengherankan jika kampung ini semakin populer dan menjadi tujuan utama bagi wisatawan yang ingin merasakan nuansa tempo dulu.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat yang berhasil menyulap kampung ini menjadi destinasi wisata yang ikonik.
Keberhasilan Kampoeng Heritage Kajoetangan dalam menjaga dan mengembangkan kawasan ini telah membawa kampung tersebut masuk dalam daftar Desa Wisata ADWI 2024 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Tidak hanya itu, dampak positif dari pengembangan wisata ini juga dirasakan langsung oleh warga setempat.
Sekitar 40 usaha baru milik warga telah berkembang di dalam kampung ini, menciptakan efek multiplier yang signifikan bagi perekonomian lokal.
Menurut Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi, tumbuhnya usaha-usaha seperti kafe dan tempat makan di dalam kawasan kampung turut mendongkrak kunjungan wisatawan setiap harinya.
Selain itu, keberadaan Pasar Krempyeng juga menjadi daya tarik tambahan dengan suguhan hiburan, kegiatan sosial, dan beragam menu kuliner yang ditawarkan.
Selain Kampoeng Heritage Kajoetangan, banyak desa wisata lain yang berhasil memberikan dampak positif serupa terhadap perekonomian warganya.
Salah satu contohnya adalah Desa Wukirsari di Kecamatan Imogiri, Bantul.
Desa ini dikenal sebagai salah satu desa wisata terbaik berkat keberhasilannya mengembangkan kerajinan batik sebagai potensi wisata unggulan.
Aktivitas membatik yang menjadi mata pencaharian utama warga Wukirsari nyaris tak pernah sepi pengunjung.
Hal ini mendorong Kemenparekraf untuk menetapkan Wukirsari sebagai destinasi pencipta lapangan kerja berkualitas, mengingat besarnya kontribusi desa ini terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal. ***
Editor : Ajiv Ibrohim