News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

7 Minuman Dikira Sehat yang Ternyata Berbahaya untuk Anak, Picu Diabetes dan Obesitas!

Azril Arham • Kamis, 28 November 2024 | 04:31 WIB
Ilustrasi Minuman Manis
Ilustrasi Minuman Manis

RadarBangkalan.id - Kasus diabetes pada anak di Indonesia semakin mengkhawatirkan.

Penyakit kronis ini, yang sebelumnya lebih sering dialami oleh orang dewasa, kini banyak menyerang anak-anak.

Salah satu penyebabnya adalah pola makan yang kurang sehat, termasuk konsumsi minuman dengan kandungan gula tinggi yang sering tidak disadari orang tua.

Menurut dr. Siska Mayasari Lubis, MKed(Ped), SpA(K), spesialis anak konsultan endokrinologi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), banyak minuman yang dipasarkan sebagai minuman anak ternyata mengandung gula tersembunyi yang berisiko memicu diabetes dan obesitas.

Minuman 'Sehat' yang Ternyata Mengandung Gula Berlebih

1. Jus Buah dalam Kemasan 

Meski terdengar menyehatkan karena mengandung serat dan vitamin, banyak jus buah dalam kemasan justru mengandung gula tambahan yang tinggi. 

"Dalam satu kotak jus buah 500 ml, bisa terdapat hingga 22 sendok teh gula," jelas dr. Siska dalam sebuah webinar pada Selasa (26/11/2024).

Lebih parahnya lagi, jus kemasan ini sering membuat anak ingin minum terus-menerus, yang bisa memicu kecanduan gula.

2. Susu dengan Perisa 

Susu sering dianggap sebagai minuman sehat untuk anak, tetapi tidak semua susu itu baik. 

"Kebanyakan susu berperisa yang dijual di pasaran bukanlah susu murni dan mengandung gula tambahan yang tinggi," kata dr. Siska.

Susu dengan rasa cokelat, stroberi, atau vanila sering kali mengandung lebih banyak gula dibanding susu murni, yang akhirnya meningkatkan asupan gula harian anak.

3. Yogurt Rasa Buah 

Yogurt alami memang mengandung laktosa, yaitu gula alami dari susu. Namun, yogurt dengan rasa buah biasanya ditambahkan gula untuk membuatnya lebih manis. 

"Dalam jangka pendek, konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan lonjakan energi. Tetapi dalam jangka panjang, paparan gula ini bisa memengaruhi perkembangan otak anak," ungkap dr. Siska.

Konsumsi gula berlebih tidak hanya meningkatkan risiko diabetes dan obesitas, tetapi juga dapat memengaruhi: 

- Keseimbangan energi: Anak menjadi lebih aktif secara berlebihan, tetapi mudah lelah setelahnya. 

- Perkembangan otak: Paparan gula jangka panjang dapat mengganggu kemampuan konsentrasi dan daya ingat anak. 

- Kesehatan gigi: Gula juga menjadi salah satu penyebab utama kerusakan gigi pada anak.

Tips Mengurangi Asupan Gula pada Anak 

1. Pilih jus buah segar tanpa tambahan gula, atau lebih baik lagi, ajari anak untuk makan buah utuh. 

2. Gunakan susu murni atau susu tanpa tambahan perisa sebagai alternatif. 

3. Pilih yogurt plain dan tambahkan potongan buah segar untuk rasa manis alami. 

4. Selalu cek label nutrisi pada kemasan minuman untuk memastikan kandungan gulanya tidak berlebihan.

Dengan memilih minuman yang tepat, Anda dapat membantu menjaga kesehatan anak Anda dan mencegah risiko penyakit kronis sejak dini.

Jangan lupa, perubahan kecil dalam kebiasaan makan bisa memberikan dampak besar untuk kesehatan jangka panjang si kecil! ***

Editor : Azril Arham
#obesitas #diabetes anak #diabetes #idai #Kandungan Gula Dalam Minuman #minuman sehat #kesehatan