RadarBangkalan.id - Diet telur rebus memang sudah lama menjadi pilihan populer bagi banyak orang yang ingin menurunkan berat badan.
Dalam diet ini, telur rebus menjadi makanan utama yang dikonsumsi setiap hari, dengan kebanyakan orang mengonsumsinya 2-3 butir per hari.
Tapi, bagaimana sih diet ini sebenarnya bekerja? Mari kita ulas lebih lanjut.
Menurut Everyday Health, ada beberapa versi dari diet telur rebus yang umum dilakukan. Salah satunya adalah sebagai berikut:
- Sarapan: Dua butir telur rebus dan satu potong buah.
- Makan siang: Telur atau sumber protein rendah lemak, ditambah sayuran rendah karbohidrat.
- Makan malam: Telur atau sumber protein rendah lemak, ditambah sayuran rendah karbohidrat.
Namun, pertanyaannya, apakah diet ini efektif untuk menurunkan berat badan?
Secara keseluruhan, diet telur rebus mengandung banyak makanan sehat.
Namun, ini bukanlah diet yang seimbang dan tidak bisa dijadikan pola makan jangka panjang. Diet ini sangat rendah kalori dan bisa dianggap hanya sebagai tren sesaat.
Menurut Lisa Young, PhD, RDN, penulis buku Finally Full, Finally Slim, diet yang mengandalkan satu jenis makanan saja, seperti telur rebus, bukanlah pilihan yang ideal.
“Anda tidak perlu terlalu terobsesi dengan satu makanan dalam diet Anda,” ujarnya.
Telur rebus memang sehat, tapi tetap tidak bisa menjadi satu-satunya menu utama dalam diet.
Dr. Young juga menjelaskan bahwa telur bisa menjadi bagian dari diet sehat, namun mengonsumsinya dalam jumlah besar setiap hari tentu tidak ideal.
Menurut American Heart Association (AHA), seseorang yang sehat bisa mengonsumsi satu butir telur per hari, sementara orang yang lebih tua dengan kadar kolesterol sehat bisa mengonsumsi dua butir telur per hari.
“Telur itu enak dan bergizi. Namun, saya pikir yang terbaik adalah mengonsumsi berbagai jenis makanan untuk pola makan yang lebih sehat,” tambah Dr. Young.
Apa sih yang membuat telur menarik? Salah satunya adalah kandungan proteinnya yang tinggi.
Satu butir telur rebus ukuran besar mengandung 78 kalori, 6,3 gram protein, 5,3 gram lemak, 0,6 gram karbohidrat, dan 0 gram serat.
Amy Shapiro, RD, pendiri Real Nutrition di New York, juga menjelaskan bahwa telur mengandung protein lengkap, yang berarti mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.
Selain itu, telur juga kaya akan nutrisi penting seperti vitamin D dan kolin, yang membantu fungsi otak dan suasana hati.
“Meski ada studi kecil yang menunjukkan bahwa sarapan tinggi protein dengan telur bisa membantu penurunan berat badan, tidak ada yang ajaib tentang telur untuk menurunkan berat badan,” jelas Shapiro.
Penting untuk dicatat bahwa bagi seseorang yang memiliki riwayat gangguan makan, diet ketat seperti diet telur rebus sebaiknya dihindari.
Begitu juga bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis dan mengonsumsi obat-obatan, lebih baik berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan perubahan besar dalam pola makan.
Namun, bagi mereka yang tidak memiliki masalah kesehatan serius, diet telur rebus dalam jangka pendek umumnya tidak berisiko.
“Diet ini bisa dilihat seperti diet 'karpet merah', sebuah cara untuk mencoba melihat hasil cepat meskipun agak terbatas,” ujar Shapiro.
Akan tetapi, masih ada kontroversi mengenai apakah telur benar-benar baik untuk kesehatan, terutama karena kandungan kolesterol dalam telur.
Setiap butir telur rebus mengandung sekitar 186 mg kolesterol. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa setiap tambahan 300 mg kolesterol yang dikonsumsi per hari bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian hingga 17% dan 18%, masing-masing.
Jadi, meskipun diet telur rebus bisa memberikan hasil cepat, ada baiknya untuk tidak menjadikannya sebagai pola makan utama dalam jangka panjang. Sebagai alternatif, tetap perhatikan keseimbangan nutrisi dalam diet Anda. ***