News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

7 Makanan Beracun yang Sering Dikonsumsi, Apakah Anda Tanpa Sadar Memakannya?

Azril Arham • Minggu, 26 Januari 2025 | 20:30 WIB
Singkong
Singkong

RadarBangkalan.id - Makanan adalah kebutuhan pokok yang menopang kehidupan manusia, tapi siapa sangka ada beberapa jenis makanan yang berpotensi mematikan jika tidak diolah dengan benar?

Beberapa di antaranya bahkan sering dikonsumsi sehari-hari. Artikel ini mengungkap makanan beracun yang perlu diwaspadai, lengkap dengan penjelasan ilmiah dan faktanya.

 

Ada dua jenis makanan beracun menurut Justin Brower, seorang ahli toksikologi forensik:

1. Makanan yang berbahaya dalam bentuk aslinya tetapi aman setelah diolah.
2. Makanan yang dianggap aman, padahal mengandung racun mematikan.

Berikut adalah daftar makanan paling mematikan yang perlu Anda ketahui.

1. Singkong

Singkong, terutama jenis singkong pahit (Manihot esculenta), adalah salah satu makanan pokok di daerah tropis. Namun, akar dan daunnya mengandung glikosida sianogenik, senyawa yang dapat terurai menjadi sianida.

Sianida dikenal sebagai racun yang memicu berbagai masalah kesehatan seperti gondok, kelumpuhan, hingga kematian.

Menurut CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS), keracunan singkong membunuh lebih dari 200 orang setiap tahunnya, sementara ribuan lainnya mengalami dampak keracunan tingkat rendah yang menyebabkan cacat permanen atau gangguan kognitif.

Cara Aman Mengonsumsi Singkong:

Racun pada singkong bisa dihilangkan dengan:
- Merendam singkong yang sudah dikupas.
- Merebus atau menjemur singkong sebelum diolah.

Meski demikian, penting untuk tetap berhati-hati, terutama bagi Anda yang mengolah singkong di rumah.

2. Ikan Buntal (Fugu)

Ikan buntal, yang terkenal dalam masakan Jepang sebagai fugu, adalah salah satu makanan paling berbahaya di dunia. Daging ikan ini mengandung tetrodotoxin, racun yang sangat mematikan. Bahkan, tetrodotoxin diklaim 1.200 kali lebih berbahaya dibanding sianida.

Hanya butuh sekitar 2–3 miligram racun ini untuk menyebabkan kematian, dengan gejala seperti mati rasa, kelumpuhan, hingga gagal pernapasan yang bisa terjadi hanya dalam waktu 20 menit setelah konsumsi.

Fakta Unik tentang Fugu:
- Di Jepang, hanya koki berlisensi khusus yang diizinkan menyajikan fugu.
- Koki harus menjalani pelatihan bertahun-tahun untuk memastikan mereka mampu membersihkan bagian tubuh ikan yang paling beracun, seperti hati, ovarium, dan usus.

Di sebagian besar negara, makanan ini dilarang karena risikonya yang sangat tinggi.

3. Jamur Death Cap

Jamur death cap (Amanita phalloides) adalah penyebab sekitar 90% kematian akibat keracunan jamur. Bentuknya yang mirip dengan jamur ladang biasa (Agaricus campestris) seringkali membuat orang salah memetik dan mengonsumsinya.

Gejala Keracunan Jamur Death Cap:
- Mual, muntah, dan diare biasanya muncul dalam 6–12 jam setelah konsumsi.
- Dalam beberapa hari, racun ini dapat menyebabkan gagal hati atau ginjal yang berujung pada kematian.

Fakta Tambahan:
Jamur ini tahan panas, sehingga proses memasak tidak dapat menghilangkan racunnya. Para ahli memperkirakan sekitar 100 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat jamur ini, sementara ribuan lainnya jatuh sakit.

Meski beberapa makanan di atas terlihat biasa atau bahkan sering dikonsumsi, memahami cara pengolahan yang tepat adalah kunci untuk menghindari risiko. Penting untuk selalu memastikan bahan makanan yang kita konsumsi sudah diolah dengan aman, terutama jika bahan tersebut dikenal berpotensi berbahaya.

Dengan mengetahui fakta ini, Anda bisa lebih bijak dalam memilih dan mengolah makanan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan Anda dan keluarga!

Editor : Azril Arham
#makanan beracun #singkong #Ikan Buntal #kesehatan #beracun